Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Mendukung Program SDGs 12

Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Mendukung Program SDGs 12

Universitas Negeri Malang (UM) kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Tiga mahasiswa UM berhasil meraih Juara Dua dan Juara Favorit dalam lomba Biology Competition yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (BEM FMIPA) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tahun 2025. Kompetisi yang mengangkat tema inovasi biologi ini diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dari seluruh Indonesia dan berlangsung secara daring.

Tim dari FMIPA UM yang beranggotakan Annida Khofiyyah (S1 Pendidikan IPA), IZ Fathma Agmadina (S1 Bioteknologi), dan Stevanus Purbadirja (S1 Pendidikan Biologi) mengusung karya penelitian berjudul “Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang sebagai Bioplastik Degradable untuk Alternatif Plastik Konvensional dalam Mendukung Program SDGs 12.” Karya ini mengangkat isu penting pengurangan limbah plastik dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah dan ramah lingkungan yaitu kulit pisang dan Mereka dibimbing langsung oleh dosen pembimbing, Dr. Dian Nugraheni, S.Pd, M.Sc.

Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen, dan kolaborasi antar anggota tim dalam melakukan riset dan persiapan presentasi. Pengalaman mengikuti kompetisi ini juga menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan riset, komunikasi ilmiah, serta kerja tim.

Prestasi ini semakin memperkuat posisi Universitas Negeri Malang sebagai institusi pendidikan tinggi yang siap mencetak lulusan berkompetensi tinggi yang peduli terhadap isu-isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Tim UM berharap hasil karya mereka bisa menginspirasi adik-adik mahasiswa untuk terus menggali potensi dan menghasilkan inovasi yang berdampak positif.

Selamat untuk tim Universitas Negeri Malang atas pencapaiannya yang mengharumkan nama kampus di kancah lomba biologi tingkat nasional.

Mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Malang Raih Juara 1 “KPP Mining Youth in Action” Lewat Inovasi Pakan Lobster dari Limbah Ikan Rucah

Mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Malang Raih Juara 1 “KPP Mining Youth in Action” Lewat Inovasi Pakan Lobster dari Limbah Ikan Rucah

Jakarta, 15 Juni 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM). Dalam ajang nasional KPP Mining Youth in Action pendanaan 2024, tim mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA UM) berhasil meraih Juara 1 tingkat mahasiswa melalui inovasi berkelanjutan bertajuk Pakan Lobster dari Limbah Ikan Rucah.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining) ini bertujuan mendorong kontribusi generasi muda dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan fokus pada empat bidang utama—Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Kewirausahaan—program ini terbuka bagi siswa dan mahasiswa di seluruh Indonesia.

Prof. Dr. Sentot Kusairi, M.Si., Wakil Dekan III FMIPA UM, hadir mewakili Rektor Universitas Negeri Malang dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Pamapersada Nusantara, Jakarta. Beliau menyampaikan apresiasi terhadap KPP Mining atas fasilitasi peran mahasiswa dalam pengembangan inovasi berorientasi keberlanjutan.

“Alhamdulillah, mahasiswa FMIPA UM mampu membuktikan bahwa riset sederhana namun aplikatif bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Inovasi ini juga memperlihatkan komitmen kami dalam mendukung pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab,” ujar Prof. Sentot.

Inovasi pakan alternatif untuk budidaya lobster ini dikembangkan dari limbah ikan rucah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Di bawah bimbingan Ibu Ajeng Daniarsih, M.Si., tim mahasiswa berhasil merumuskan produk yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan efisiensi dan produktivitas pembudidaya lobster di daerah pesisir.

Kegiatan puncak turut dihadiri oleh Presiden Direktur PT KPP Mining, Bapak Wahyu Widaryanto, serta pembicara kunci dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbudristek dan Perwakilan SDGs Indonesia. Selain penghargaan utama, tim FMIPA UM juga memperoleh dana pembinaan tambahan sebesar Rp15 juta rupiah.

Selain kompetisi, acara juga menampilkan pameran karya siswa dan mahasiswa terkait implementasi SDGs di bidang pengelolaan air, pengurangan limbah, kesehatan masyarakat, dan kewirausahaan sosial.

“Prestasi ini adalah cerminan kualitas akademik dan integritas sosial mahasiswa FMIPA UM. Kami akan terus mendorong kolaborasi riset dan inovasi menuju visi FMIPA UM sebagai fakultas terbaik di Asia Tenggara pada tahun 2030,” tegas Prof. Sentot.

Keberhasilan ini kembali menegaskan peran FMIPA UM sebagai salah satu pilar pengembangan inovasi ilmiah yang berdampak langsung pada masyarakat serta berkontribusi pada agenda pembangunan berkelanjutan nasional.

FMIPA HIJAU, BUMI LESTARI

FMIPA HIJAU, BUMI LESTARI

Malang, 5 Juni 2025 – Suasana berbeda tampak di lingkungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan tema “FMIPA HIJAU, BUMI LESTARI”. Ratusan sivitas akademika FMIPA berkumpul sejak pagi untuk mengikuti kegiatan penghijauan dan kerja bakti yang diadakan sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Acara yang digelar pada Rabu (5/6) ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali pentingnya keterlibatan aktif seluruh elemen kampus dalam menjaga bumi. Tidak hanya menjadi simbol semata, kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah nyata menuju terwujudnya Universitas Negeri Malang sebagai Green Campus.

Menanam Harapan: Simbolisasi dengan Pohon Langka

Kegiatan diawali dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Dekan FMIPA, Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si, yang menanam pohon kalpataru (Hura crepitans) di halaman depan gedung fakultas. Kalpataru, yang dikenal sebagai simbol kehidupan dan kelestarian, dipilih bukan tanpa alasan. Pohon ini mewakili harapan besar akan kampus yang lebih hijau, lebih lestari, dan lebih sehat.

Tidak ketinggalan, perwakilan mahasiswa juga turut serta dalam kegiatan simbolis ini dengan menanam pohon gaharu (Aquilaria malaccensis), yang dikenal sebagai salah satu pohon bernilai tinggi dan terancam punah. Kehadiran mahasiswa dalam aksi ini mencerminkan peran generasi muda sebagai penjaga masa depan bumi.

Setelah seremoni, seluruh peserta terlibat dalam penanaman pohon secara massal. Jenis-jenis pohon yang ditanam cukup beragam, mulai dari pohon buah seperti lengkeng, asam jawa, gowok, duku, hingga kedondong. Ada pula pohon konservasi seperti genitri yang memiliki nilai ekologis penting. Keragaman tanaman ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem mini yang kaya dan seimbang di lingkungan kampus.

Lebih dari Sekadar Simbol: Kerja Bakti dan Edukasi Lingkungan

Tidak berhenti di penanaman pohon, kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti bersama. Seluruh peserta, mulai dari dosen hingga mahasiswa, membersihkan area sekitar fakultas dan merawat tanaman yang sudah ada. Aktivitas ini bukan hanya tentang kebersihan fisik, tetapi juga sebagai bagian dari proses membangun kesadaran kolektif akan pentingnya perawatan lingkungan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Prof. Hadi Suwono menegaskan bahwa tindakan nyata jauh lebih berarti daripada sekadar wacana. Ia menekankan bahwa keberagaman jenis tanaman yang ditanam sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang stabil dan tahan terhadap perubahan lingkungan.

“Penanaman pohon-pohon yang beragam jenisnya sangat diperlukan, karena semakin beragam jenis pohon pada suatu ekosistem maka akan semakin stabil ekosistem tersebut,” tegasnya.

Komitmen Jangka Panjang: Green Campus dan SDGs

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan FMIPA dalam mendukung visi besar Universitas Negeri Malang sebagai Green Campus. Tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, aksi penghijauan ini diharapkan menjadi budaya hidup sivitas akademika FMIPA.

Lebih jauh, kegiatan ini juga merupakan wujud nyata dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-15, yang menyerukan perlindungan, pemulihan, dan pelestarian ekosistem daratan. Melalui langkah kecil namun konsisten ini, FMIPA menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari lingkungan sekitar.

Kuliah tamu “Biotechcorner Guest Lecture” hadirkan akademisi UMT di FMIPA UM

Kuliah tamu “Biotechcorner Guest Lecture” hadirkan akademisi UMT di FMIPA UM

Malang, 29 April 2025 – Departemen Sains Terapan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Malang (UM), sukses menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk Biotechcorner Guest Lecture. Acara ini menghadirkan dua narasumber dari Universitas Malaysia Terengganu (UMT) yang merupakan pakar di bidang biologi molekuler dan bioteknologi.

Narasumber pertama, Dr. Shahidee Bin Zainal Abidin, merupakan dosen senior di bidang Biologi Genetika, Molekuler, dan Ilmu Saraf. Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Muhamad Fairus Bin Noor Hassim, adalah dosen senior di bidang Biologi dan Biologi Komputasi.

Kuliah tamu ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap isu-isu ilmiah terkini, termasuk pengelolaan perkebunan kelapa sawit—topik yang tengah menjadi perhatian global, khususnya di negara-negara berkembang. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat mempelajari praktik terbaik dari luar negeri dan mengikuti perkembangan global yang relevan dengan bidang sains terapan dan bioteknologi.

Acara dibuka oleh Ketua Departemen Sains Terapan FMIPA UM, Prof. Dr. Evi Susanti, S.Si., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara FMIPA UM dan UMT.

“Saya, atas nama FMIPA UM dan Departemen Sains Terapan, mengucapkan selamat datang kepada para narasumber dari UMT. Kami bersyukur atas terlaksananya program student mobility antara Departemen Biologi Universiti Malaysia Terengganu dan Program Studi Bioteknologi Universitas Negeri Malang. Melalui program ini, kita dapat terus mempererat hubungan antar institusi,” ujar Prof. Evi.

Sesi materi dimulai dengan paparan dari Dr. Shahidee Bin Zainal Abidin yang membahas tema “The Gut Microbiota and Alzheimer’s Disease”, yang mengupas keterkaitan antara mikrobiota usus dengan perkembangan penyakit Alzheimer. Kemudian dilanjutkan oleh Dr. Muhamad Fairus Bin Noor Hassim yang mempresentasikan materi bertajuk “Multiverse of Ode-ness: Forecasting Probability of Malaysian Deforestation Caused by Oil Palm Plantation Expansion Based on 11 Years Historical Data”. Presentasi ini menyoroti dampak ekspansi kelapa sawit terhadap deforestasi di Malaysia, berdasarkan data selama lebih dari satu dekade.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, dilanjutkan dengan pemberian cinderamata kepada para narasumber, serta sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kegiatan.

Dengan terselenggaranya kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa FMIPA UM semakin termotivasi untuk aktif dalam kegiatan riset, magang internasional, serta menjalin kolaborasi ilmiah di tingkat global.

Chat