0341-552180 [email protected]
Mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Malang Raih Juara 1 “KPP Mining Youth in Action” Lewat Inovasi Pakan Lobster dari Limbah Ikan Rucah

Mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Malang Raih Juara 1 “KPP Mining Youth in Action” Lewat Inovasi Pakan Lobster dari Limbah Ikan Rucah

Jakarta, 15 Juni 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM). Dalam ajang nasional KPP Mining Youth in Action pendanaan 2024, tim mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA UM) berhasil meraih Juara 1 tingkat mahasiswa melalui inovasi berkelanjutan bertajuk Pakan Lobster dari Limbah Ikan Rucah.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining) ini bertujuan mendorong kontribusi generasi muda dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan fokus pada empat bidang utama—Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Kewirausahaan—program ini terbuka bagi siswa dan mahasiswa di seluruh Indonesia.

Prof. Dr. Sentot Kusairi, M.Si., Wakil Dekan III FMIPA UM, hadir mewakili Rektor Universitas Negeri Malang dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Pamapersada Nusantara, Jakarta. Beliau menyampaikan apresiasi terhadap KPP Mining atas fasilitasi peran mahasiswa dalam pengembangan inovasi berorientasi keberlanjutan.

“Alhamdulillah, mahasiswa FMIPA UM mampu membuktikan bahwa riset sederhana namun aplikatif bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Inovasi ini juga memperlihatkan komitmen kami dalam mendukung pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab,” ujar Prof. Sentot.

Inovasi pakan alternatif untuk budidaya lobster ini dikembangkan dari limbah ikan rucah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Di bawah bimbingan Ibu Ajeng Daniarsih, M.Si., tim mahasiswa berhasil merumuskan produk yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan efisiensi dan produktivitas pembudidaya lobster di daerah pesisir.

Kegiatan puncak turut dihadiri oleh Presiden Direktur PT KPP Mining, Bapak Wahyu Widaryanto, serta pembicara kunci dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbudristek dan Perwakilan SDGs Indonesia. Selain penghargaan utama, tim FMIPA UM juga memperoleh dana pembinaan tambahan sebesar Rp15 juta rupiah.

Selain kompetisi, acara juga menampilkan pameran karya siswa dan mahasiswa terkait implementasi SDGs di bidang pengelolaan air, pengurangan limbah, kesehatan masyarakat, dan kewirausahaan sosial.

“Prestasi ini adalah cerminan kualitas akademik dan integritas sosial mahasiswa FMIPA UM. Kami akan terus mendorong kolaborasi riset dan inovasi menuju visi FMIPA UM sebagai fakultas terbaik di Asia Tenggara pada tahun 2030,” tegas Prof. Sentot.

Keberhasilan ini kembali menegaskan peran FMIPA UM sebagai salah satu pilar pengembangan inovasi ilmiah yang berdampak langsung pada masyarakat serta berkontribusi pada agenda pembangunan berkelanjutan nasional.

FMIPA HIJAU, BUMI LESTARI

FMIPA HIJAU, BUMI LESTARI

Malang, 5 Juni 2025 – Suasana berbeda tampak di lingkungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan tema “FMIPA HIJAU, BUMI LESTARI”. Ratusan sivitas akademika FMIPA berkumpul sejak pagi untuk mengikuti kegiatan penghijauan dan kerja bakti yang diadakan sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Acara yang digelar pada Rabu (5/6) ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali pentingnya keterlibatan aktif seluruh elemen kampus dalam menjaga bumi. Tidak hanya menjadi simbol semata, kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah nyata menuju terwujudnya Universitas Negeri Malang sebagai Green Campus.

Menanam Harapan: Simbolisasi dengan Pohon Langka

Kegiatan diawali dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Dekan FMIPA, Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si, yang menanam pohon kalpataru (Hura crepitans) di halaman depan gedung fakultas. Kalpataru, yang dikenal sebagai simbol kehidupan dan kelestarian, dipilih bukan tanpa alasan. Pohon ini mewakili harapan besar akan kampus yang lebih hijau, lebih lestari, dan lebih sehat.

Tidak ketinggalan, perwakilan mahasiswa juga turut serta dalam kegiatan simbolis ini dengan menanam pohon gaharu (Aquilaria malaccensis), yang dikenal sebagai salah satu pohon bernilai tinggi dan terancam punah. Kehadiran mahasiswa dalam aksi ini mencerminkan peran generasi muda sebagai penjaga masa depan bumi.

Setelah seremoni, seluruh peserta terlibat dalam penanaman pohon secara massal. Jenis-jenis pohon yang ditanam cukup beragam, mulai dari pohon buah seperti lengkeng, asam jawa, gowok, duku, hingga kedondong. Ada pula pohon konservasi seperti genitri yang memiliki nilai ekologis penting. Keragaman tanaman ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem mini yang kaya dan seimbang di lingkungan kampus.

Lebih dari Sekadar Simbol: Kerja Bakti dan Edukasi Lingkungan

Tidak berhenti di penanaman pohon, kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti bersama. Seluruh peserta, mulai dari dosen hingga mahasiswa, membersihkan area sekitar fakultas dan merawat tanaman yang sudah ada. Aktivitas ini bukan hanya tentang kebersihan fisik, tetapi juga sebagai bagian dari proses membangun kesadaran kolektif akan pentingnya perawatan lingkungan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Prof. Hadi Suwono menegaskan bahwa tindakan nyata jauh lebih berarti daripada sekadar wacana. Ia menekankan bahwa keberagaman jenis tanaman yang ditanam sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang stabil dan tahan terhadap perubahan lingkungan.

“Penanaman pohon-pohon yang beragam jenisnya sangat diperlukan, karena semakin beragam jenis pohon pada suatu ekosistem maka akan semakin stabil ekosistem tersebut,” tegasnya.

Komitmen Jangka Panjang: Green Campus dan SDGs

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan FMIPA dalam mendukung visi besar Universitas Negeri Malang sebagai Green Campus. Tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, aksi penghijauan ini diharapkan menjadi budaya hidup sivitas akademika FMIPA.

Lebih jauh, kegiatan ini juga merupakan wujud nyata dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-15, yang menyerukan perlindungan, pemulihan, dan pelestarian ekosistem daratan. Melalui langkah kecil namun konsisten ini, FMIPA menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari lingkungan sekitar.

Chat