Kolaborasi Pendidikan: Departemen Matematika UM dan Universitas PGRI Silampari Teken MoU untuk Penguatan Akademik

Kolaborasi Pendidikan: Departemen Matematika UM dan Universitas PGRI Silampari Teken MoU untuk Penguatan Akademik

Malang, 25 April 2025 – Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) sukses menyelenggarakan kegiatan Studi Banding dan Kuliah Lapangan Program Studi Pendidikan Matematika yang dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas PGRI Silampari, Sumatera Selatan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung B20 FMIPA UM lantai 2 pada Jumat, 25 April 2025.

Kegiatan dimulai dengan sambutan hangat dari Sekretaris Departemen Matematika FMIPA UM, Dr. Mochammad Hafiizh, S.Pd., M.Si., yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan Universitas PGRI Silampari.

“Selamat datang di FMIPA UM, khususnya di Departemen Matematika. Kami menyambut baik kehadiran Bapak Drajat Friansah, S.Si., M.Pd., Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Silampari, beserta para dosen dan mahasiswa. Semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk kerja sama jangka panjang,” ujarnya.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Drajat Friansah, S.Si., M.Pd., yang mengungkapkan harapannya terhadap sinergi antar institusi.

“Kami berharap kegiatan ini mampu memperluas wawasan melalui pertukaran perspektif akademik, khususnya dalam mendukung capaian pembelajaran mahasiswa dan pengembangan program kekaryaan. Kolaborasi seperti ini selaras dengan tujuan peningkatan quality education yang kita upayakan bersama,” katanya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang terbagi menjadi dua kelompok: mahasiswa dan dosen. Para mahasiswa dari kedua institusi berdiskusi di aula bersama Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika Vektor) FMIPA UM. Diskusi ini dibuka oleh Ketua Umum Himatika Vektor, Hafizhah Fadhilah W.R., yang memaparkan struktur organisasi, program kerja, serta profil akademik Prodi Matematika FMIPA UM. Sesi ini berlangsung interaktif dengan adanya tanya jawab seputar kegiatan kemahasiswaan dan akademik.

Sementara itu, para dosen dari kedua universitas melakukan diskusi terpisah di ruang rapat lantai 1, membahas peluang kolaborasi di bidang kurikulum, riset bersama, serta pertukaran dosen dan mahasiswa.

Puncak acara ditandai dengan penandatanganan MoU antara Departemen Matematika FMIPA UM dan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Silampari. MoU ini menjadi tonggak awal bagi kerja sama strategis di bidang pendidikan dan penelitian matematika.

Kegiatan ditutup dengan sesi pemberian cinderamata dan foto bersama sebagai bentuk penghargaan dan pengingat atas kerja sama yang terjalin.

Dengan terjalinnya kolaborasi ini, kedua institusi berharap dapat memperkuat kualitas pendidikan matematika melalui pertukaran gagasan, sumber daya, dan inovasi pembelajaran.

Merajut Kebersamaan dan Integritas di Tengah Semangat Ramadhan: FMIPA UM Gelar Kuliah Umum Bersama Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag.

Merajut Kebersamaan dan Integritas di Tengah Semangat Ramadhan: FMIPA UM Gelar Kuliah Umum Bersama Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag.

Malang — Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan menyelimuti Aula FMIPA Universitas Negeri Malang pada Selasa, 15 April 2025. Dalam momentum yang istimewa ini, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UM menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Merajut Kebersamaan melalui Silaturrahim dan Meneguhkan Integritas Kinerja: Sinergi Sivitas FMIPA UM dalam Membangun Fakultas yang Bermartabat.”

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber inspiratif, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag., yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor IV bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sosok beliau dikenal luas sebagai akademisi sekaligus pemimpin yang sarat dengan nilai-nilai keislaman, integritas, dan semangat membangun sinergi lintas institusi.

Dalam paparannya, Dr. Isroqunnajah menekankan pentingnya membangun budaya silaturrahim yang tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi fondasi dalam memperkuat kolaborasi antar sivitas akademika. “Kebersamaan itu bukan hanya hadir secara fisik, tetapi juga menyatu dalam visi dan komitmen yang sama untuk membangun lembaga yang unggul dan bermartabat,” ujarnya dengan penuh semangat.

Lebih dari sekadar kuliah umum, kegiatan ini juga menjadi momen reflektif yang sangat relevan dengan semangat Ramadhan. Nuansa hijau dan ornamen islami yang menghiasi backdrop acara menambah khidmat suasana, seakan mengajak seluruh peserta untuk menyatukan hati dan pikiran demi kebaikan bersama. Kehadiran dosendan tenaga kependidikan dalam Aula FMIPA menunjukkan bahwa FMIPA UM terus menumbuhkan budaya akademik yang hangat dan inklusif.

Melalui kuliah umum ini, FMIPA UM tidak hanya membangun wacana akademik, tetapi juga memperkuat jalinan emosional antar anggotanya. Harapannya, semangat silaturrahim dan integritas yang ditegaskan dalam kegiatan ini dapat menjadi bahan bakar bagi seluruh elemen fakultas dalam melangkah ke masa depan yang lebih gemilang—sebuah fakultas yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan kemanusiaan.

Laboratorium Mineral dan Material Maju FMIPA UM Raih Sertifikasi Internasional ISO/IEC 17025:2017 dari KAN

Laboratorium Mineral dan Material Maju FMIPA UM Raih Sertifikasi Internasional ISO/IEC 17025:2017 dari KAN

Malang – Universitas Negeri Malang (UM) kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui Laboratorium Mineral dan Material Maju yang berada di bawah naungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Laboratorium tersebut secara resmi mendapatkan Sertifikat Akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor registrasi LP-1398-IDN, sebagai perpanjangan dari akreditasi sebelumnya.

Dengan masa berlaku akreditasi mulai 22 April 2025 – 21 April 2030, Sertifikat Akreditasi ini menjadi penegasan bahwa Laboratorium Mineral dan Material Maju FMIPA UM telah memenuhi standar mutu internasional SNI ISO/IEC 17025:2017. Sertifikat Akreditasi yang diperoleh tahun ini juga merupakan salah satu bentuk pengakuan global terhadap kompetensi teknis dan sistem manajemen mutu laboratorium pengujian.

Prof. Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D., sekalu Kepala Laboratorium menyampaikan, “Akreditasi ini merupakan bukti konkret atas komitmen Universitas Negeri Malang dalam menjaga standar tertinggi layanan pengujian serta integritas dalam riset ilmiah,” sembari menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah bekerja keras dalam proses perpanjangan akreditasi ini.
Dosen Departemen Departemen Kimia FMIPA UM ini juga menambahkan,“Kami akan tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu layanan dan memperluas cakupan pengujian, sejalan dengan kebutuhan riset dan inovasi yang semakin kompleks di era global,”

Standar Internasional untuk Mutu dan Profesionalisme

SNI ISO/IEC 17025:2017 merupakan standar global yang menetapkan persyaratan umum untuk kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa laboratorium tidak hanya memiliki fasilitas yang memadai dan tenaga ahli yang kompeten, tetapi juga telah menerapkan sistem manajemen mutu yang diakui secara internasional.

Dengan akreditasi ini, Laboratorium Mineral dan Material Maju dapat menjamin keakuratan hasil pengujian serta keandalan metode yang digunakan—faktor yang sangat penting dalam mendukung riset ilmiah, pengembangan teknologi, dan layanan industri.

Kontribusi bagi Dunia Akademik dan Industri

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan peran UM sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang unggul dan berdaya saing tinggi. Laboratorium ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanannya, tidak hanya untuk mendukung kegiatan riset sivitas akademika, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi pelaku industri, lembaga pemerintahan, dan institusi penelitian lainnya.

Apresiasi atas Kolaborasi dan Dedikasi

Pencapaian ini tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara seluruh elemen laboratorium, dukungan penuh sivitas akademika FMIPA UM, serta kontribusi para mitra kerja yang terus mendorong perbaikan berkelanjutan. Laboratorium Mineral dan Material Maju akan terus melakukan inovasi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta menjaga integritas ilmiah dalam setiap layanannya.

Melalui akreditasi ini, Universitas Negeri Malang menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan terpercaya dalam mendukung kemajuan riset dan teknologi di Indonesia.

Angkat Kearifan Lokal dalam Dunia Pendidikan, Dr. Rikardus Herak Persembahkan Model Pembelajaran Biologi Inovatif

Angkat Kearifan Lokal dalam Dunia Pendidikan, Dr. Rikardus Herak Persembahkan Model Pembelajaran Biologi Inovatif

Malang – Di tengah arus globalisasi yang begitu cepat, upaya melestarikan nilai-nilai lokal dalam dunia pendidikan menjadi semakin penting. Hal inilah yang mendorong Dr. Rikardus Herak, S.Pd., M.Pd., dosen Universitas Katolik Widya Mandira, untuk mengembangkan model pembelajaran biologi yang berakar pada budaya lokal dalam studi doktoralnya di Universitas Negeri Malang.

Setelah menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Program Studi Pendidikan Biologi, Dr. Rikardus menyampaikan bahwa motivasi utamanya adalah keinginan untuk memberikan kontribusi lebih luas dalam pengembangan pendidikan sains di Indonesia, terutama dalam menghadirkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.

“Saya ingin menjadi akademisi yang bukan hanya mengajar, tetapi juga berkontribusi melalui riset dan inovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran biologi,” ujarnya saat diwawancarai.

Perjalanan Akademik Penuh Tantangan

Menempuh pendidikan doktoral bukanlah hal yang mudah. Dr. Rikardus menuturkan bahwa proses tersebut penuh dengan tantangan, terutama dalam merancang penelitian yang aplikatif, mengelola waktu secara efektif, hingga menuntaskan berbagai tugas akademik yang menuntut kedalaman berpikir dan ketelitian tinggi.

Namun, lingkungan akademik yang suportif serta bimbingan dari para dosen membuatnya mampu menghadapi masa-masa sulit selama studi. Diskusi dengan sesama mahasiswa dan kerja kolaboratif juga menjadi kekuatan yang memperkaya perjalanan akademiknya.

“Tantangan yang saya hadapi justru menjadi pendorong untuk terus belajar, tumbuh, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk pendidikan di Indonesia,” tambahnya.

Disertasi Berbasis Kearifan Lokal PENTI

Salah satu kontribusi terpenting dari studi doktoral Dr. Rikardus adalah disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal PENTI untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif, Mengatasi Miskonsepsi, dan Memberdayakan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMA.”

Model pembelajaran ini mengintegrasikan nilai-nilai budaya Manggarai, Flores, khususnya melalui tradisi lokal Penti yang mengajarkan kerja sama, tanggung jawab, dan kebijaksanaan. PENTI—sebagai upacara adat syukuran atas hasil panen dan harapan masa depan—menjadi metafora pendidikan yang tidak hanya menekankan pencapaian kognitif, tetapi juga penguatan nilai dan karakter.

Dr. Rikardus menjelaskan bahwa pendekatan ini dapat meningkatkan relevansi pembelajaran bagi siswa, mengatasi miskonsepsi ilmiah yang sering muncul, serta mengasah kemampuan berpikir kreatif—sebuah keterampilan penting di abad ke-21.

“Melalui integrasi kearifan lokal, siswa belajar tidak hanya dari buku, tetapi juga dari akar budaya mereka sendiri. Ini menciptakan pembelajaran yang lebih hidup dan bermakna,” tuturnya.

Pengalaman Tak Terlupakan: Uji Model di Lapangan

Salah satu momen paling membekas bagi Dr. Rikardus adalah saat melakukan uji coba model pembelajaran PENTI di beberapa SMA. Ia menyaksikan secara langsung bagaimana pendekatan tersebut berhasil meningkatkan keterlibatan siswa dan memberikan dampak signifikan terhadap pemahaman konsep biologi.

“Melihat siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan mampu memahami materi dengan lebih baik adalah pencapaian yang luar biasa. Saya merasa penelitian ini benar-benar menyentuh kebutuhan mereka,” katanya penuh haru.

Kiat untuk Generasi Akademisi Muda

Kepada mahasiswa biologi di berbagai jenjang—baik S1, S2, maupun S3—Dr. Rikardus membagikan sejumlah kiat penting: kuasai dasar ilmu biologi secara menyeluruh, kembangkan kemampuan riset sejak dini, dan latih keterampilan berpikir kritis serta menulis ilmiah.

Ia juga menekankan pentingnya manajemen waktu yang efektif serta kerja sama dengan pembimbing dan rekan sejawat sebagai bagian dari proses akademik yang sehat dan produktif.

Bagi yang bercita-cita menempuh jenjang doktoral, ia berpesan agar mereka menyiapkan mental dan semangat yang kuat.

“Pilihlah topik yang sesuai dengan minat dan passion Anda. Tantangan di jenjang doktoral sangat besar, tetapi jika kita mengerjakan sesuatu yang kita cintai, maka semua rintangan bisa diatasi dengan lebih mudah,” jelasnya.

Pendidikan yang Berakar dan Berkembang

Apa yang dilakukan Dr. Rikardus Herak bukan hanya bentuk keberhasilan akademik semata, tetapi juga refleksi dari upaya membangun jembatan antara ilmu pengetahuan modern dan nilai-nilai budaya lokal. Karyanya menjadi bukti bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang tidak melupakan akar, tetapi justru menumbuhkannya untuk menjangkau masa depan yang lebih cerah.

Dengan semangat yang tak padam, ia terus mendorong lahirnya pendekatan-pendekatan pembelajaran yang lebih inklusif, relevan, dan bermakna bagi generasi penerus bangsa.

MA Negeri 2 Kota Malang Kunjungi FMIPA UM: Pererat Kerja Sama, Bangkitkan Semangat Sains

MA Negeri 2 Kota Malang Kunjungi FMIPA UM: Pererat Kerja Sama, Bangkitkan Semangat Sains

Malang, 17 April 2025 – MA Negeri 2 Kota Malang melaksanakan kunjungan edukatif ke Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM), Kamis (17/04), bertempat di Aula Gedung B20 Lantai 2 FMIPA UM. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat belajar sains di kalangan siswa sekaligus mempererat kerja sama antar lembaga pendidikan dalam rangka mendukung pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Rombongan MA Negeri 2 Kota Malang dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Anita Yusianti, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan berharga tersebut, serta harapan agar kunjungan ini menjadi awal kerja sama yang lebih erat.

“Kami sangat bersyukur atas kesempatan ini. Bagi saya pribadi, datang ke FMIPA UM seperti pulang ke rumah, karena saya juga pernah menimba ilmu di sini. Semoga kerja sama ini terus terjalin dan membuka jalan bagi para siswa MA Negeri 2 untuk melanjutkan studi di FMIPA UM,” tuturnya.

Rombongan disambut langsung oleh Wakil Dekan III FMIPA UM, Prof. Dr. Sentot Kusairi, S.Pd., M.Si., yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.

“Kami merasa terhormat menerima kunjungan dari siswa-siswi MA Negeri 2 Kota Malang. Semoga kegiatan ini menjadi jembatan untuk memperkenalkan dunia akademik sains sejak dini dan menjadi inspirasi untuk masa depan mereka,” ujar Prof. Sentot.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi presentasi ilmiah dari perwakilan empat departemen di lingkungan FMIPA UM. Setiap sesi dirancang untuk mengenalkan bidang-bidang keilmuan yang ada, serta memotivasi siswa agar lebih mengenal potensi dan prospek studi di bidang sains.

1. Departemen Kimia

Sesi pertama dibawakan oleh Bapak Husni Wahyu Wijaya, S.Pd., M.Si., Ph.D., selaku Sekretaris Departemen Kimia sekaligus Ketua Program Studi S1 Pendidikan Kimia. Beliau memaparkan struktur akademik, fasilitas laboratorium, serta fokus penelitian Departemen Kimia.

“Kami mendorong mahasiswa untuk aktif dalam riset dan pengembangan keilmuan yang berdampak bagi masyarakat. Kimia bukan hanya rumus di papan tulis, tetapi juga solusi nyata bagi berbagai persoalan kehidupan,” jelasnya.

2. Departemen Pendidikan IPA

Sesi berikutnya disampaikan oleh Kepala Laboratorium Prodi Pendidikan IPA, Bapak Indra Fardhani, S.Pd., M.Sc., M.I.L., Ph.D., yang menjelaskan peran strategis pendidikan IPA dalam mengintegrasikan sains dasar dengan pendekatan pembelajaran yang kontekstual.

“Pendidikan IPA tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk cara berpikir ilmiah yang kritis, kreatif, dan solutif terhadap persoalan nyata,” ungkapnya.

3. Departemen Sains Terapan (Bioteknologi)

Ketua Departemen Sains Terapan, Prof. Dr. Evi Susanti, S.Si., M.Si., memaparkan perkembangan pesat di bidang bioteknologi dan kontribusinya dalam riset-riset aplikatif.

“Melalui berbagai riset dan eksperimen, kami terus berinovasi menciptakan solusi di bidang kesehatan, lingkungan, dan pangan. Tantangan justru menjadi pemantik munculnya inovasi-inovasi baru yang bermanfaat,” ujarnya.

4. Departemen Fisika

Sesi terakhir disampaikan oleh Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Departemen dan Ketua Prodi S1 Fisika. Ia menekankan pentingnya fisika dalam menjawab berbagai tantangan global melalui pendekatan ilmiah yang berbasis riset.

“Fisika bukan hanya teori dalam buku. Ilmu ini hadir dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan dunia nyata. Mari kita jadikan sains sebagai alat untuk membangun masa depan,” kata Prof. Taufiq.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif antara siswa dan para pemateri, diikuti pemberian cinderamata dari MA Negeri 2 Kota Malang kepada pihak FMIPA UM sebagai simbol apresiasi dan kenang-kenangan. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama yang menjadi penanda kebersamaan dan semangat kolaboratif antar institusi.

Kunjungan ini diharapkan mampu memberikan inspirasi serta wawasan baru kepada para siswa mengenai pentingnya ilmu pengetahuan, khususnya di bidang sains. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menjalin sinergi antara pendidikan menengah dan perguruan tinggi untuk mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Chat