Ma Mambaul Hikam Berkunjung ke FMIPA UM
Malang, 8 Oktober 2024 – Kunjungan MA Mambaul Hikam ke FMIPA Universitas Negeri Malang (UM) bertujuan untuk menjalin kerja sama dalam pendidikan. Aula FMIPA UM dipadati ratusan siswa dan belasan guru dari MA Mambaul Hikam. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan di FMIPA UM.
Rombongan MA Mambaul Hikam dipimpin oleh Kepala Madrasah, H. Riza Rifqy, M.Pd. Ia menyatakan, “Kami berharap siswa-siswi terbuka wawasan dan bisa mewujudkan serta termotivasi impiannya untuk melanjutkan studi di FMIPA UM.” Pernyataan ini menunjukkan harapan besar dari pihak madrasah untuk membantu siswa mencapai cita-cita mereka.
Kedatangan MA Mambaul Hikam disambut oleh Wakil Dekan III FMIPA UM, Prof. Dr. Sentot Kusairi, S.Pd., M.Si. Dalam sambutannya, beliau mengatakan, “Kegiatan ini bisa menjadi implementasi kerja sama antara FMIPA UM dan MA Mambaul Hikam.” Ujar Prof. Sentot, menekankan pentingnya kolaborasi ini.
Selama kunjungan, salah satu siswa MA Mambaul Hikam, Kak Hilda, mengajukan pertanyaan, “Apa keunggulan Fakultas FMIPA dibandingkan universitas lain?” Prof. Sentot menjawab, “Presentase lembaga pendidikan kami sangat baik. Kami memiliki 250 dosen, termasuk 30 profesor dari luar negeri. Selain itu, 20% dari staf kami adalah profesor, dan kami juga mendapatkan pendanaan dari pemerintah untuk riset.”
Kunjungan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan pemberian cinderamata dari MA Mambaul Hikam kepada FMIPA UM. Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan akan semakin banyak siswa yang tertarik untuk melanjutkan pendidikan di FMIPA.
Selain itu, FMIPA UM berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi siswa dalam mencapai impian mereka. Diharapkan kerjasama ini tidak hanya terbatas pada kunjungan, tetapi juga mencakup program-program lain seperti workshop dan seminar yang dapat meningkatkan pengetahuan siswa.
Melalui interaksi ini, FMIPA UM berharap dapat membangun hubungan yang lebih erat dengan MA Mambaul Hikam, sehingga kedua institusi dapat saling mendukung dalam pengembangan pendidikan. Semoga, ke depannya, lebih banyak siswa dari MA Mambaul Hikam dapat melanjutkan studi dan berkontribusi di dunia pendidikan sains.
Kunjungan SMAI Sabilillah ke FMIPA UM: Penguatan Kerja Sama dalam Pendidikan Sains
Kunjungan SMAI Sabilillah ke FMIPA UM pada 2 Oktober 2024 merupakan langkah penting untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan sains. Tujuan kunjungan ini adalah membangun sinergi antara kedua institusi dalam pengembangan pengajaran ilmu pengetahuan. Dalam hal ini, Kepala Sekolah SMAI Sabilillah, Idi Rathomy Baisa, menekankan pentingnya kolaborasi ini untuk mendorong siswa mendalami sains.
Selanjutnya, delegasi dipimpin oleh Idi Rathomy Baisa, S.Pd., M.Pd., yang menjelaskan perlunya kerja sama dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu pembelajaran sains. “Kami berharap siswa kami terinspirasi untuk mendalami ilmu pengetahuan melalui fasilitas FMIPA UM,” ungkapnya.
Kedatangan delegasi disambut hangat oleh Wakil Dekan III FMIPA UM, Prof. Dr. Sentot Kusairi, S.Pd., M.Si. Ia mengapresiasi SMAI Sabilillah yang aktif menjalin kemitraan. “Kerja sama ini akan memberi peluang besar bagi siswa untuk memahami sains lebih dalam,” jelas Prof. Sentot.
Selama kunjungan, siswa berkeliling di laboratorium FMIPA UM, termasuk laboratorium fisika, kimia, dan biologi. Mereka melihat kegiatan riset mahasiswa dan dosen, serta mencoba beberapa eksperimen sederhana. Dengan demikian, antusiasme siswa terlihat jelas.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun jaringan pendidikan yang kuat. Selain itu, kunjungan ini juga bagian dari program penguatan kerja sama antara SMAI Sabilillah dan FMIPA UM. Selain mengenalkan dunia sains, tujuan lain adalah memotivasi siswa untuk aktif belajar dan berpartisipasi dalam kegiatan ilmiah.
Tidak hanya itu, siswa berinteraksi dengan dosen dan mahasiswa FMIPA UM. Mereka mendapat penjelasan tentang alat dan teknologi dalam penelitian, serta proses ilmiah. Selanjutnya, dalam sesi tanya jawab, siswa menunjukkan ketertarikan dengan berbagai pertanyaan.
Idi Rathomy Baisa menambahkan, “Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif. Melalui kolaborasi ini, siswa diharapkan bisa mengeksplorasi minat dalam ilmu pengetahuan dan melanjutkan studi di bidang sains.”
Di akhir kunjungan, kedua pihak sepakat untuk menjalin kerja sama yang lebih erat. Rencana tindak lanjut termasuk seminar, workshop, dan program magang untuk siswa di FMIPA UM. Dengan cara ini, diharapkan semakin memperkuat hubungan antara sekolah dan perguruan tinggi serta meningkatkan kualitas pendidikan sains di Indonesia.
Akhirnya, dengan kunjungan ini, diharapkan siswa terinspirasi dan lebih siap menghadapi tantangan di bidang sains serta berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di masa depan.
Kunjungan Kerjasama Tim Peneliti Thermoelektrik BRIN ke FMIPA UM
FMIPA UM – Pada tanggal 3 Oktober 2024, Kunjungan Kerjasama BRIN dan FMIPA UM dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama (PKS) terkait Divais Termoelektrik Generator untuk Konversi Energi Baru Terbarukan. Tim Periset dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kunjungan tersebut di FMIPA UM.
Bertempat di Ruang Sidang Dekanat FMIPA UM, Dr. Eng. Budi Prawara, Kepala Organisasi Elektronika dan Informatika (OREI) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) beserta tim periset dari Kelompok Riset Termoelektrik dan Superkapasitor Pusat Riset Elektronika diterima langsung oleh Dekan FMIPA UM.
Dekan FMIPA memberikan apresiasi kepada Tim Periset. Ia menghargai kesediaan mereka untuk hadir di FMIPA UM. Selain memperkenalkan para Peneliti FMIPA, Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si juga memperkenalkan para Adjunct Professor FMIPA.
Beliau menekankan bahwa riset merupakan bagian penting dari bisnis utama di FMIPA UM. Harapannya, dengan kedatangan Tim BRIN khususnya tim periset dari Kelompok Riset Termoelektrik dan Superkapasitor Pusat Riset Elektronika, dapat ikut mengembangkan kerjasama riset dan meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian di FMIPA UM.
Dr. Eng. Budi Prawara, selaku Kepala OREI BRIN, setelah memperkenalkan anggota Tim Periset menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan Kunjungan Kerjasama balasan dan tindak lanjut setelah penandatanganan PKS antara BRIN dengan FMIPA UM.
Beliau menawarkan program matching fund bersama dengan FMIPA UM, khususnya seputar sensor berbasis kapasitor. Hal ini didasarkan sebagai Upaya untuk mendukung kebijakan Pemerintah yang sedang mengembangkan ekosistem semikonduktor khususnya untuk pengembangan sensor yang kompetitif, misalnya sensor untuk deteksi demam berdarah dll.
Di samping itu, Dr. Budi Prawara juga ada menyampaikan adanya potensi pengembangan Kerjasama yang lain yang melibatkan program lain di luar fisika.
Kunjungan UM dan UTM ke Konservasi Mangrove Pulau Kukup
Departemen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang (UM) melakukan kunjungan ke Pulau Kukup, Johor Bahru, Malaysia pada 7 September. Kegiatan ini diikuti oleh 2 dosen dan 13 mahasiswa dari UM, serta 2 dosen dan 8 mahasiswa dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan, terutama ekosistem bakau, yang merupakan salah satu penyangga utama ekosistem pesisir.
Pulau Kukup adalah salah satu konservasi mangrove terbesar di dunia yang tidak berpenghuni. Pulau ini memiliki ekosistem unik yang sangat penting bagi kelestarian lingkungan global. Selama kunjungan, para peserta diajak untuk melihat secara langsung bagaimana ekosistem mangrove berfungsi sebagai habitat bagi berbagai spesies hewan laut dan burung migran. Selain itu, mereka juga diberikan penjelasan mendalam tentang peran penting mangrove dalam mengurangi dampak perubahan iklim melalui penyerapan karbon dioksida (CO2).
Untuk menuju ke Pulau Kukup, para peserta menaiki perahu dari pelabuhan terdekat. Setibanya di pulau, mereka mengikuti tur yang dipandu oleh pemandu lokal yang memiliki keahlian dalam ekosistem mangrove dan budaya setempat. Pemandu tersebut menjelaskan keanekaragaman hayati di pulau dan tantangan yang dihadapi dalam upaya pelestarian mangrove.
Konservasi mangrove di Pulau Kukup berkontribusi terhadap beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 13 tentang tindakan terhadap perubahan iklim dan SDG 14 mengenai kehidupan di bawah air. Mangrove tidak hanya berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim dengan menyerap karbon, tetapi juga menjadi habitat bagi berbagai spesies laut yang krusial untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan para peserta dapat memahami lebih dalam tentang pentingnya pelestarian mangrove dan menerapkan pengetahuan ini di lingkungan masing-masing. Kegiatan semacam ini juga diharapkan dapat membangun kolaborasi antara institusi pendidikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu lingkungan yang mendesak.