0341-552180 [email protected]
Kunjungan UM dan UTM ke Konservasi Mangrove Pulau Kukup

Kunjungan UM dan UTM ke Konservasi Mangrove Pulau Kukup

Departemen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang (UM) melakukan kunjungan ke Pulau Kukup, Johor Bahru, Malaysia pada 7 September. Kegiatan ini diikuti oleh 2 dosen dan 13 mahasiswa dari UM, serta 2 dosen dan 8 mahasiswa dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan, terutama ekosistem bakau, yang merupakan salah satu penyangga utama ekosistem pesisir.

Pulau Kukup adalah salah satu konservasi mangrove terbesar di dunia yang tidak berpenghuni. Pulau ini memiliki ekosistem unik yang sangat penting bagi kelestarian lingkungan global. Selama kunjungan, para peserta diajak untuk melihat secara langsung bagaimana ekosistem mangrove berfungsi sebagai habitat bagi berbagai spesies hewan laut dan burung migran. Selain itu, mereka juga diberikan penjelasan mendalam tentang peran penting mangrove dalam mengurangi dampak perubahan iklim melalui penyerapan karbon dioksida (CO2).

Untuk menuju ke Pulau Kukup, para peserta menaiki perahu dari pelabuhan terdekat. Setibanya di pulau, mereka mengikuti tur yang dipandu oleh pemandu lokal yang memiliki keahlian dalam ekosistem mangrove dan budaya setempat. Pemandu tersebut menjelaskan keanekaragaman hayati di pulau dan tantangan yang dihadapi dalam upaya pelestarian mangrove.

Konservasi mangrove di Pulau Kukup berkontribusi terhadap beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 13 tentang tindakan terhadap perubahan iklim dan SDG 14 mengenai kehidupan di bawah air. Mangrove tidak hanya berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim dengan menyerap karbon, tetapi juga menjadi habitat bagi berbagai spesies laut yang krusial untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan para peserta dapat memahami lebih dalam tentang pentingnya pelestarian mangrove dan menerapkan pengetahuan ini di lingkungan masing-masing. Kegiatan semacam ini juga diharapkan dapat membangun kolaborasi antara institusi pendidikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu lingkungan yang mendesak.

Dosen FMIPA UM Melaksanakan Penelitian Tentang Ekologi Tumbuhan Pala Jawa dengan Dana Hibah Internasional Keidanren dari Jepang

Dosen FMIPA UM Melaksanakan Penelitian Tentang Ekologi Tumbuhan Pala Jawa dengan Dana Hibah Internasional Keidanren dari Jepang

Dosen FMIPA UM melaksanakan penelitian ekologi Pala Jawa di Pulau Sempu pada tanggal 27-29 Agustus 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki faktor-faktor ekologi yang memengaruhi kehidupan dan pertumbuhan tumbuhan Pala Jawa, yang kini berstatus terancam punah.

Selanjutnya, tiga orang dosen FMIPA UM terlibat dalam kegiatan ini. Mereka adalah Prof. Dr. Fatchur Rohman, M.Si dan Mardiana Lelitawati, S.Si., M.Si. dari Departemen Biologi, serta Indra Fardhani, S.Pd. M.Sc. M.I.L., Ph.D. dari Departemen Pendidikan IPA. Mereka melaksanakan pengambilan data di Pulau Sempu, Jawa Timur.

Selain itu, penelitian ini juga melibatkan tiga peneliti dari Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi – BRIN. Mereka adalah Sri Een Hartatik, M.I.L., M.Sc., Ph.D. selaku ketua tim, Dr. Enny Widyati, dan Sugeng Budiharta, Ph.D. Kerja sama ini bertujuan untuk menyelidiki ekologi tumbuhan Pala Jawa (Myristica teysmannii Miq.), yang kini berstatus terancam punah.

Di sisi lain, Pala Jawa adalah salah satu spesies tumbuhan langka yang hanya ditemukan di beberapa wilayah Indonesia. Oleh karena itu, kondisi alam Pulau Sempu menjadi habitat penting bagi kelangsungan hidup spesies ini. Dalam penelitian ini, tim peneliti fokus pada faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan reproduksi Pala Jawa. Ini mencakup iklim, kondisi tanah, serta interaksi dengan flora dan fauna setempat. Dengan demikian, data yang dikumpulkan diharapkan dapat menghasilkan strategi konservasi yang efektif, baik secara in situ (di habitat asli) maupun ex situ (di luar habitat asli).

Lebih lanjut, penelitian ini didanai sepenuhnya oleh Keidanren Nature Conservation Council (KNCC) dengan hibah sebesar 980.000 yen atau sekitar Rp 100 juta. Di samping itu, dukungan penuh juga datang dari BBKSDA Jawa Timur. Mereka memberikan izin dan menyediakan berbagai fasilitas untuk memperlancar kegiatan di lapangan.

Melalui penelitian ini, FMIPA UM berkontribusi nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Fokusnya adalah tujuan ke-15 yaitu “life on land,” yang berkaitan dengan konservasi dan keberlanjutan ekosistem daratan. Diharapkan bahwa hasil penelitian ini juga akan membuka peluang untuk penelitian lanjutan. Ini akan mencakup potensi tumbuhan Pala Jawa dalam bidang farmasi, pangan, dan lainnya.

Kuliah Umum Biokonservasi Tumbuhan Langka Pulau Jawa

Kuliah Umum Biokonservasi Tumbuhan Langka Pulau Jawa

Kuliah Umum Biokonservasi Tumbuhan Langka Pulau Jawa: Langkah Penting Pelestarian Keanekaragaman Hayati Indonesia

                   Narasumber dan seluruh peserta kuliah umum berpose bersama

Malang, 13 September 2024 – Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) sukses menyelenggarakan kuliah umum bertema “Biokonservasi Tumbuhan Langka Pulau Jawa” pada Jumat (13/9). Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Mokhamad Nur Zaman, S.Si., M.Ling., Koordinator Program Forum Pohon Langka Indonesia (FPLI), dan Dr. Iyan Robiansyah, peneliti BRIN sekaligus anggota FPLI. Kuliah umum ini diadakan di Gedung Kuliah Bersama (GKB) F-MIPA UM dan dimoderatori oleh Maisuna Kundariati, M.Pd., mahasiswa S3 Pendidikan Biologi UM.

Tujuan utama kuliah umum ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melestarikan tumbuhan langka dan endemik di Pulau Jawa. Acara ini diikuti oleh mahasiswa UM yang menempuh mata kuliah Biokonservasi, Ekologi dan Manajemen Lingkungan, serta Pengelolaan Sumber Daya Alam dari jenjang S1 hingga S3. Tidak hanya terbatas pada mahasiswa UM, acara ini juga terbuka untuk umum, sehingga turut dihadiri peserta dari kampus lain.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Fatchur Rohman, M.Si., selaku dosen yang mengampu mata kuliah tersebut, menegaskan akan pentingnya konservasi sumber daya alam sebagai bentuk pelestarian kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, konservasi ini merupakan salah satu manifestasi pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), di mana aksi konservasi melalui program yang dinisiasi oleh FPLI turut memainkan peran penting.

          Sesi sambutan oleh Dosen mata kuliah Biokonservasi, Prof. Dr. Fatchur Rohman, M.Si.

Mokhamad Nur Zaman memulai sesi presentasi dengan mengenalkan sejarah berdirinya FPLI pada tahun 2016 di LIPI Cibinong, serta memaparkan berbagai program yang telah atau akan dilakukan untuk melestarikan tumbuhan langka di berbagai daerah. Ia juga menjelaskan bahwa FPLI turut menjalin kerja sama pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dengan sejumlah universitas, seperti Universitas Sebelas Maret, Universitas Sumatera Utara, UIN SAIZU Purwokerto, Universitas Tanjungpura, Universitas Kuningan, Universitas Brawijaya, dan disusul dengan Universitas Negeri Malang. Nur Zaman berharap para pemuda, khususnya mahasiswa, dapat mengenali tumbuhan lokal di daerah mereka dan berperan aktif dalam pelestariannya.

Penyerahan sertifikat dari FPLI, yang diwakili oleh Mokhamad Nur Zaman, S.Si., M.Ling. kepada Departemen Biologi FMIPA UM, yang diwakili oleh Prof. Dr. Fatchur Rohman, M.Si. sebagai apresiasi atas penyelenggaraan kuliah umum biokonservasi tumbuhan langka Pulau Jawa

Dr. Iyan Robiansyah, dalam materinya yang berjudul “Konservasi Tumbuhan Terancam Kepunahan di Indonesia: Malang, Jawa Timur”, menjelaskan tentang definisi konservasi, status tumbuhan terancam punah, serta ancaman dan keanekaragaman tumbuhan di Indonesia. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga tumbuhan endemik dan langka di Pulau Jawa, terutama di wilayah Malang. Menurut Dr. Iyan, degradasi lingkungan dan alih fungsi lahan adalah ancaman terbesar bagi keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa kerja sama berbagai pihak, baik pemerintah, akademisi, maupun masyarakat, sangat dibutuhkan dalam upaya konservasi.

Acara ini berlangsung sangat interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Banyak pertanyaan kritis yang diajukan kepada narasumber, menunjukkan ketertarikan dan kesadaran yang semakin meningkat di kalangan mahasiswa mengenai isu pelestarian biodiversitas. Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, diharapkan para peserta dapat lebih memahami urgensi pelestarian tumbuhan langka, sekaligus tergerak untuk berperan aktif dalam menjaga keanekaragaman hayati, baik di Pulau Jawa maupun di wilayah lainnya.

Penulis: Moh. Usamah, S.Pd., Mahasiswa S2 Pendidikan Biologi UM

Chat