0341-552180 [email protected]
Penguatan Kompetensi Publikasi Internasional, FMIPA UM dan UTM Gelar Guest Lecturer and Academic Collaboration Program

Penguatan Kompetensi Publikasi Internasional, FMIPA UM dan UTM Gelar Guest Lecturer and Academic Collaboration Program

Malang, 14 Mei 2026 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang (FMIPA UM) terus memperkuat langkah internasionalisasi akademik melalui penyelenggaraan Guest Lecturer and Academic Collaboration Program bersama Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 14 Mei 2026, bertempat di FMIPA Universitas Negeri Malang, dengan mengusung tema “Strengthening International Publication Competencies and STEM Education Innovation.”

Program ini menjadi bagian dari agenda riset kolaborasi postdoctoral antara Universitas Negeri Malang dan Universiti Teknologi Malaysia. Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Nor Farahwahidah Abdul Rahman dari UTM sebagai postdoctoral fellow sekaligus narasumber utama, dengan Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si. dari FMIPA UM sebagai host researcher dan promotor kegiatan kolaborasi akademik.

Melalui kegiatan ini, FMIPA UM menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik internasional, meningkatkan kualitas riset, serta memperkuat kapasitas mahasiswa dalam menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi. Kolaborasi bersama UTM tidak hanya menjadi ruang pertukaran pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem akademik yang lebih produktif, terbuka, dan berdaya saing global.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa S1, S2, dan S3, khususnya dari lingkungan FMIPA UM. Rangkaian acara terdiri atas dua sesi utama, yaitu Manuscript Writing Strategy dan STEM Education Session. Pada sesi pertama, peserta memperoleh penguatan mengenai strategi penulisan manuskrip ilmiah untuk publikasi internasional, mulai dari penyusunan gagasan penelitian, penguatan struktur artikel, hingga strategi meningkatkan kualitas naskah agar sesuai dengan standar jurnal bereputasi.

Sesi berikutnya berfokus pada Bibliometric Analysis Workshop: From Search Strategy to Research Gap Identification. Dalam sesi ini, peserta dilatih memahami analisis bibliometrik secara praktis, mulai dari penyusunan strategi pencarian, penyusunan search string, ekspor data bibliografi dari Scopus atau Web of Science, pembersihan metadata, pembuatan peta kata kunci dan kolaborasi menggunakan VOSviewer, hingga interpretasi hasil pemetaan untuk menemukan celah penelitian.

Pelatihan dirancang dengan pendekatan concept, demonstration, hands-on task, dan interpretation. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh penjelasan konseptual, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan langsung tahapan analisis bibliometrik. Model pelatihan ini membantu peserta memahami bagaimana data publikasi dapat diolah menjadi dasar yang kuat untuk menyusun systematic literature review, memetakan tren riset, serta merumuskan arah penelitian yang lebih relevan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Peserta aktif mengikuti pemaparan materi, berdiskusi, dan mencoba secara langsung proses analisis bibliometrik. Materi yang disampaikan dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, terutama bagi mereka yang sedang menyiapkan tugas akhir, tesis, disertasi, maupun artikel ilmiah.

Salah satu peserta, Herinda, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi mahasiswa doktoral yang sedang menyusun disertasi.

“Kegiatan Workshop Bibliometric Analysis menggunakan Diblio sangat menarik bagi kami dan tentu saja sangat bermanfaat terutama bagi kami mahasiswa S3 yang sedang menyusun disertasi. SLR sebagai fondasi disertasi sehingga membutuhkan bibliometric analysis untuk kebutuhan metodologi kami. Workshop ini memudahkan kami menyusun data bibliometric dengan visualisasi yang lebih menarik serta lebih mudah dan praktis digunakan dibandingkan dengan tools lain. Kami sangat terbantu dan bersyukur mengikuti kegiatan workshop ini,” ungkap Herinda.

Kesan positif juga disampaikan oleh Messy, salah satu peserta program fast track S1–S2. Menurutnya, materi kuliah tamu disampaikan secara padat, jelas, dan berkualitas.

“Kuliah tamu tadi benar-benar sangat berdaging dan berkualitas isi materinya. Saya sangat terbantu, apalagi sebagai mahasiswa yang mengikuti program fast track S1–S2,” tutur Messy.

Respons positif dari peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya relevan sebagai forum akademik, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan keterampilan riset mahasiswa. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih kuat mengenai strategi publikasi ilmiah, pemetaan literatur, serta cara mengidentifikasi research gap secara sistematis.

Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata penguatan kolaborasi internasional FMIPA UM dengan mitra perguruan tinggi luar negeri. Ke depan, kerja sama antara FMIPA UM dan UTM diharapkan dapat terus berkembang melalui riset bersama, publikasi kolaboratif, pengembangan inovasi pendidikan STEM, serta program akademik lain yang mendukung peningkatan reputasi universitas di tingkat internasional.

Guest Lecture on Lesson Study di FMIPA Universitas Negeri Malang: Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru dan Kualitas Pembelajaran

Guest Lecture on Lesson Study di FMIPA Universitas Negeri Malang: Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru dan Kualitas Pembelajaran


Malang, 13 Februari 2026 – Kegiatan Guest Lecture dengan tema “Lesson Study: a research opportunity to improve teacher competence and learning quality” sukses diselenggarakan di Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini menghadirkan Ms. Yoko Takimoto, Ed.D. seorang peneliti dari Gakushuin University sekaligus dosen di Keio International University, Jepang. Sebanyak kurang lebih 50 peserta turut hadir, dari unsur mahasiswa S3, S2, dan S1 Pendidikan Biologi UM, dan S1 Pendidikan IPA, beberapa mahasiswa asing. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan refleksi.

Melalui kuliah tamu tersebut, Ms. Yoko Takimoto memaparkan konsep Lesson Study sebagai sistem pengembangan profesional guru yang telah diterapkan di Jepang selama lebih dari 100 tahun. Lesson Study tidak hanya berfungsi sebagai pelatihan guru, tetapi merupakan sistem berkelanjutan yang menekankan refleksi praktik pembelajaran, kolaborasi antar guru, serta peningkatan kompetensi profesional secara berkesinambungan. Selain itu, Lesson Study juga telah diterapkan di berbagai negara, termasuk Indonesia sejak tahun 2005/2006 melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Nasional RI dan JICA melalui pproyek IMSTEP, SISTTEMS, dan PELITA, untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara kolaboratif.

Ms. Yoko Takimoto hadir di Indonesia dalam rangka rangkaian kegiatan penelitian kolaborasi dengan Prof. Dr. Ibrohim, M.Si tentang “Internalization of collaborative knowledge building of teachers in Asia: A Case Study of Indonesia“ di beberapa SMPN di Kabupaten Pasuruan. Kegiatan kuliah tamu berlangsung secara interaktif, di mana peserta berdiskusi mengenai tantangan dan peluang implementasi Lesson Study di Indonesia. Peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengetahuan dan wawasan baru mengenai pentingnya refleksi dan kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Peserta juga berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan untuk mendukung pengembangan kompetensi akademik dan profesional di bidang pendidikan.

Menuju Riset Kelas Dunia: Program Joint Supervision sebagai Katalis Kolaborasi Internasional dan Penguatan SDGs di UM

Menuju Riset Kelas Dunia: Program Joint Supervision sebagai Katalis Kolaborasi Internasional dan Penguatan SDGs di UM

Oleh: Hasminar Rachman Fidiastuti
Mahasiswa S3 Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Malang
Peserta Program Joint Supervision

“Kolaborasi internasional bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama bagi perguruan tinggi yang ingin melompat ke tingkat reputasi global.”

Di tengah percepatan agenda globalisasi pendidikan tinggi, Universitas Negeri Malang (UM) terus menunjukkan komitmennya untuk tidak sekadar mengikuti arus, tetapi menjadi penggerak utama transformasi akademik. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah pelaksanaan Program Joint Supervision yang didanai penuh oleh skema strategis Join Supervision – LPDP, di bawah koordinasi Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UM.

Program ini dirancang untuk menjawab lima tujuan strategis sekaligus, yaitu: (1) meningkatkan kolaborasi riset internasional mahasiswa pascasarjana dengan peneliti asing bereputasi; (2) menghadirkan staf asing untuk join supervision, riset bersama, dan publikasi bersama; (3) mengintegrasikan nilai-nilai global Sustainable Development Goals (SDGs) dalam riset dan pendidikan tinggi; (4) memperkuat kapasitas institusi serta melahirkan lulusan pascasarjana unggul dan kompetitif; dan (5) mendorong peningkatan peringkat UM di The Impact Rankings dan QS WUR.


Sumber: Dokumentasi Pribadi (2026)

Kolaborasi Strategis bersama Pakar Internasional dari UKM

Puncak dari rangkaian program ini adalah kunjungan akademik Profesor Madya Ts. Dr. Mohd. Effendi @ Ewan Mohd Matore, seorang peneliti senior dari Fakulti Pendidikan, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Beliau dikenal luas memiliki kepakaran dalam bidang pengembangan instrumen, analisis psikometrik dan evaluasi untuk konteks pendidikan abad 21. Kehadiran Prof. Effendi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi secara substantif terintegrasi dalam tiga aktivitas utama:

  1. Guest Lecture: *Situational Judgment Test (SJT) 2026 – ERA Global Giants Shifting to Scenario-Based Hiring*

Pada Selasa, 5 Mei 2026, bertempat di Aula FMIPA UM, Profesor Madya Ts. Dr. Mohd. Effendi @ Ewan Mohd Matore menyampaikan kuliah tamu yang dihadiri mahasiswa S2 dan S3 dari Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Dengan judul materi yang sangat kontekstual—*”Pengembangan Instrumen dalam Pendidikan: Situational Judgment Test (SJT) 2026 ERA Global Giants Shifting to Scenario-Based Hiring“*—beliau menjelaskan bagaimana raksasa industri global saat ini beralih dari tes berbasis pengetahuan faktual menuju skenario berbasis solusi. SJT, menurut beliau, memungkinkan penilaian terhadap kompetensi adaptif, etika profesional, dan kemampuan pengambilan keputusan dalam situasi kompleks—sesuatu yang sangat relevan untuk lulusan pendidikan biologi yang akan bekerja di laboratorium riset, lembaga konservasi, maupun industri bioteknologi.


Sumber: Dokumentasi Pribadi (2026)

Keberhasilan seseorang di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik atau teknis, tetapi juga oleh kemampuan non-kognitif seperti etika, komunikasi, empati, pengambilan keputusan, dan adaptasi. SJT dapat mengukur kemampuan-kemampuan tersebut melalui simulasi situasi nyata di tempat kerja. SJT banyak digunakan pada seleksi mahasiswa kedokteran, tenaga kesehatan, guru, manajer, pegawai perusahaan, pelayanan publik, dan profesi profesional lainnya.


Sumber: Dokumentasi Pribadi (2026)

  1. Forum Group Discussion (FGD) : Rasch Analysis for Advanced Instrument Validation

Guest Lecture dilanjutkan dengan sesi yang lebih intensif dan teknis: Forum Group Discussion bertema Rasch Analysis. FGD ini diikuti oleh mahasiswa pascasarjana yang sedang menyelesaikan disertasi berbasis pengembangan instrumen. Dalam sesi yang berlangsung selama 3 jam, Prof. Effendi membimbing peserta secara langsung menggunakan perangkat lunak Winsteps untuk memvalidasi butir soal, menganalisis person-item map, mendeteksi differential item functioning (DIF), serta menafsirkan logit value dalam kerangka objective measurement. FGD ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis yang langka ditemukan di kelas reguler.

  1. Diskusi Supervisor Khusus: Pendampingan Disertasi Mahasiswa

Pada hari kedua, Rabu, 6 Mei 2026, suasana berubah menjadi lebih personal dan mendalam. Profesor Madya Ts. Dr. Mohd. Effendi @ Ewan Mohd Matore meluangkan waktu khusus untuk berdiskusi  dengan mahasiswa yaitu Hasminar Rachman Fidiastuti, sebagai mahasiswa S3 Pendidikan Biologi yang berpartisipasi penuh dalam program joint supervision.

Diskusi berfokus pada:

  • Analisis Rasch dalam rangka strategi validasi instrumen, serta
  • Strategi publikasi internasional bereputasi Q1/Q2 dengan menyasar jurnal dengan scope yang sesuai.

Beliau memberikan apresiasi terhadap orisinalitas topik riset yang dikembangkan bersama Prof. Dr. Sri Rahayu Lestari, M. Si dan Dr. Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si., M.Si, sekaligus memberikan koreksi kritis terhadap teknik penskalaan rating scale yang sebelumnya masih menggunakan pendekatan klasik.


Sumber: Dokumentasi Pribadi (2026)

Integrasi SDGs: Dari Dokumen Menuju Aksi Lapangan

Salah satu kekhasan program joint supervision ini adalah kewajiban mengintegrasikan nilai-nilai SDGs secara eksplisit dalam setiap luaran riset. Tidak sekadar menjadi kalimat di bab pendahuluan, tetapi hadir dalam:

  • Desain metodologi yang inklusif dan berkeadilan.
  • Indikator capaian yang terukur terhadap target global (misal: 4.7 tentang pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan).
  • Rencana diseminasi yang melibatkan komunitas guru biologi di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Pendampingan ini membuka wawasan bahwa riset seorang mahasiswa S3 tidak boleh berhenti sebagai dokumen akademik. Riset dapat menjadi titik awal perubahan nyata—baik dalam kebijakan kampus, praktik pembelajaran, maupun kesadaran publik.

Memperkuat Kapasitas Institusi dan Reputasi Global UM

Direktur Pascasarjana UM dalam sambutan penutupan kegiatan menyatakan bahwa program joint supervision ini merupakan salah satu pilar peta jalan internasionalisasi UM menuju 2030. Dengan hadirnya pakar seperti Profesor Madya Ts. Dr. Mohd. Effendi @ Ewan Mohd Matore, UM secara sistematis membangun:

  1. Ekosistem kolaboratif antara promotor lokal (Prof. Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si. dan tim) dan supervisor asing.
  2. Ruang publikasi bersama, di mana target akhir program ini adalah minimal satu artikel terindeks Scopus Q1 dengan afiliasi bersama UM-UKM.
  3. Kapasitas analisis lanjutan bagi dosen muda, melalui transfer pengetahuan Rasch Modeling dan SJT.


Sumber: Dokumentasi Pribadi (2026)

Keberhasilan program ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan dua indikator utama peringkat global:

  • The Impact Rankings (penilaian berbasis kontribusi terhadap SDGs), yaitu riset tentang literasi mikrobiologi dan instrumen kompetensi keberlanjutan secara langsung menyasar SDG 3 (Good Health and Well-Being), SDG 4 (Quality Education), SDG 5 (Gender Equality), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), and SDG 13 (Climate Action)
  • QS WUR (terutama pada indikator Academic Reputation dan Faculty Student Ratio with International Faculty): kehadiran profesor asing dalam kegiatan pengajaran dan pendampingan riset menjadi bukti nyata internasionalisasi kampus.

Penutup: Bukan Sekadar Gelar, Tapi Jejak Kolaborasi

Program Joint Supervision bukanlah program biasa. Program ini dapat menjadi  laboratorium kepemimpinan akademik bagi mahasiswa pascasarjana. Peneliti kelas dunia bukan berarti bekerja sendirian di menara gading, tetapi justru mampu menjembatani berbagai dunia—antara teori dan praktik, antara lokal dan global, antara kebijakan dan realitas lapangan.

Terima kasih kepada:

  • LPDP dan Kemendiktisaintek atas kepercayaan dan pendanaan.
  • Universitas Negeri Malang, khususnya FMIPA dan Direktorat Riset, yang memfasilitasi pertemuan ilmiah ini.
  • Prof. Madya Ts. Dr. Mohd. Effendi @Ewan Mohd Matore atas dedikasi, bimbingan, dan inspirasi yang tak ternilai.
  • Promotor (Prof. Dr. Sri Rahayu Lestari dan Dr. Sitoresmi Prabaningtyas, M.Si  yang terus mendorong saya untuk tidak pernah puas dengan hasil biasa.

Semoga artikel ini menjadi inspirasi bagi lebih banyak mahasiswa S2/S3 di Indonesia untuk berani mengambil peran dalam kolaborasi riset global. Karena masa depan pendidikan tinggi adalah masa depan yang terhubung, bukan terisolasi.

Adaptasi Sistem Baru SEB, Mahasiswa UM Tunjukkan Kesiapan di Seleksi Wilayah ONMIPA-PT 2026

Adaptasi Sistem Baru SEB, Mahasiswa UM Tunjukkan Kesiapan di Seleksi Wilayah ONMIPA-PT 2026

Malang — Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung prestasi akademik mahasiswa dalam Seleksi Wilayah Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) Tahun 2026.

ONMIPA-PT adalah ajang kompetisi nasional bergengsi yang diselenggarakan Balai Pengembangan Talenta Indonesia di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi merupakan salah satu program pengembangan talenta nasional bidang sains dan teknologi. Kegiatan ini dilaksanakan secara berjenjang untuk menjaring mahasiswa terbaik di bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam mencakup empat bidang utama, yakni Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.

Tahapan seleksi dilaksanakan berjenjang mulai dari tingkat perguruan tinggi, seleksi wilayah, hingga tingkat nasional. Peserta yang berhasil melaju hingga tingkat nasional merupakan mahasiswa terpilih dari seluruh Indonesia, menjadikan persaingan sangat ketat dan kompetitif. Selain menjadi wadah pengembangan kemampuan akademik dan penalaran tingkat tinggi, ONMIPA-PT juga berperan sebagai sarana pembinaan talenta sains yang diproyeksikan untuk mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional. Lebih dari itu, ONMIPA-PT juga menjadi pintu awal bagi pembinaan lebih lanjut menuju kompetisi sains tingkat internasional, sehingga capaian dalam ajang ini seringkali menjadi tolok ukur kualitas akademik mahasiswa dan institusi asalnya di bidang sains dasar.

Kegiatan seleksi wilayah dilaksanakan pada tanggal 5–6 Mei 2026 secara daring di perguruan tinggi masing-masing peserta. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan seleksi tahun ini mengadopsi sistem baru berbasis Safe Exam Browser (SEB). Sistem ini dirancang untuk meningkatkan integritas dan keamanan pelaksanaan ujian, dengan membatasi akses peserta hanya pada lingkungan ujian yang telah ditentukan. Implementasi SEB menjadi langkah strategis dalam menjaga objektivitas dan kredibilitas hasil seleksi di tengah pelaksanaan secara online.

Pada ajang seleksi wilayah tahun ini, Universitas Negeri Malang mengirimkan 19 delegasi mahasiswa terbaik yang telah melalui proses seleksi internal. Para peserta terdiri atas 4 mahasiswa bidang Kimia, serta masing-masing 5 mahasiswa dari bidang Matematika, Fisika, dan Biologi.

Wakil Dekan I FMIPA UM, Prof. Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si., menyampaikan bahwa fakultas telah memberikan dukungan penuh dalam proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan ini. “FMIPA berusaha memberikan support terbaik untuk seluruh persiapan dan pelaksanaan kegiatan ini. Kami berharap delegasi ONMIPA dari FMIPA UM dapat memberikan prestasi terbaiknya dan melaju ke tingkat nasional tahun ini,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu delegasi bidang Kimia, Adinda, mengungkapkan pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi ONMIPA hingga tahap seleksi wilayah. “Ini merupakan kompetisi perdana saya dalam ONMIPA bidang Kimia. Dan ada beberapa hal teknis di luar pelatihan yang perlu saya pahami juga dalam menunjang pelaksanaan lomba. Namun, saya bersyukur bisa sampai di tahap seleksi wilayah setelah melewati seleksi di tingkat universitas. Semoga saya bisa lolos ke tahap nasional dan mengharumkan nama UM nantinya,” tuturnya.

Seluruh delegasi mengikuti seleksi dengan penuh semangat dan kesiapan, meskipun harus beradaptasi dengan sistem baru yang diterapkan. Pelaksanaan ujian secara daring tidak mengurangi antusiasme maupun daya juang peserta dalam menunjukkan kemampuan terbaik di bidang masing-masing.

Partisipasi UM dalam ONMIPA-PT 2026 diharapkan dapat kembali mengukir prestasi di tingkat nasional, sekaligus memperkuat budaya akademik yang unggul dan kompetitif di lingkungan kampus. Selain itu, keikutsertaan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mencetak generasi unggul di bidang sains dan teknologi.

Pelepasan Mahasiswa Departemen Pendidikan IPA UM untuk Program Students Outbound Mobility dan Pengabdian internasional di Malaysia

Pelepasan Mahasiswa Departemen Pendidikan IPA UM untuk Program Students Outbound Mobility dan Pengabdian internasional di Malaysia

Departemen Pendidikan IPA Universitas Negeri Malang secara resmi melepas 12 mahasiswa untuk mengikuti program Students Outbound Mobility ke Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) dan Pengabdian Internasional Mahasiswa yang akan dilaksanakan di Sekolah Rendah Seri Budiman, Tanjong Malim, Perak, Malaysia. Pelepasan mahasiswa dilakukan oleh Ketua Departemen Pendidikan IPA, Prof. Habiddin, bersama Sekretaris Departemen, Dr.rer.nat. Safwatun Nida. Program ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi akademik dan penguatan kompetensi calon guru sains melalui pengalaman pembelajaran lintas negara.

Kegiatan students mobility yang didampingi oleh Dr. Yayuk Mulyati, M.Si., ini mengusung tema “Strengthening Preservice Science Teacher Pedagogical Competence through Academic Mobility Community Engagement” dan akan berlangsung selama tiga hari di kampus UPSI, Malaysia. Selama kegiatan, mahasiswa akan berkolaborasi dengan mahasiswa UPSI dalam berbagai aktivitas akademik, seperti diskusi pembelajaran, observasi praktik pendidikan, pertukaran pengalaman akademik, dan kegiatan community engagement. Kegiatan academic mobility ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru sains, khususnya dalam memahami praktik pembelajaran internasional, pengembangan keterampilan komunikasi akademik, serta penguatan wawasan global dalam bidang pendidikan IPA. Selain memperoleh pengalaman akademik internasional, mahasiswa juga diharapkan dapat membangun jejaring kolaborasi dengan mahasiswa dan dosen di UPSI. Interaksi lintas budaya tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan pendidikan global di masa depan. Pelepasan mahasiswa berlangsung dengan penuh antusiasme dan harapan agar seluruh peserta dapat mengikuti program dengan baik serta membawa pengalaman dan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan IPA di Universitas Negeri Malang.

Selain mengikuti program academic mobility, para mahasiswa juga akan melaksanakan kegiatan pengabdian internasional bertajuk “Ecoenzyme Inquiry Fun Lab: Integration Sustainable Science Learning and Waste Management for Primary School” yang dilaksanakan di Sekolah Rendah Seri Budiman dalam bimbingan Eka Nurul Qomaliyah, S.Pd., M.Si. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada pembelajaran sains berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi eco-enzyme. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa terlibat langsung dalam proses pembuatan eco-enzyme sekaligus memfasilitasi pengalaman belajar siswa sekolah dasar menggunakan pendekatan inquiry-based learning yang mendorong rasa ingin tahu, berpikir kritis, dan kepedulian terhadap lingkungan. Adapun luaran dari kegiatan ini meliputi produk eco-enzyme, modul pembelajaran, serta dokumentasi aktivitas pembelajaran. Lebih jauh lagi, program ini diharapkan mampu meningkatkan literasi lingkungan, keterampilan praktis pengelolaan limbah organik, dan membangun perilaku berkelanjutan baik bagi siswa sekolah dasar maupun mahasiswa peserta program.

Program kolaboratif internasional ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 17 tentang Partnerships for the Goals, melalui penguatan kerja sama lintas negara, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi pengabdian kepada masyarakat berbasis pendidikan.

Pada saat pelepasan mahasiswa, Ketua Departemen Pendidikan IPA, Prof. Habiddin, S.Pd., M.Pd., M.Si., Ph.D., menyampaikan pesan kepada seluruh mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk melakukan sharing pengalaman dan pengetahuan bersama mahasiswa UPSI dalam rangka meningkatkan kompetensi akademik maupun pedagogik mereka sebagai calon guru sains. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu menjalin jejaring internasional dengan mahasiswa lintas negara sebagai bekal dalam menghadapi tantangan pendidikan global di masa mendatang. Sekretaris departemen, Dr. rer.nat Safwatun Nida, M.Pd., menekankan pentingnya kerja sama kelompok, kekompakan tim, dan koordinasi yang baik selama pelaksanaan kegiatan di Malaysia. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kemampuan seluruh peserta dalam menjaga komunikasi, saling mendukung, dan bekerja sama secara profesional selama menjalani rangkaian aktivitas akademik maupun sosial di UPSI.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman internasional yang bermakna bagi mahasiswa serta memperkuat kontribusi Departemen Pendidikan IPA Universitas Negeri Malang dalam pengembangan pendidikan sains yang berorientasi pada keberlanjutan dan kolaborasi global.

KKL Ekologi Departemen Pendidikan IPA Tahun 2026:  Monitoring Kondisi Kualitas Sungai melalui Bioindikator

KKL Ekologi Departemen Pendidikan IPA Tahun 2026: Monitoring Kondisi Kualitas Sungai melalui Bioindikator

Pada tanggal 2 dan 3 Mei 2026, Departemen Pendidikan IPA FMIPA UM menyelenggarakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan untuk mata kuliah Ekologi yang dilaksanakan oleh 157 mahasiswa angkatan 2024. Kegiatan KKL dilaksanakan di Bumi Perkemahan Bedengan, Selorejo, Dau, Kabupaten Malang. Kegiatan ini didampingi oleh 4 orang dosen pendamping (3 dari Departemen Pendidikan IPA dan 1 dari Bepartemen Biologi), 1 laboran, dan 10 asisten praktikum.

Fokus utama kegiatan KKL ini adalah melakukan monitoring keanekaragaman makrozoobenthos air sungai yang merupakan bioindikator kualitas air tawar. Semakin beragam makrozoobenthos yang teridentifikasi akan mengindikasikan semakin bersihnya kondisi air sungai di Bumi Perkemahan Bedengan.
Dari hasil observasi awal, terdapat berbagai jenis hewan bioindikator, bahkan yang sangat sensitif terhadap pencemaran. Sehingga dari hasil pengamatan awal, patut diduga jika kondisi sungai masih sangat baik dan kualitas airnya masih bersih.
Kegiatan pengamatan dilanjutkan dengan proses analisis dan identifikasi untuk memperoleh kesimpulan.

Data dan dokumentasi kegiatan yang diperoleh akan menjadi sumber untuk kegiatan lanjutan yaitu pengabdian untuk pengembangan kawasan Bumi Perkemahan Bedengan sebagai kawasan wisata makrozoobenthos pertama di Indonesia yang telah mendapat pendanaan dari DPPM tahun anggaran 2026.

Kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan terutama SDG’s 6 (ensure availability and sustainable management of water and sanitation for all) dan SDG’s 14 (life below water).  Secara khusus, hal tersebut diungkapkan oleh salah satu dosen pengampu, Indra Fardhani, S.Pd, M.Sc, M.I.L., Ph.D, bahwa “Kegiatan KKL  Ekologi  selain memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan nyata, juga bisa menyelesaikan persoalan real mitra dalam upaya mempersiapkan Bumi Perkemahana Bedengan sebagai eduwisata makrozoobenthos pertama di Indonesia”.

Mahasiswa UMT Tuntaskan Internship di FMIPA UM, Angkat Pengalaman Akademik dan Budaya

Mahasiswa UMT Tuntaskan Internship di FMIPA UM, Angkat Pengalaman Akademik dan Budaya

Malang — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kerja sama internasional. Pada hari Selasa (28/4) empat mahasiswa Universiti Malaysia Terengganu (UMT) melakukan presentasi laporan akhir internship yang dilaksanakan di ruang seminar Bioteknologi, Gedung B25 lantai 3 ruang 301. Keempat mahasiswa tersebut adalah Jamie P’ng Jinq Ru, Yogavaishnavi A/P Subramaniam, Nur Hanan Humaira binti Erwanshah, dan Vinmughil A/P Arangkannal.

Agenda presentasi ini merupakan sesi akhir rangkaian program Student and Cultural Exchange at Biotechnology UM 2026. Program Inbound Student Mobility tersebut telah berlangsung secara rutin di Departemen Sains Terapan FMIPA UM selama tiga tahun terakhir. Empat mahasiswa UMT secara resmi diterima oleh Dekan FMIPA UM, Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si., serta jajaran pimpinan fakultas pada hari Senin (6/4) dan mengikuti rangkaian kegiatan selama satu bulan di Program Studi S1 Bioteknologi UM.

Presentasi laporan akhir oleh mahasiswa UMT ini dihadiri oleh mahasiswa Bioteknologi, dosen serta Ketua Program Studi Bioteknologi. Acara dimulai dengan pembukaan oleh moderator dan dilanjutkan pemaparan laporan akhir oleh mahasiswa UMT. Melalui presentasinya mereka menyampaikan hasil pembelajaran selama mengikuti program ini. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh mahasiswa dan dosen penguji. Mahasiswa Bioteknologi secara aktif memberikan tanggapan terhadap laporan yang dipresentasikan keempat mahasiswa UMT.

Sebelum mengakhiri presentasi, perwakilan mahasiswa UMT menceritakan pengalaman selama mengikuti Inbound Student Mobility. Pengalaman tersebut mencakup pengenalan pada budaya lokal dan tempat edukatif di Malang dan Jawa Timur. Pengalaman ini didapatkan melalui kunjungan ke beberapa lokasi seperti, Kayoetangan Heritage, Jatim Park, Gunung Bromo, dll. Mereka juga menyampaikan pesan dan kesannya selama mengikuti Inbound Student Mobility di FMIPA UM. Acara diakhiri dengan penyampaian pesan kepada mahasiswa UTM oleh Ketua Program Studi S1 Bioteknologi sekaligus Ketua Departemen Sains Terapan, Prof. Dr. Evi Susanti, M.Si.

Kegiatan tidak hanya sebagai bentuk penguatan kerja sama internasional antar dua universitas saja, tetapi juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualitas pembelajaran berbasis riset dan pengalaman langsung, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan membekali mahasiswa keterampilan dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Selain itu, program ini juga mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi global dalam bidang pendidikan dan riset.

Melalui rangkaian kegiatan ini, FMIPA UM tidak hanya berhasil memfasilitasi ruang pembelajaran yang kolaboratif, tetapi juga memperkuat posisi sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan. Diharapkan, program Inbound Student Mobility seperti ini dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas, serta mendorong terciptanya lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan memiliki wawasan global.

Pewarta: Mukhsin Alqhotiri – Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia UM

KKL MK Ekologi 2026 Biologi FMIPA UM di Taman Nasional Alas Purwo

KKL MK Ekologi 2026 Biologi FMIPA UM di Taman Nasional Alas Purwo

Departemen biologi FMIPA Universitas Negeri Malang kembali melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) MK Ekologi. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 23-25 April 2026 bertempat di Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Banyuwangi, Jawa Timur.

KKL Ekologi diikuti oleh 320 peserta yang terdiri dari mahasiswa S1 Pendidikan Biologi dan S1 Biologi, Laboran FMIPA, Asisten, dan Tenaga Ahli. Kegiatan ini juga didampingi oleh lima orang dosen  FMIPA UM, yaitu Bagus Priambodo, Ph.D selalu Koordinator KKL, Prof. Dr. Fatchur Rohman, Dr. Vivi Novianti, Farid Akhsani, M.Si, dan Indra Fardhani, Ph.D. Selain tenaga Laboran, KKL ini juga didampingi oleh 3 orang Tim Medis dari Klinik Pratama Universitas Negeri Malang yang dilengkapi dengan ambulans.

KKL Ekologi secara rutin dilakukan setiap tahun di Departemen Biologi FMIPA UM bertujuan untuk memberikan pembelajaran dan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mempelajari keanekaragaman makhluk hidup (biotik) dan interaksinya dengan lingkungannya (abiotik). Kegiatan KKL juga menjembatani teori yang dipelajari di kelas dengan kondisi nyata di ekosistem alaminya, seperti hutan, sabana, dan pesisir. Mahasiswa melakukan sampling vegetasi dan serangga dengan berbagai teknik, dan melakukan pengamatan herpetofauna dengan metode VES, analisis wilayah jelajah ( home range ) hewan dengan menggunakan teknik jejak kaki ( footprint ), serta pengamatan burung ( bird watching ), banteng, dan burung merak di sabana Taman Nasional Alas Purwo.

Kegiatan KKL ini diharapkan juga dapat melatih softskill mahasiswa antara lain bekerja sama dalam tim mulai persiapan, pelaksanaan di lapangan, hingga kembali ke kampus untuk mengelola sampel dan seluruh data yang diperoleh. Dengan kegiatan ini, diharapkan kompetensi pada MK Ekologi dapat diperoleh dan dikuasai mahasiswa.

Seperti kegiatan di tahun-tahun sebelumnya,  KKL Ekologi selalu memberi kesan kepada mahasiswa mulai dari lelah hingga bahagia dan tawa canda yang tidak akan terlupakan dan akan selalu dirindukan.

Mengakhiri sesi menjelang kembali ke UM, Tim Dosen Ekologi FMIPA UM menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada  Kepala Balai TNAP beserta jajarannya, serta seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung terlaksananya KKL Ekologi 2026 ini sehingga berjalan lancar.

Chat