FMIPA Universitas Negeri Malang melaksanakan kegiatan Sosialisasi Program Asistensi Mengajar untuk para Dosen Pembimbing AM. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua hari, yaitu tanggal 2-3 Agustus 2022, dan dilaksanakan secara hybrid. Ada beberapa narasumber yang mengisi kegiatan tersebut, antara lain Korprodi S2 dan S3 Pendidikan Biologi, Dr Ibrohim, M.Si, Ketua Departemen Biologi, Prof. Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si, Sekretaris Departemen Biologi Siti Imroatul Maslikah, S.Si., M.Si. , dan Pengawas SMA Disdik Prov Jawa Timur, Dr. Ninik Kristiani, M.Pd. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini mendapatkan antusiasme yang sangat tinggi dari para mahasiswa baik yang hadir di Aula FMIPA maupun yang mengikuti secara online. Pada hari pertama kegiatan ini di isi oleh pemateri Dr Ibrohim, M.Si, Prof. Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si, dan Siti Imroatul Maslikah, S.Si., M.Si. Pada hari pertama DR. Ibrohim, M.Si menyampaikan materi mengenai Lesson Study. Sedangkan hari kedua di isi pemateri Dr. Ninik Kristiani, M.Pd. yang menyampaikan materi mengenai Pengenalan Kurikulum yang ada di Indonesia.
Selasa, 2 Agustus 2022 FMIPA Universitas Negeri Malang melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan SMKN 2 Batu. Agenda tersebut dilaksanakan di Ruang rapat FMIPA Lt. 2. Kegiatan tersebut dibuka oleh Dekan FMIPA Universitas Negeri Malang, Pro. Dr. Hadi Suwono, M.Si. Dalam sambutannyanya, beliau berharap kerjasama tersebut dapat terlaksana dan berlangsung dengan baik.
Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) telah menjadi agenda internasional. SDGs merupakan kelanjutan dari Millennium Development Goals (MDGs) atau Tujuan Pembangunan Milenium. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ini disusun oleh negara-negara anggota PBB. Agenda ini dibuat untuk menjawab tuntutan dunia dalam mengatasi kesenjangan sosial dan kemiskinan serta perubahan iklim yang terjadi di dunia. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs telah ditetapkan sejak 25 September 2015 dan terdiri dari 17 tujuan yang mencakup lingkungan global. 17 tujuan ini memiliki 169 target yang akan dijadikan tuntunan kebijakan dan pendanaan hingga 15 tahun ke depan dan diharapkan akan selesai pada tahun 2030.
Pembangunan Berkelanjutan merupakan pembangunan yang menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, pembangunan yang menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, pembangunan yang menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang menjamin keadilan dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya. TPB/SDGs merupakan komitmen global dan nasional dalam upaya untuk menyejahterakan masyarakat mencakup 17 tujuan yaitu (1) Tanpa Kemiskinan; (2) Tanpa Kelaparan; (3) Kehidupan Sehat dan Sejahtera; (4) Pendidikan Berkualitas; (5) Kesetaraan Gender; (6) Air Bersih dan Sanitasi Layak; (7) Energi Bersih dan Terjangkau; (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; (9) Industri, Inovasi dan Infrastruktur; (10) Berkurangnya Kesenjangan; (11) Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan; (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab; (13) Penanganan Perubahan Iklim; (14) Ekosistem Lautan; (15) Ekosistem Daratan; (16) Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh; (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Upaya pencapaian target TPB/SDGs telah menjadi prioritas pembangunan nasional sejak dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 59/2017. Untuk mencapai TBP/SDGs, perlu adanya sinergi kebijakan perencanaan dan pelaksanaanya di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten/kota serta diberbagai institusi, termasuk perguruan tinggi. Perguruan tinggi melalui tridarmanya, pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dapat berkontribusi langsung terhadap upaya pencapaian TPB/SDGs.
Dalam rangka membangun pendidikan yang kuat dan memenuhi tuntutan untuk mencapai TPB/SDGs, FMIPA UM menyelenggarakan workshop /lokakarya pengembangan kurikulum program studi sarjana yang bermuatan TPB/SDGs. Workshop yang diselenggarakan di Aula FMIPA UM, dibuka pada hari Senin 25 Juli 2022 oleh Dekan FMIPA UM, Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si. Dalam sambutannya, dekan FMIPA UM menyampaikan bahwa, “FMIPA UM merupakan fakultas yang leading dalam pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian masyarakat dalam bidang MIPA dan Pembelajarannya. Pendidikan di FMIPA UM sangat berperan dalam mengarusutamakan pencapaian TPB/SDGs. Oleh sebab itu diperlukan penyesuaian kurikulum program sarjana dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.” Workshop ini menandai dimulainya penyesuaian dokumen kurikulum yang bermuatan TPB/SDGs sehingga perkuliahan di Semester Gasal 2022/2023 diharapkan telah mulai berkontribusi terhadap capaian TPB/SDGs.
Penyesuaian kurikulum ini dilakukan dengan cara, 1) memilih dan menentukan mata kuliah yang berpotensi bermuatan TPB/SDGs, 2) menginfusi TPB/SDGs ke dalam rumusan capaian mata kuliah terpilih, 3) memasukkan konten TPB/SDGs ke dalam mata kuliah terpilih, 4) mengembangkan RPS mata kuliah dengan muatan TPB/SDGs, 5) mengembangkan pembelajaran terkait TPB/SDGs melalui case methods dan team-based project, dan 6) mengembangkan asesmen terhadap capaian pembelajaran bermuatan TPB/SDGs.
Program pengabdian kepada masyarakat skema lingkungan kampus yang diketuai oleh Nandang Mufti, Ph.D telah selesai dilaksanakan pada bulan Agustus 2021. Program ini memuat konten berupa instalasi sistem PLTS kapasitas 5 kVA dengan skema on-grid dan hybrid yang digunakan untuk menyuplai beban di taman FMIPA dan laboratorium Central FMIPA UM.
Palu – Dosen Kimia, FMIPA Universtias negeri Malang (UM), Dr. Muntholib, S.Pd., M.Si., menjadi narasumber Seminar Nasional Pendidikan Kimia FKIP Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah, yang dilaksanakan di Hotel Santika Palu tanggal 25 Juli 2022. Dalam seminar yang bertema “Inovasi Pembelajaran dan Riset Kimia untuk mencapai SDGs (Sustainable Development Goals) 4” tersebut, Dr. Muntholib membawakan makalah “Bagaimana Membelajarkan Keterampilan Abad ke 21?”
Dalam seminar yang dibuka oleh Dekan FKIP Untad, Dr. Ir. Amiruddin Kade, S.Pd., M.Si., tersebut, Dr. Muntholib mengemukakan bahwa berbagai laporan menunjukkan bahwa capaian pembelajaran kita saat ini belum menggembirakan. Merujuk laporan Programme for International Student Assessment (PISA) yang dirilis tahun 2019, ia mengemukakan bahwa skor rata-rata literasi sains anak-anak Indonesia adalah 396, jauh di bawah skor rata-rata literasi sains dunia sebesar 489. Laporan tersebut tidak jauh berbeda dengan berbagai laporan hasil penelitian yang dilaporan oleh berbagai peneliti di tanah air, baik tentang literasi sains maupun berbagai keterampilan abad ke 21 seperti keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah, keterampilan komunikasi dan kolaborasi, serta kreativitas dan inovasi.
Menurut Dr. Muntholib, pembelajaran yang baik tercermin dari koherensi tiga pilar pembelajaran, yakni kompetensi yang hendak dicapai, pengalaman belajar siswa, dan asesmen pembelajaran. Rumusan kompetensi lulusan pendidikan kita yang dituangkan dalam Permendikbud No. 20 tahun 2016 sudah mengakomodasi keterampilan abad ke 21 dan literasi, dalam hal ini literasi sains yang mencakup pengetahuan dan kompetensi ilmiah. Kualitas asesmen di dalam riset juga tidak perlu diragukan karena instrumen penilaian yang digunakan telah memenuhi validitas konstruk, validitas konten, validitas butir soal, dan reliabilitas instrumen. Yang masih menjadi tanda tanya adalah kualitas pengalaman belajar siswa, baik di dalam maupun di luar kelas. Merujuk berbagai laporan penelitian, ia menyarankan penggunaan strategi-strategi pembelajaran yang relevan seperti Inquiry-Based Learning, Computational Thinking, Crossover Learning, Learning Through Argumentation, Context-Based Learning, dan tentu saja direct instruction serta melibatkan pendidik yang kompeten dan terlatih.