Dari Halaman Jadi Penghasilan: Kelompok PKK Dusun Watutumpeng Bangkitkan Ekonomi Kreatif Lewat Ubi Ungu

Dari Halaman Jadi Penghasilan: Kelompok PKK Dusun Watutumpeng Bangkitkan Ekonomi Kreatif Lewat Ubi Ungu

Tim PKM-PM SRIWAT dan Kelompok PKK Dusun Watutumpeng Melakukan Penanaman Ubi Ungu menggunakan Sandbag

Watutumpeng, Babadan, Ngajum, Malang, Jawa Timur — Tim PKM-PM SRIWAT dari FMIPA Universitas Negeri Malang (UM) bersama kelompok PKK Dusun Watutumpeng, dengan bimbingan Bapak Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes., berhasil mengubah halaman rumah warga menjadi lahan produktif yang berdaya ekonomi melalui konsep pertanian kecil berkelanjutan (small-scale sustainable agriculture).

Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, program ini tidak hanya berfokus pada budidaya ubi ungu, tetapi juga pada pengolahan hasil panen menjadi berbagai produk olahan bernilai jual tinggi seperti dimsum dan cireng ubi ungu. Inisiatif ini menjadi wujud nyata pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang mendukung penguatan ekonomi kreatif di wilayah pedesaan.

Program tim PKM-PM SRIWAT dirancang bersama mitra dengan pendekatan Asset-Based Community Development + Evaluation (ABCD+E), yaitu memaksimalkan aset yang sudah dimiliki masyarakat, seperti keterampilan individu dan potensi alam setempat. Program ini terdiri atas empat kegiatan utama: DISAWAT (Diskusi SRIWAT), PANDU (Pelatihan Penanaman Terpadu), SINOM (Sosialisasi Identitas Niaga dan Optimasi Marketing), dan PAWON UNGU (Pengolahan Ubi Ungu).

Mahasiswa berperan langsung dalam pendampingan pelatihan, mulai dari pembentukan kembali struktur pokja berbasis minat dan keahlian, penanaman ubi ungu di lahan sempit dengan media sandbag, pelatihan branding dan pemasaran, hingga pengolahan ubi ungu untuk menambah variasi produk. Dari proses ini, lahirlah brand lokal “Yubifood” yang kini menjadi identitas baru produk unggulan Dusun Watutumpeng.

“Program ini bukan hanya mengajarkan keterampilan baru, tapi juga menumbuhkan kembali semangat berwirausaha di kalangan ibu rumah tangga” ungkap Alha, Ketua Tim PKM-PM UM. “Kami ingin perempuan desa memiliki peran aktif dalam pembangunan ekonomi lokal” lanjutnya.

Tim PKM-PM bersama PKK Dusun Watutumpeng Membuat Olahan Ubi Ungu

Hasil Olahan Dimsum dan Cireng (frozen food) berbahan Ubi Ungu

 

 

 

 

 

 

 

 

Ketua pokja PKK Dusun Watutumpeng, Ibu Warsini, mengaku bangga atas kemajuan kelompoknya. “Kami dulu hanya menjalankan kegiatan keagamaan rutin, sekarang bisa menghasilkan produk sendiri dan menjualnya untuk sumber penghasilan tambahan,” ujarnya.

Program ini juga memperkenalkan konsep Purple Loop, yakni ekosistem ekonomi hijau berbasis ubi ungu yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Keberlanjutan program disusun dengan konsep Quadruple Helix yang melibatkan peran akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat untuk memperkuat pemasaran produk serta membuka peluang kerja baru di desa.

Mahasiswa UM Torehkan Prestasi di Ajang Karya Tulis Ilmiah Alqur’an, MTQ Mahasiswa Nasional XVIII, Lewat Inovasi “DIRECT”

Mahasiswa UM Torehkan Prestasi di Ajang Karya Tulis Ilmiah Alqur’an, MTQ Mahasiswa Nasional XVIII, Lewat Inovasi “DIRECT”

Banjarmasin – Dua mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) berhasil menorehkan prestasi membanggakan di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) XVIII Tahun 2025, yang diselenggarakan di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kalimantan Selatan. Mereka adalah Savvana Hilya Ramadhani, mahasiswa Pendidikan Matematika Fakultas MIPA, dan Keysha Wahyu Kinanthi, mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Sastra.

Keduanya berhasil meraih Juara Harapan III dalam cabang Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (MKTIQ) melalui karya bertajuk “DIRECT (Disconnect to Reconnect)”, sebuah inovasi berbasis aksi nyata yang berupaya menjawab problem psikologis dan sosial yang dihadapi generasi muda di era digital.

Savvana (kiri) dan Keysha (kanan) memegang trophy juara cabang MKTIQ dengan mengibarkan bendera Universitas Negeri Malang.

Mengangkat Kegelisahan Generasi Digital

Fenomena kelelahan digital (digital fatigue) dan kebosanan eksistensial kini menjadi gejala umum di kalangan mahasiswa dan remaja. Di tengah banjir informasi dan konektivitas tanpa batas, banyak individu justru merasa kehilangan arah, makna, bahkan keintiman sosial. Savvana dan Keysha menyoroti realitas ini melalui perspektif Al-Qur’an, berusaha menemukan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kebutuhan spiritual manusia.

“DIRECT adalah ajakan untuk disconnect sesaat dengan dunia digital, agar kita bisa reconnect secara batiniah dengan diri, dengan orang lain, dan dengan Allah Ta’ala”, jelas Savvana saat ditemui seusai acara penyerahan penghargaan.

Konsep ini bukan sekadar anjuran menjauh dari gawai, tetapi pendekatan multidimensional yang memadukan nilai-nilai Al-Qur’an, prinsip psikologi positif, dan strategi rekoneksi sosial. Dalam naskah ilmiahnya, mereka menekankan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an mengandung pedoman bagi manusia untuk menjaga keseimbangan antara dunia material dan spiritual.

Savvana menunjukkan platform DIRECT sebagai produk literasi dalam mengatasi kebosanan eksistensial.

Melalui pendekatan interdisipliner, Savvana dan Keysha menelusuri ayat-ayat yang berbicara tentang ketenangan jiwa (sakinah), refleksi diri (muhasabah), dan keseimbangan hidup. Mereka kemudian mengonversi nilai-nilai tersebut ke dalam strategi praktis berupa detoks digital terarah berbasis kesadaran spiritual.

Karya DIRECT juga menampilkan hasil survei sederhana terhadap mahasiswa di tingkat global yang menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen responden mengalami gejala stres atau kejenuhan akibat paparan digital berlebihan. “Temuan ini menjadi titik awal kami untuk menawarkan solusi berbasis nilai Qur’ani, bukan sekadar nasihat moral, tetapi pendekatan ilmiah yang relevan,” tambah Keysha.

Dalam kompetisi MKTIQ, karya mereka menonjol karena keberanian menggabungkan isu kontemporer dengan nilai-nilai Islam secara kontekstual. Dewan juri memuji keduanya karena berhasil memformulasikan gagasan kritis dan berdampak.

“Isu yang diangkat oleh tim DIRECT sangat aktual dan dekat dengan kehidupan mahasiswa. Pendekatan kealqur’anan cukup matang dan disajikan dengan perspektif ilmiah yang kuat,” komentar salah satu juri MKTIQ dalam sesi tanya jawab.

Ajang Bergengsi dan Persaingan Ketat

MTQ Mahasiswa Nasional XVIII merupakan ajang dua tahunan yang mempertemukan ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi ini tidak hanya berfokus pada tilawah dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga mencakup cabang-cabang pengembangan seperti debat, penulisan karya ilmiah, desain teknologi islami, syarhil, dan kaligrafi.

Tahun ini, Universitas Lambung Mangkurat bertindak sebagai tuan rumah, dengan tema. Persaingan di cabang MKTIQ tergolong ketat, dengan mempertemukan puluhan tim dari universitas-universitas terbaik di Indonesia, salah satunya adalah Universitas Negeri Malang.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UM, dalam pernyataannya, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian tersebut. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UM tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berinovasi dengan menjunjung nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan,” ujarnya.

Prestasi ini juga menjadi simbol keberanian mahasiswa untuk menggabungkan riset akademik dengan nilai-nilai Al-Qur’an secara relevan dan progresif. Keduanya berharap agar karya DIRECT tidak berhenti sebagai naskah lomba, tetapi dapat dikembangkan menjadi program edukatif yang mendorong keseimbangan digital di kalangan mahasiswa.

“Kami ingin DIRECT menjadi gerakan sosial kecil di kampus, agar kita semua bisa lebih sadar terhadap dampak digitalisasi pada kesehatan mental,” tutur Savvana.

Prestasi Savvana dan Keysha menjadi bukti bahwa semangat ilmiah dan nilai-nilai Qur’ani dapat berjalan seiring, melahirkan inovasi yang bukan hanya berorientasi pada kemajuan, tetapi juga pada kemanusiaan.

Pelepasan Wisudawan S1 FMIPA UM 2025: Ijazah Tiket Masuk, Soft Skill Kendaraan Sukses

Pelepasan Wisudawan S1 FMIPA UM 2025: Ijazah Tiket Masuk, Soft Skill Kendaraan Sukses

Malang – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) sukses menggelar acara Pelepasan dan Penguatan Soft Skill Wisudawan S1 FMIPA UM pada Selasa, 2 September 2025, di Aula FMIPA UM. Kegiatan ini menjadi bekal komprehensif bagi 300 calon wisudawan/wisudawati sebelum mereka memasuki dunia profesional dan masyarakat luas.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Wakil Dekan I FMIPA UM, Prof. Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si. Beliau menyampaikan apresiasi atas keberhasilan mahasiswa yang telah menempuh pendidikan di FMIPA UM.
Selanjutnya, Ketua Ikatan Alumni FMIPA UM, Prof. Dr. Muntholib, S.Pd., M.Si, menyampaikan rasa bangga (mongkog) atas prestasi para lulusan. Beliau membawakan tiga pesan utama, salah satunya menekankan bahwa gelar sarjana bukan jaminan pekerjaan, tetapi jaminan kemampuan berpikir, belajar, dan berinovasi.

Prof. Muntholib mengingatkan bahwa almamater adalah rumah intelektual yang membekali lulusan dengan iman, ilmu, keterampilan, dan sikap. Beliau berpesan agar alumni menjaga nama baik almamater dengan akhlak mulia, integritas, prestasi, kontribusi nyata di masyarakat, dan rendah hati. Prof. Muntholib juga mendorong alumni untuk menciptakan pekerjaan sendiri, seperti membangun startup atau berinovasi di bidang teknologi, mencontoh pengalaman para dosen yang juga memiliki usaha.

“Bila dalam perjalanan hidup di dunia nyata Saudara kehilangan tongkat atau tidak sadar tongkatnya tertukar, Saudara masih bisa berinteraksi dengan Ikatan Alumni FMIPA UM,” pesannya, menegaskan bahwa IKA menjadi saluran interaksi pasca-kampus.

Penguatan Soft Skill: Strategi Menghadapi Fase Transisi

Sesi inti pembekalan disampaikan oleh Dr. Hetti Rahmawati, S.Psi, M.Si, dari Pusat Bimbingan Konseling, Karier, dan Kewirausahaan (PBK3) UM, dengan materi “Membangun Kesiapan dan Produktivitas Paska Wisuda”. Dr. Hetti menekankan fakta kunci bahwa IPK penting, tetapi soft skills lebih menentukan keberhasilan jangka panjang.

Beliau menguraikan employability skills berdasarkan tiga jalur utama karier:

  1. Kesiapan Kerja: Membutuhkan komunikasi efektif (menyampaikan ide ilmiah ke bahasa praktis), kolaborasi, problem solving & critical thinking, dan adaptability.
  2. Kesiapan Wirausaha: Memerlukan entrepreneurial mindset (berani ambil risiko), networking, dan manajemen waktu.
  3. Kesiapan Studi Lanjut: Menuntut research skills, resilience, dan lifelong learning.

Dr. Hetti mendorong wisudawan untuk menyusun Personal Development Plan (PDP) dan membangun Career Identity sebagai kompas hidup karier. Lulusan diajak untuk memanfaatkan Prinsip 70-20-10 untuk kesiapan: 70% dari pengalaman nyata, 20% dari mentoring dan networking, dan 10% dari pembelajaran formal.

FMIPA UM Terima Delegasi Periset ISTIC NAM, Perkuat Jejaring Internasional Riset Sains dan Teknologi

FMIPA UM Terima Delegasi Periset ISTIC NAM, Perkuat Jejaring Internasional Riset Sains dan Teknologi

Malang, 25 September 2025 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) menerima kunjungan tiga periset internasional yang merupakan delegasi International Science, Technology and Innovation Centre for South-South Cooperation under the Auspices of UNESCO (ISTIC NAM). Para periset berasal dari Cambodia, India, dan Malaysia, dengan bidang keahlian yang beragam mulai dari artificial intelligence, environmental sciences, hingga fisika material.

Sejak pukul 08.00 WIB, para tamu berkesempatan mengunjungi Laboratorium Mineral Maju serta Laboratorium Terintegrasi UM. Mereka juga berdialog langsung dengan mahasiswa dan dosen di berbagai kelas sains, sebelum menyampaikan kuliah tamu di Departemen Matematika, Departemen Fisika, dan Departemen Biologi.

Kunjungan ini menegaskan komitmen FMIPA UM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu pendidikan bermutu, dengan membuka ruang kolaborasi riset internasional.

“FMIPA UM menyambut baik kehadiran para periset internasional ini. Kami percaya kolaborasi lintas negara akan memperkuat kualitas riset, memperkaya inovasi, sekaligus memperluas internasionalisasi FMIPA UM,” ujar Dekan FMIPA UM Prof. Dr. hadi Suwono, M. Si dalam sambutannya.

Adapun delegasi yang hadir yaitu:

  • Vesal Khean (Cambodia, Department of Applied Mathematics and Statistics, Institute of Technology of Cambodia/ITC) dengan bidang keahlian Artificial Intelligence, Machine Learning, Computer Vision, Natural Language Processing, dan Data Science.
  • Shivaraju Harikaranahalli Puttaiah (India, Department of Environmental Sciences, JSS Academy of Higher Education & Research) dengan fokus riset pada pengolahan air dan limbah.
  • Norsyazlin Binti Abd Rashid (Malaysia, Academy of Sciences Malaysia) dengan spesialisasi riset Physics and Chemistry of Paint.

Acara ditutup dengan diskusi terfokus terkait peluang tindak lanjut kerja sama riset dan publikasi internasional antara FMIPA UM dengan institusi asal para periset. Forum ini juga membuka kesempatan kolaborasi penelitian interdisipliner di bidang matematika terapan, sains lingkungan, dan sains material, yang diharapkan mampu melahirkan inovasi baru untuk menjawab tantangan global.

Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Mendukung Program SDGs 12

Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Mendukung Program SDGs 12

Universitas Negeri Malang (UM) kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Tiga mahasiswa UM berhasil meraih Juara Dua dan Juara Favorit dalam lomba Biology Competition yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (BEM FMIPA) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tahun 2025. Kompetisi yang mengangkat tema inovasi biologi ini diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dari seluruh Indonesia dan berlangsung secara daring.

Tim dari FMIPA UM yang beranggotakan Annida Khofiyyah (S1 Pendidikan IPA), IZ Fathma Agmadina (S1 Bioteknologi), dan Stevanus Purbadirja (S1 Pendidikan Biologi) mengusung karya penelitian berjudul “Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang sebagai Bioplastik Degradable untuk Alternatif Plastik Konvensional dalam Mendukung Program SDGs 12.” Karya ini mengangkat isu penting pengurangan limbah plastik dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah dan ramah lingkungan yaitu kulit pisang dan Mereka dibimbing langsung oleh dosen pembimbing, Dr. Dian Nugraheni, S.Pd, M.Sc.

Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen, dan kolaborasi antar anggota tim dalam melakukan riset dan persiapan presentasi. Pengalaman mengikuti kompetisi ini juga menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan riset, komunikasi ilmiah, serta kerja tim.

Prestasi ini semakin memperkuat posisi Universitas Negeri Malang sebagai institusi pendidikan tinggi yang siap mencetak lulusan berkompetensi tinggi yang peduli terhadap isu-isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Tim UM berharap hasil karya mereka bisa menginspirasi adik-adik mahasiswa untuk terus menggali potensi dan menghasilkan inovasi yang berdampak positif.

Selamat untuk tim Universitas Negeri Malang atas pencapaiannya yang mengharumkan nama kampus di kancah lomba biologi tingkat nasional.

Mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Malang Raih Juara 1 “KPP Mining Youth in Action” Lewat Inovasi Pakan Lobster dari Limbah Ikan Rucah

Mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Malang Raih Juara 1 “KPP Mining Youth in Action” Lewat Inovasi Pakan Lobster dari Limbah Ikan Rucah

Jakarta, 15 Juni 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM). Dalam ajang nasional KPP Mining Youth in Action pendanaan 2024, tim mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA UM) berhasil meraih Juara 1 tingkat mahasiswa melalui inovasi berkelanjutan bertajuk Pakan Lobster dari Limbah Ikan Rucah.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining) ini bertujuan mendorong kontribusi generasi muda dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan fokus pada empat bidang utama—Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Kewirausahaan—program ini terbuka bagi siswa dan mahasiswa di seluruh Indonesia.

Prof. Dr. Sentot Kusairi, M.Si., Wakil Dekan III FMIPA UM, hadir mewakili Rektor Universitas Negeri Malang dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Pamapersada Nusantara, Jakarta. Beliau menyampaikan apresiasi terhadap KPP Mining atas fasilitasi peran mahasiswa dalam pengembangan inovasi berorientasi keberlanjutan.

“Alhamdulillah, mahasiswa FMIPA UM mampu membuktikan bahwa riset sederhana namun aplikatif bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Inovasi ini juga memperlihatkan komitmen kami dalam mendukung pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab,” ujar Prof. Sentot.

Inovasi pakan alternatif untuk budidaya lobster ini dikembangkan dari limbah ikan rucah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Di bawah bimbingan Ibu Ajeng Daniarsih, M.Si., tim mahasiswa berhasil merumuskan produk yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan efisiensi dan produktivitas pembudidaya lobster di daerah pesisir.

Kegiatan puncak turut dihadiri oleh Presiden Direktur PT KPP Mining, Bapak Wahyu Widaryanto, serta pembicara kunci dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbudristek dan Perwakilan SDGs Indonesia. Selain penghargaan utama, tim FMIPA UM juga memperoleh dana pembinaan tambahan sebesar Rp15 juta rupiah.

Selain kompetisi, acara juga menampilkan pameran karya siswa dan mahasiswa terkait implementasi SDGs di bidang pengelolaan air, pengurangan limbah, kesehatan masyarakat, dan kewirausahaan sosial.

“Prestasi ini adalah cerminan kualitas akademik dan integritas sosial mahasiswa FMIPA UM. Kami akan terus mendorong kolaborasi riset dan inovasi menuju visi FMIPA UM sebagai fakultas terbaik di Asia Tenggara pada tahun 2030,” tegas Prof. Sentot.

Keberhasilan ini kembali menegaskan peran FMIPA UM sebagai salah satu pilar pengembangan inovasi ilmiah yang berdampak langsung pada masyarakat serta berkontribusi pada agenda pembangunan berkelanjutan nasional.

FMIPA HIJAU, BUMI LESTARI

FMIPA HIJAU, BUMI LESTARI

Malang, 5 Juni 2025 – Suasana berbeda tampak di lingkungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan tema “FMIPA HIJAU, BUMI LESTARI”. Ratusan sivitas akademika FMIPA berkumpul sejak pagi untuk mengikuti kegiatan penghijauan dan kerja bakti yang diadakan sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Acara yang digelar pada Rabu (5/6) ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali pentingnya keterlibatan aktif seluruh elemen kampus dalam menjaga bumi. Tidak hanya menjadi simbol semata, kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah nyata menuju terwujudnya Universitas Negeri Malang sebagai Green Campus.

Menanam Harapan: Simbolisasi dengan Pohon Langka

Kegiatan diawali dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Dekan FMIPA, Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si, yang menanam pohon kalpataru (Hura crepitans) di halaman depan gedung fakultas. Kalpataru, yang dikenal sebagai simbol kehidupan dan kelestarian, dipilih bukan tanpa alasan. Pohon ini mewakili harapan besar akan kampus yang lebih hijau, lebih lestari, dan lebih sehat.

Tidak ketinggalan, perwakilan mahasiswa juga turut serta dalam kegiatan simbolis ini dengan menanam pohon gaharu (Aquilaria malaccensis), yang dikenal sebagai salah satu pohon bernilai tinggi dan terancam punah. Kehadiran mahasiswa dalam aksi ini mencerminkan peran generasi muda sebagai penjaga masa depan bumi.

Setelah seremoni, seluruh peserta terlibat dalam penanaman pohon secara massal. Jenis-jenis pohon yang ditanam cukup beragam, mulai dari pohon buah seperti lengkeng, asam jawa, gowok, duku, hingga kedondong. Ada pula pohon konservasi seperti genitri yang memiliki nilai ekologis penting. Keragaman tanaman ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem mini yang kaya dan seimbang di lingkungan kampus.

Lebih dari Sekadar Simbol: Kerja Bakti dan Edukasi Lingkungan

Tidak berhenti di penanaman pohon, kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti bersama. Seluruh peserta, mulai dari dosen hingga mahasiswa, membersihkan area sekitar fakultas dan merawat tanaman yang sudah ada. Aktivitas ini bukan hanya tentang kebersihan fisik, tetapi juga sebagai bagian dari proses membangun kesadaran kolektif akan pentingnya perawatan lingkungan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Prof. Hadi Suwono menegaskan bahwa tindakan nyata jauh lebih berarti daripada sekadar wacana. Ia menekankan bahwa keberagaman jenis tanaman yang ditanam sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang stabil dan tahan terhadap perubahan lingkungan.

“Penanaman pohon-pohon yang beragam jenisnya sangat diperlukan, karena semakin beragam jenis pohon pada suatu ekosistem maka akan semakin stabil ekosistem tersebut,” tegasnya.

Komitmen Jangka Panjang: Green Campus dan SDGs

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan FMIPA dalam mendukung visi besar Universitas Negeri Malang sebagai Green Campus. Tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, aksi penghijauan ini diharapkan menjadi budaya hidup sivitas akademika FMIPA.

Lebih jauh, kegiatan ini juga merupakan wujud nyata dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-15, yang menyerukan perlindungan, pemulihan, dan pelestarian ekosistem daratan. Melalui langkah kecil namun konsisten ini, FMIPA menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari lingkungan sekitar.

Survei Biofisik dan Identifikasi Sumber Benih Awali Riset Inovatif Jaring Berbenih di Ruas Tol Mojokerto-Jombang

Survei Biofisik dan Identifikasi Sumber Benih Awali Riset Inovatif Jaring Berbenih di Ruas Tol Mojokerto-Jombang

Mojokerto, 23 Mei 2025 — Tim peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang (FMIPA UM) bersama Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE) BRIN melaksanakan survei awal biofisik, sumber benih, dan bahan baku dalam rangka pelaksanaan kegiatan penelitian bertajuk “Inovasi dan Aplikasi Jaring Berbenih (Seed Net) untuk Mencegah Erosi dan Meningkatkan Keberhasilan Revegetasi Tebing Terjal Akibat Pembukaan Jalan.”

Kegiatan yang berlangsung pada 20–22 Mei 2025 ini dilaksanakan di lokasi ruas jalan tol Mojokerto–Jombang, Jawa Timur, tepatnya pada area overpass milik PT Marga Harjasa Infrastructure (MHI) yang memiliki kemiringan lereng mencapai 60–70%. Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi antara FMIPA UM yang melibatkan Prof. Dr. Fatchur Rohman, M.Si. dari Departemen Pendidikan Biologi dan Indra Fardhani, S.Pd., M.Sc., M.I.L., Ph.D dari Departemen Pendidikan IPA dengan peneliti dari Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE BRIN) yaitu Dr. Enny Widyati, Sugeng Budiharta, Ph.D., Sri Een Hartatik, Ph.D., Dr. Titut Yulistyarini, dan Dr. Helbert. Penelitian ini memperoleh dukungan pendanaan dari program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM).

Survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi biofisik lereng serta sumber benih dan bahan baku lokal yang akan digunakan dalam pembuatan jaring berbenih (seed net). Jaring ini dirancang sebagai inovasi untuk menahan erosi tanah dan mendorong keberhasilan revegetasi alami pada lereng-lereng curam yang rentan longsor akibat pembangunan infrastruktur jalan.

Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari direksi dan manajemen PT MHI, yang menyambut baik riset kolaboratif ini sebagai langkah strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan di sektor infrastruktur.

Riset ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG’s), khususnya tujuan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 15 (Menjaga Ekosistem Darat). Inovasi ini diharapkan dapat menjadi model implementasi teknologi ekologis dalam pembangunan infrastruktur yang adaptif terhadap perubahan iklim serta berdampak positif bagi konservasi lingkungan.

Langkah selanjutnya dari penelitian ini adalah perancangan dan pemasangan jaring berbenih yang dijadwalkan akan dilakukan pada akhir tahun 2025, dengan harapan hasilnya dapat direplikasi pada lokasi-lokasi serupa di proyek infrastruktur lainnya di Indonesia di masa yang akan datang.

Chat