0341-552180 [email protected]
Sambut Kenal Mahasiswa Student Mobility Inbound dari University Malaysia Terengganu di Prodi S1 Bioteknologi FMIPA UM untuk Memperkuat Kolaborasi Akademik dan Pertukaran Budaya

Sambut Kenal Mahasiswa Student Mobility Inbound dari University Malaysia Terengganu di Prodi S1 Bioteknologi FMIPA UM untuk Memperkuat Kolaborasi Akademik dan Pertukaran Budaya

Malang, 6 April 2026 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) secara resmi menerima mahasiswa Student Mobility dari Biological Sciences Programme, Faculty of Science and Marine Environment, Universiti Malaysia Terengganu (UMT) dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Dekanat FMIPA UM, Gedung B20. Penerimaan dilakukan oleh Dekan FMIPA UM, Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si., dan dihadiri oleh pimpinan departemen di lingkungan FMIPA UM, termasuk Ketua Departemen Sains Terapan sekaligus Koordinator Program Studi S1 Bioteknologi, Prof. Dr. Evi Susanti, M.Si., dan pimpinan tenaga kependidikan FMIPA UM.

Program Student Mobility ini merupakan bagian dari kegiatan bertajuk Student and Cultural Exchange at Biotechnology UM 2026 yang akan berlangsung selama satu bulan di Prodi S1 Bioteknologi UM. Program yang sudah berjalan rutin selama 3 tahun terakhir ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan magang, tetapi juga sebagai wadah integrasi antara pengalaman akademik, riset, dan pemahaman lintas budaya. Sebanyak empat mahasiswa dari UMT mengikuti program ini, yaitu Yogavaishnavi a/p Subramaniam, Jamie P’ng Jinq Ru, Nur Hanan Humaira binti Erwanshah, dan Vinmughil A/P Arangkannal. Selama pelaksanaan program, keempat mahasiswa akan terlibat dalam beberapa aktivitas utama yang terstruktur berupa: (a) Magang Laboratorium Berbasis Riset dan Diskusi Ilmiah, (b) Cultural Exchange (Pertukaran Budaya), dan (c) Refleksi serta Evaluasi Program.

Mahasiswa akan mengikuti kegiatan magang di Laboratorium Bioteknologi dan Laboratorium Mineral dan Material Maju (LMMM) FMIPA UM dengan pendampingan dosen dan teknisi laboratorium. Kegiatan ini meliputi: Pengenalan fasilitas dan standar keselamatan kerja di laboratorium; Pelatihan teknik dasar bioteknologi; Keterlibatan dalam proyek riset dosen, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam proses penelitian terutama terkait fermentasi makanan dan aspek mikrobiologi dari Jewawut, salah satu tanaman khas Indonesia; Diskusi ilmiah rutin dan presentasi hasil eksperimen dan penguatan pemahaman konsep. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan keterampilan praktis (hands-on skills) serta memahami alur kerja penelitian di bidang bioteknologi secara nyata. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan ilmiah serta membangun jejaring akademik internasional. Sebagai bagian penting dari program, mahasiswa juga akan mengikuti kegiatan pertukaran budaya yang meliputi pengenalan budaya lokal Indonesia (khususnya budaya Malang dan Jawa Timur), kunjungan ke tempat-tempat edukatif dan budaya di sekitar Malang, serta interaksi langsung dengan mahasiswa Bioteknologi UM melalui kegiatan informal seperti diskusi budaya dan kuliner. Di akhir program, mahasiswa akan diminta untuk menyusun laporan kegiatan Student Mobility, melakukan presentasi hasil pengalaman dan pembelajaran selama program, dan memberikan umpan balik terhadap pelaksanaan program sebagai bahan evaluasi ke depan. Kegiatan ini menjadi bagian penting untuk mengukur capaian program sekaligus memperkuat aspek reflektif dalam proses pembelajaran.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, program Student and Cultural Exchange at Biotechnology UM 2026 diharapkan mampu memberikan pengalaman komprehensif yang menggabungkan aspek akademik, penelitian, dan budaya. Selain itu, program ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama internasional antara FMIPA UM dan Universiti Malaysia Terengganu terutama di bidang pendidikan dan riset bioteknologi. Selain itu, melalui kegiatan ini, FMIPA UM juga berkontribusi dalam mendukung agenda global melalui implementasi nilai-nilai SDGs dalam pendidikan tinggi, antara lain SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur), SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), dan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan).

Penulis: Nani Farida (Sekretaris Departemen Sains Terapan FMIPA UM)
Penyunting: Evi Susanti

FMIPA UM Gelar Halalbihalal dan Kuliah Umum dengan Tema Memperkuat Integritas dan Layanan Prima menuju FMIPA UM Wilayah Bebas dari Korupsi

FMIPA UM Gelar Halalbihalal dan Kuliah Umum dengan Tema Memperkuat Integritas dan Layanan Prima menuju FMIPA UM Wilayah Bebas dari Korupsi

Malang, 31 Maret 2026 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) menggelar acara halalbihalal sekaligus kuliah umum dengan tema “Memperkuat Integritas dan Layanan Prima menuju FMIPA UM Wilayah Bebas dari Korupsi”. Tema ini dipilih dalam rangka penguatan Zona Integritas di lingkungan FMIPA UM menjadi Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani. Kegiatan yang berlangsung di Aula B20 ini dihadiri oleh Dekan beserta jajaran, seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan fungsionaris mahasiswa, serta para mantan pimpinan FMIPA UM.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menghadirkan narasumber Dr. H. Baihaqi yang menyampaikan materi penting tentang integritas dan bahaya korupsi. Dalam pemaparannya, Dr. Baihaqi menekankan pentingnya menjaga harta sesama dengan cara yang halal dan benar. Dr. Baihaqi mengisahkan cerita inspiratif dari Umar bin Khattab yang dikenal sebagai pemimpin yang sangat memperhatikan rakyatnya, terutama kaum dhuafa. Kisah ini menjadi teladan tentang pentingnya integritas seorang pemimpin dalam melayani masyarakat.

Narasumber juga menjelaskan makna mendalam dari tradisi halalbihalal yang merupakan momentum untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. “Minal aidin wal faidzin bukan sekadar mohon maaf lahir dan batin, tetapi juga momentum untuk kembali ke fitrah dengan hati yang bersih,” jelasnya.

Dr. Baihaqi menekankan pentingnya budaya berkunjung dan menjaga silaturahmi, terutama setelah bulan Ramadhan. Ia menyebutkan bahwa orang yang bijak akan selalu ingin bersilaturahmi ketika sehat, dan ketika ada kerenggangan hubungan, segera berupaya untuk memperbaiki diri.

Menuju FMIPA UM Bebas Korupsi

Tema kuliah umum ini sangat relevan dengan upaya FMIPA UM untuk menjadi wilayah bebas dari korupsi. Melalui acara ini, diharapkan seluruh civitas akademik FMIPA UM dapat memperkuat komitmen untuk menjunjung tinggi integritas dan memberikan layanan prima.

Acara ditutup dengan doa bersama dengan harapan agar ibadah puasa yang telah dilaksanakan selama Ramadhan diterima oleh Allah SWT. dan FMIPA UM dapat menjadi institusi yang bersih, berintegritas, dan membanggakan.

Chat