UTM dan Universitas Negeri Malang Perkuat Kolaborasi Internasional,  Fokus pada Riset Global dan Mobilitas Akademik

UTM dan Universitas Negeri Malang Perkuat Kolaborasi Internasional, Fokus pada Riset Global dan Mobilitas Akademik


Johor Bahru, Malaysia – Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan Universitas Negeri Malang (UM), Indonesia, menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama akademik internasional melalui penyelenggaraan Forum Ilmu dan Kerjasama Strategik Universiti Teknologi Malaysia–Universitas Negeri Malang.
Kegiatan yang berlangsung di Dewan Kuliah, Bangunan N31, Institut Ibnu Sina untuk Penyelidikan dan Perindustrian (ISI-SIR), UTM, pada tanggal 12 Juni 2026, dihadiri delegasi UM yang dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd;  didampingi Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Prof. Dr. Hadi Suwono, serta Kepala Laboratorium Terpadu UM, Prof. Dr. Hadi Nur.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi dalam memperluas kolaborasi di bidang pendidikan tinggi, penelitian, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia di tingkat regional maupun global.

Acara dibuka oleh Pengarah ISI-SIR UTM, Prof. Madya Ts. Dr. Muhammad Safwan Abd Aziz, dan dilanjutkan dengan sambutan Dekan Fakultas Sains UTM, Prof. Madya Dr. Shafinaz Shahir. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kemitraan internasional merupakan elemen penting dalam memperkuat keunggulan akademik dan daya saing institusi pendidikan tinggi.

Menurutnya, Fakultas Sains UTM yang mencakup bidang Biosains, Kimia, Fisika, dan Sains Matematika memiliki berbagai keahlian yang dapat dikembangkan bersama UM melalui berbagai program kolaboratif. Ia juga menyoroti bahwa hubungan antara UTM dan UM telah terjalin selama bertahun-tahun melalui kegiatan penelitian bersama, mobilitas mahasiswa dan dosen, publikasi ilmiah, serta penyelenggaraan konferensi internasional.

“Pembaruan Memorandum Persefahaman (MoU) yang ditandatangani hari ini bukan sekadar simbolik, tetapi merupakan komitmen nyata untuk memperluas kerja sama strategis yang memberikan manfaat bagi kedua institusi,” ujarnya.


Dalam forum ilmiah tersebut turut menghadirkan dua Narasumber UM dalam kuliah umum yang mengangkat isu-isu strategis kawasan.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono berkesempatan pertama menyampaikan materi bertajuk “Melampaui Batas Kolonial: Merajut Kembali Jalinan Sejarah untuk Kemajuan Kawasan”, yang menekankan pentingnya penguatan hubungan sejarah, budaya, dan pendidikan antarnegara di Asia Tenggara sebagai fondasi pembangunan masa depan.

Dilanjutkan Dekan FMIPA UM, Prof. Dr. Hadi Suwono membawakan kuliah bertajuk “Merapatkan Budaya dan Sains: Sains Rakyat Berasaskan Kebijaksanaan Tempatan untuk Meningkatkan Literasi Saintifik di Wilayah 3T”.
Dalam paparannya, beliau menyoroti pentingnya pemanfaatan pengetahuan lokal dan pendekatan citizen science untuk meningkatkan literasi sains masyarakat, khususnya di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal.

Puncak kegiatan ditandai dengan pertukaran Memorandum Persefahaman (MoU) antara UTM dan UM yang akan menjadi landasan pelaksanaan berbagai program strategis selama tiga tahun ke depan. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan proposal hibah penelitian internasional, pembimbingan bersama mahasiswa doktoral, peningkatan program mobilitas akademik, serta publikasi bersama pada jurnal bereputasi yang terindeks Scopus dan Web of Science.

Lebih jauh, kedua institusi juga berkomitmen memperluas kolaborasi multidisiplin untuk menjawab berbagai tantangan global, seperti perubahan iklim, transformasi digital, ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.
Penguatan program STEM dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi fokus bersama guna meningkatkan minat generasi muda terhadap sains dan teknologi.

Melalui forum ini, UTM dan Universitas Negeri Malang kembali menunjukkan peran aktif mereka dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang kolaboratif, inovatif, dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat jejaring akademik regional demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.

Dekan Fmipa

Dekan Fmipa

Dr. Hadi Suwono, M.Si

Your content goes here. Edit or remove this text inline or in the module Content settings. You can also style every aspect of this content in the module Design settings and even apply custom CSS to this text in the module Advanced settings.

Co-Teaching Bersama Prof. Hermansyah Menguatkan Pembelajaran  Mata Kuliah Teknologi Asam Nukleat dan Pemurnian Protein  Program Studi Sarjana Bioteknologi FMIPA  Universitas Negeri Malang

Co-Teaching Bersama Prof. Hermansyah Menguatkan Pembelajaran Mata Kuliah Teknologi Asam Nukleat dan Pemurnian Protein Program Studi Sarjana Bioteknologi FMIPA Universitas Negeri Malang

Malang—Pada tanggal 14 April 2026, Program Studi Sarjana Bioteknologi, Departemen Sains Terapan, FMIPA, Universitas Negeri Malang menerima kedatangan Prof. Hermansyah, M.Si, Ph.D dari Universitas Sriwijaya sebagai co-lecturer dalam mata kuliah Teknologi Asam Nukleat dan Pemisahan Protein (TANPP). Mata kuliah TANPP merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa semester 4 Prodi S1 Bioteknologi UM yang berfokus dalam analisis dan rekayasa asam nukleat serta karakterisasi dan pemisahan protein. Prof. Hermansyah, M.Si, Ph.D adalah Dekan FMIPA Universitas Sriwijaya memiliki latar belakang penelitian mengenai genetika yeast (ragi) yang merupakan fungi uniseluler dan tergolong sebagai organisme eukariot yang banyak digunakan dalam industri pangan, sehingga dalam kegiatan co-teaching ini, Prof. Hermansyah, M,Si, Ph.D membawakan materi mengenai karakteristik genetik dari yeast dan rekayasanya. Kegiatan co-teaching ini dilakukan dengan total jam pembelajaran 12 js yang terdiri atas 4 js kuliah tatap muka, 4 js tugas mandiri, dan 4 js kuliah tatap maya.

Pada sesi tatap muka, Prof. Hermansyah, M.Si, Ph.D memberikan kuliah mengenai peran enzim protein phosphatase (PPase) dan protein kinase (PKase) dalam perannya untuk proses cell-signaling, ekspresi gen dan mitosis dari yeast. Tidak hanya itu, beliau juga memaparkan berbagai macam teknik molekuler yang sering dijumpai dalam topik rekayasa DNA seperti mutasi, rekombinasi DNA dan analisis immunoblot yang relevan dengan mata kuliah TANPP dan membantu mahasiswa dalam memperdalam pemahaman teknik-teknik tersebut. Pada kesempatan ini, Prof. Hermansyah, M.Si, Ph.D juga turut menjelaskan pentingnya ilmu bioteknologi dan relevansinya di berbagai bidang seperti, kesehatan, industri, dan pangan.

Selanjutnya untuk kegiatan tugas mandiri, mahasiswa melakukan studi kasus mengenai pemanfaatan yeast (ragi) dalam berbagai industri (terutama makanan dan minuman) untuk melihat potensi peningkatan performanya dengan pendekatan rekayasa DNA. Melalui studi kasus ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan pemahaman mereka menjadi gagasan visioner untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil studi kasus ini kemudian didiskusikan dalam sesi tatap maya untuk dievaluasi. Melalui pembelajaran yang berfokus pada analisis serta manipulasi DNA, mahasiswa dapat memahami peran yeast sebagai organisme model dalam berbagai aplikasi bioteknologi modern, mulai dari kloning gen, ekspresi protein rekombinan, hingga produksi biomolekul bernilai tinggi. Kegiatan pembelajaran ini tidak hanya memperkuat kemampuan mahasiswa dalam teknik isolasi, analisis, dan rekayasa DNA, tetapi juga meningkatkan pemahaman terhadap proses pemurnian protein hasil ekspresi genetik. Dengan penguasaan konsep dan keterampilan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengikuti perkembangan teknologi biologi molekuler serta berkontribusi dalam pengembangan riset dan industri berbasis bioteknologi di masa depan.

Penulis: Norman Yoshi Haryono (Pengajar MK Teknologi Asam Nukleat dan Pemisahan Protein UM)
Penyunting: Evi Susanti

 

FMIPA UM Gelar Pembekalan DPL demi Dampak Nyata di Masyarakat

FMIPA UM Gelar Pembekalan DPL demi Dampak Nyata di Masyarakat


Malang –
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan Pembekalan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk program UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) 2026 pada Rabu, 6 Juni 2026. Sebanyak 33 dosen dari berbagai departemen di lingkungan FMIPA UM hadir dalam pertemuan tersebut, mulai dari Kimia, Biologi, Matematika, Fisika, hingga Ilmu Gizi.

UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) merupakan program pengabdian mahasiswa yang menempatkan peserta didik langsung di tengah komunitas untuk menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang mereka pelajari di kampus. Program ini serupa dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dikenal luas di lingkungan perguruan tinggi Indonesia.

Dalam skema UM BBM Reguler, satu kelompok terdiri dari 30–32 mahasiswa yang dibagi ke dalam dua kelompok kecil dan ditempatkan di dua dusun berbeda. Setiap kelompok wajib memiliki program kerja utama yang lahir dari kebutuhan nyata masyarakat setempat, bukan sekadar program yang terlihat sibuk di atas kertas.

Pembekalan dirancang dengan lima tujuan utama: memahami peran strategis DPL, membimbing mahasiswa menyusun program berbasis kebutuhan masyarakat, melaksanakan monitoring dan evaluasi, memberikan penilaian secara objektif, serta mengarahkan program yang berdampak dan berkelanjutan.

Para DPL juga mendapatkan pemahaman mendalam tentang siklus tugas mereka yang terbagi dalam empat tahap. Pertama, tahap observasi, yakni melakukan pemetaan awal potensi dan permasalahan lokasi sebelum mahasiswa diberangkatkan. Kedua, tahap pembekalan, di mana DPL memastikan kesiapan mahasiswa dan membimbing penyusunan program kerja. Ketiga, tahap pelaksanaan, berupa monitoring rutin, konsultasi berkala, serta menjaga komunikasi aktif dengan pemerintah desa dan masyarakat. Keempat, tahap evaluasi, yakni menilai capaian mahasiswa secara objektif dan berkoordinasi dengan pihak desa terkait berakhirnya program.

UM BBM bukan sekadar program wajib akademik. Melainkan selaras dengan misi pembentukan karakter yang komprehensif. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tumbuh dalam empati dan kepedulian sosial, mampu menerapkan ilmu secara lintas disiplin melalui kerja tim, serta tertanam nilai-nilai nasionalisme, keuletan, kemandirian, dan jiwa wirausaha. Program ini juga mendorong berkembangnya jiwa ilmiah mahasiswa melalui pendekatan riset dalam penyusunan program, sekaligus menjadi katalis terbentuknya learning community yakni masyarakat yang terus belajar dan berkembang secara mandiri.

Keterlibatan DPL juga mencakup pendampingan dalam menghasilkan luaran akademis dan publik. Setiap kelompok mahasiswa didorong untuk memproduksi artikel ilmiah ber-ISSN, mengajukan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), mempublikasikan kegiatan di media massa, serta mendokumentasikan program dalam bentuk video yang dapat diakses masyarakat luas. Sementara itu, penilaian mahasiswa dilakukan secara objektif oleh DPL dan dikonversi ke dalam mata kuliah sesuai kurikulum prodi masing-masing.

Dengan membekali Dosen Pembimbing Lapangan secara serius sebelum program BBM dimulai, FMIPA Universitas Negeri Malang menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanyaaktivitas seremonial, melainkan bagian integral dari misi akademik yang berorientasi pada perubahan sosial nyata dan berkelanjutan.

Chat