0341-552180 [email protected]
Mahasiswa Prodi Bioteknologi FMIPA Universitas Negeri Malang Mengikuti Kegiatan Pre-Conference Workshop-International Conference of Pharmaceutical Sciences (ICOPS) 2025 di International Islamic University Malaysia, Kuantan, Malaysia

Mahasiswa Prodi Bioteknologi FMIPA Universitas Negeri Malang Mengikuti Kegiatan Pre-Conference Workshop-International Conference of Pharmaceutical Sciences (ICOPS) 2025 di International Islamic University Malaysia, Kuantan, Malaysia

Gambar 1. Mahasiswa S1 Bioteknologi Universitas Negeri Malang

Dalam rangka mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi serta peningkatan kualitas dan daya saing mahasiswa di tingkat global, Universitas Negeri Malang secara aktif mendorong partisipasi mahasiswa dalam kegiatan akademik internasional yang didukung oleh program World Class University (WCU). Salah satu bentuk implementasi upaya tersebut adalah keikutsertaan mahasiswa Program Studi S1 Bioteknologi dalam Pre-Conference Workshop-International Conference of Pharmaceutical Sciences (ICOPS) 2025 yang diselenggarakan oleh International Islamic University Malaysia (IIUM).

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Universitas Negeri Malang dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals), melalui penguatan jejaring akademik dan pertukaran pengetahuan lintas negara. Partisipasi dalam konferensi internasional ini diharapkan dapat memperluas wawasan ilmiah, meningkatkan kompetensi akademik, serta membekali mahasiswa dengan perspektif global yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini. Kegiatan ini diikuti oleh 16 mahasiswa dari Program Studi S1 Bioteknologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UM, dengan lima mahasiswa diantaranya berasal dari Kelas Internasional Program Studi S1 Bioteknologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UM, yaitu: (1) Abdullah Syamil Hanafi Hafidz, (2) Zuyun Ruhhayati Kamila Husaini Safalas, (3) Shakila Aliya Zahra, (4) Athaya Nakia Zustin, dan (5) Salwa Qotrun Nada.

Antusiasme tinggi terlihat, khususnya karena kegiatan ini merupakan pengalaman pertama mereka dalam Program Student Mobility di tingkat internasional. Peserta menunjukkan ketertarikan besar dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, termasuk sesi hands-on laboratory dan diskusi akademik, sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan akademik global. Kesempatan untuk belajar langsung dari Pemateri internasional, berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara, serta terlibat dalam kegiatan laboratorium di institusi di Perguruan Tinggi luar negeri menjadi pengalaman baru yang sangat berharga dan memotivasi peserta untuk berdiskusi, serta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.

Gambar 2. Keberangkatan Mahasiswa Kelas Internasional Prodi S1 Bioteknologi Universitas Negeri Malang

Pada tanggal 24 November 2025 dilaksanakan keberangkatan peserta dari Indonesia menuju Malaysia, dilanjutkan dengan perjalanan menuju Kuantan. Kegiatan utama dilaksanakan pada tanggal 25 November 2025 di Kulliyyah of Pharmacy, IIUM Kuantan Campus. Acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan resmi, serta sesi foto bersama. Selanjutnya, diberikan pengayaan materi tentang “Animal Cell Culture As a Tool in Drug Discovery” oleh Prof. Dr. Muhammad Taher Bakhtiar. Eksposur terhadap teknologi dan produk industri terkini juga diberikan melalui sesi promosi dari DKSH Technology dan Cyto-D’na Scientific, yang memperkenalkan instrumen solusi pendukung riset selain itu pengayaan materi tentang instrumen utama “Unveiling Cellular Complexity: Next-Gen Flow Cytometry for Deeper Biological Discoveries” dan tidak lupa kegiatan seperti hands-on laboratory yang meningkatkan kompetensi dengan bekal materi yang sudah diberikan sebelumnya. Kegiatan tea break yang diinisiasi oleh penyelenggara turut mendorong terbentuknya kolaborasi akademik dan jejaring profesional antara peserta, peneliti, dan pihak industri.

Gambar 3. Sesi hands-on laboratory flow cytrometry

Selain Flow Cytometry Workshop, beberapa, peserta juga mengikuti workshop lainnya seperti Cosmetics Workshop yang dimulai dengan pemaparan materi tentang “Age Gracefully, Age Powerfully: The Next Wave in Anti-Aging Cosmetics” yang dibawakan oleh Assoc. Prof. Dr. Hazrina Hadi, The Future of Anti-Aging Cosmetics, hingga sesi hands-on laboratory langsung di laboratorium yang memberikan pengalaman teknis terkait formulasi dasar produk anti-aging. Kegiatan berlangsung intensif hingga sore hari, memberikan wawasan komprehensif dari sisi teori maupun praktik.

Gambar 4. Sesi hands-on laboratory cosmetics workshop 

 

 

 

 

 

 

 

Sesi Hands-On laboratory cosmetics workshop merupakan bagian dari kegiatan pre-conference ICOPS yang dirancang untuk memberikan pengalaman praktik langsung kepada peserta dalam bidang sains kosmetik. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan pada tahapan dasar formulasi kosmetik, pemilihan dan penanganan bahan aktif, serta aspek keamanan dan kualitas produk. Melalui praktik laboratorium yang dipandu oleh instruktur ahli, peserta dapat memahami penerapan teori ke dalam proses pembuatan produk kosmetik secara nyata, sekaligus meningkatkan keterampilan teknis dan ketelitian dalam kegiatan laboratorium.

Pelaksanaan kedua workshop ini menghasilkan berbagai luaran penting, diantaranya peningkatan pengetahuan teoritis peserta mengenai riset kanker, termasuk pemahaman tentang animal cell culture, mekanisme apoptosis, serta peran teknologi flow cytometry dalam penelitian kanker dan penemuan obat. Melalui sesi ilmiah mengenai teknologi flow cytometry generasi terbaru, peserta juga memperoleh wawasan mendalam terkait peningkatan sensitivitas instrumen dan aplikasinya dalam studi biologi sel yang lebih komprehensif. Selain dari Flow Cytometry Workshop, Cosmetics Workshop tentunya juga memiliki beberapa luaran penting diantaranya adanya peningkatan wawasan dalam studi manfaat, formulasi, dan teknologi anti-aging cosmetics. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang kolaborasi, memperluas jaringan profesional, serta memberikan inspirasi untuk mengembangkan penelitian yang lebih inovatif di masa mendatang.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, kami berterima kasih atas pihak-pihak yang sudah membantu sehingga pengalaman serta pengetahuan yang kami dapatkan kami harap dapat berguna di kemudian hari, terkhususnya kepada Program LPDP equity, serta dukungan dari World Class University, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Negeri Malang.

Wujudkan Kampus Hijau, UM Tanam Pohon-Pohon Langka pada Hari Menanam Pohon

Wujudkan Kampus Hijau, UM Tanam Pohon-Pohon Langka pada Hari Menanam Pohon

Malang, 28 November 2025, Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon, Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan kegiatan penanaman pohon langka sebagai bagian dari komitmen kampus terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem. Kegiatan ini mengusung tema “Mengarusutamakan tanam bibit pohon langka untuk keberlanjutan ekosistem alam dan kehidupan.”

Aksi penanaman dimulai pukul 08.00 WIB di area Hutan Universitas Negeri Malang, berlokasi di depan Perpustakaan Pusat. Tiga spesies pohon langka yang ditanam merupakan sumbangan dari Forum Pohon Langka Indonesia (FPLI), yaitu Castanopsis argentea, Vatica javatica, dan Dipterocarpus retusus. Ketiga spesies ini memiliki nilai penting dalam menopang struktur hutan tropis sekaligus menjadi bagian dari plasma nutfah Indonesia.

Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Dr. Fatchur Rohman, M.Si, yang berperan sebagai penanggung jawab acara. Beliau menegaskan bahwa penanaman pohon langka merupakan langkah strategis dalam menjaga kekayaan biodiversitas nasional. Acara tersebut juga melibatkan berbagai unsur sivitas akademika, termasuk dosen, staf UM, serta mahasiswa dari S1 Biologi, S2 Pendidikan Biologi, S2 Biologi, S3 Pendidikan Biologi, dan alumni, yang bersama-sama turun langsung menanam bibit pohon langka tersebut.

Dalam pesannya, Prof. Dr. Fatchur Rohman, M.Si menyampaikan bahwa pelestarian plasma nutfah merupakan amanah penting bagi perguruan tinggi. “Penanaman pohon langka diharapkan dapat menjaga keberadaan plasma nutfah sebagai kekayaan biodiversitas Indonesia. Merawat yang langka, menjaga yang tersisa,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa masih banyak jenis pohon langka yang belum dikenal masyarakat, sehingga diperlukan gerakan nyata untuk memastikan keberadaan dan kelestariannya.

Melalui kegiatan ini, UM menunjukkan perannya sebagai kampus yang berkomitmen terhadap konservasi lingkungan. Penanaman pohon langka ini tidak hanya menambah kekayaan vegetasi kampus, tetapi juga menjadi edukasi bagi sivitas akademika untuk terus peduli dan berkontribusi pada kelestarian ekosistem hutan dan biodiversitas Indonesia.

Chat