Malang – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) sukses menggelar acara Pelepasan dan Penguatan Soft Skill Wisudawan S1 FMIPA UM pada Selasa, 2 September 2025, di Aula FMIPA UM. Kegiatan ini menjadi bekal komprehensif bagi 300 calon wisudawan/wisudawati sebelum mereka memasuki dunia profesional dan masyarakat luas.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Wakil Dekan I FMIPA UM, Prof. Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si. Beliau menyampaikan apresiasi atas keberhasilan mahasiswa yang telah menempuh pendidikan di FMIPA UM.
Selanjutnya, Ketua Ikatan Alumni FMIPA UM, Prof. Dr. Muntholib, S.Pd., M.Si, menyampaikan rasa bangga (mongkog) atas prestasi para lulusan. Beliau membawakan tiga pesan utama, salah satunya menekankan bahwa gelar sarjana bukan jaminan pekerjaan, tetapi jaminan kemampuan berpikir, belajar, dan berinovasi.
Prof. Muntholib mengingatkan bahwa almamater adalah rumah intelektual yang membekali lulusan dengan iman, ilmu, keterampilan, dan sikap. Beliau berpesan agar alumni menjaga nama baik almamater dengan akhlak mulia, integritas, prestasi, kontribusi nyata di masyarakat, dan rendah hati. Prof. Muntholib juga mendorong alumni untuk menciptakan pekerjaan sendiri, seperti membangun startup atau berinovasi di bidang teknologi, mencontoh pengalaman para dosen yang juga memiliki usaha.
“Bila dalam perjalanan hidup di dunia nyata Saudara kehilangan tongkat atau tidak sadar tongkatnya tertukar, Saudara masih bisa berinteraksi dengan Ikatan Alumni FMIPA UM,” pesannya, menegaskan bahwa IKA menjadi saluran interaksi pasca-kampus.
Penguatan Soft Skill: Strategi Menghadapi Fase Transisi
Sesi inti pembekalan disampaikan oleh Dr. Hetti Rahmawati, S.Psi, M.Si, dari Pusat Bimbingan Konseling, Karier, dan Kewirausahaan (PBK3) UM, dengan materi “Membangun Kesiapan dan Produktivitas Paska Wisuda”. Dr. Hetti menekankan fakta kunci bahwa IPK penting, tetapi soft skills lebih menentukan keberhasilan jangka panjang.
Beliau menguraikan employability skills berdasarkan tiga jalur utama karier:
- Kesiapan Kerja: Membutuhkan komunikasi efektif (menyampaikan ide ilmiah ke bahasa praktis), kolaborasi, problem solving & critical thinking, dan adaptability.
- Kesiapan Wirausaha: Memerlukan entrepreneurial mindset (berani ambil risiko), networking, dan manajemen waktu.
- Kesiapan Studi Lanjut: Menuntut research skills, resilience, dan lifelong learning.
Dr. Hetti mendorong wisudawan untuk menyusun Personal Development Plan (PDP) dan membangun Career Identity sebagai kompas hidup karier. Lulusan diajak untuk memanfaatkan Prinsip 70-20-10 untuk kesiapan: 70% dari pengalaman nyata, 20% dari mentoring dan networking, dan 10% dari pembelajaran formal.