Mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Malang Raih Juara 1 “KPP Mining Youth in Action” Lewat Inovasi Pakan Lobster dari Limbah Ikan Rucah
Jakarta, 15 Juni 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM). Dalam ajang nasional KPP Mining Youth in Action pendanaan 2024, tim mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA UM) berhasil meraih Juara 1 tingkat mahasiswa melalui inovasi berkelanjutan bertajuk Pakan Lobster dari Limbah Ikan Rucah.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining) ini bertujuan mendorong kontribusi generasi muda dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan fokus pada empat bidang utama—Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Kewirausahaan—program ini terbuka bagi siswa dan mahasiswa di seluruh Indonesia.
Prof. Dr. Sentot Kusairi, M.Si., Wakil Dekan III FMIPA UM, hadir mewakili Rektor Universitas Negeri Malang dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Pamapersada Nusantara, Jakarta. Beliau menyampaikan apresiasi terhadap KPP Mining atas fasilitasi peran mahasiswa dalam pengembangan inovasi berorientasi keberlanjutan.
“Alhamdulillah, mahasiswa FMIPA UM mampu membuktikan bahwa riset sederhana namun aplikatif bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Inovasi ini juga memperlihatkan komitmen kami dalam mendukung pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab,” ujar Prof. Sentot.
Inovasi pakan alternatif untuk budidaya lobster ini dikembangkan dari limbah ikan rucah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Di bawah bimbingan Ibu Ajeng Daniarsih, M.Si., tim mahasiswa berhasil merumuskan produk yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan efisiensi dan produktivitas pembudidaya lobster di daerah pesisir.
Kegiatan puncak turut dihadiri oleh Presiden Direktur PT KPP Mining, Bapak Wahyu Widaryanto, serta pembicara kunci dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbudristek dan Perwakilan SDGs Indonesia. Selain penghargaan utama, tim FMIPA UM juga memperoleh dana pembinaan tambahan sebesar Rp15 juta rupiah.
Selain kompetisi, acara juga menampilkan pameran karya siswa dan mahasiswa terkait implementasi SDGs di bidang pengelolaan air, pengurangan limbah, kesehatan masyarakat, dan kewirausahaan sosial.
“Prestasi ini adalah cerminan kualitas akademik dan integritas sosial mahasiswa FMIPA UM. Kami akan terus mendorong kolaborasi riset dan inovasi menuju visi FMIPA UM sebagai fakultas terbaik di Asia Tenggara pada tahun 2030,” tegas Prof. Sentot.
Keberhasilan ini kembali menegaskan peran FMIPA UM sebagai salah satu pilar pengembangan inovasi ilmiah yang berdampak langsung pada masyarakat serta berkontribusi pada agenda pembangunan berkelanjutan nasional.