0341-552180 [email protected]
Kerja Sama Penelitian Dana Hibah Keidanren Nature Conservation Fund: Kolaborasi Jurusan Biologi dan Pendidikan IPA UM dengan Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN

Kerja Sama Penelitian Dana Hibah Keidanren Nature Conservation Fund: Kolaborasi Jurusan Biologi dan Pendidikan IPA UM dengan Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN

Universitas Negeri Malang (UM) melalui Jurusan Biologi dan Pendidikan IPA menjalin kerja sama penelitian dengan Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi ini didukung oleh dana hibah dari Keidanren Nature Conservation Fund, sebuah lembaga yang fokus pada konservasi alam dan keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan studi terkait ekologi dan etnobiologi, khususnya dalam upaya pelestarian pada eksplorasi Pala Jawa (Mysritiqa tesysmanii), di Cagar Alam Pulau Sempu Jawa Timur. Kegiatan ini menghasilkan informasi tentang faktor-faktor ekologis yang mempengaruhi populasi Pala Jawa di Pulau Sempu.

Kegiatan ini didukung penuh oleh FMIPA UM dan BBKSDA Jawa Timur. Kerja sama ini tidak hanya memperkuat jaringan penelitian antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional, tetapi juga membuka peluang untuk kolaborasi internasional di masa depan. Keidanren Nature Conservation Fund dipilih sebagai mitra pendanaan karena reputasinya yang kuat dalam mendukung proyek-proyek konservasi lingkungan global. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat tercipta solusi inovatif untuk menghadapi tantangan lingkungan dan keanekaragaman hayati, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian alam terutama kelestarian tumbuhan Pala Jawa yang sudah hampir punah. Kegiatan ini mendukung SDG no 15.

Enhancing Collaboration Between the Biotechnology Study Program of Universitas Negeri Malang and BRIN KST B.J. Habibie Through MBKM Internship Program Socialization and FGD on Fish Protein Hydrolysis as a Nutraceutical Therapy for Osteoarthritis to Support SDGs 4, 9, and 17

Enhancing Collaboration Between the Biotechnology Study Program of Universitas Negeri Malang and BRIN KST B.J. Habibie Through MBKM Internship Program Socialization and FGD on Fish Protein Hydrolysis as a Nutraceutical Therapy for Osteoarthritis to Support SDGs 4, 9, and 17

The Biotechnology Study Program of Universitas Negeri Malang (UM) welcomed a special visit from Dr. Noer Laily, a researcher from the National Research and Innovation Agency (BRIN) at the B.J. Habibie Science and Technology Park (KST B.J. Habibie), on Wednesday, February 19, 2025. The visit aimed to enhance the role of Biotechnology students by providing them with an in-depth understanding of the internship application procedures at BRIN KST B.J. Habibie and the benefits of the internship program. The event also included a Focus Group Discussion (FGD) on Fish Protein Hydrolysis (HPI) research between Prof. Dr. Evi Susanti, S.Si., a researcher from UM’s Biotechnology Program, and Dr. Noer Laily from BRIN KST B.J. Habibie.

The presentation session was held in the Biotechnology Seminar Room B25. Dr. Noer Laily explained the steps students need to take to join the internship program at BRIN KST B.J. Habibie, including the preparation of required documents such as a research proposal, a recommendation letter, and the most recent academic transcript. She also elaborated on the various benefits of the internship, including access to advanced laboratory facilities, mentorship from expert researchers, and research experience that can support students’ final projects.

“The internship at BRIN KST B.J. Habibie lasts for one semester or six months, providing students with the opportunity to engage directly in innovative and applied research. The research findings can be used as part of their thesis, making this experience highly beneficial for students,” stated Dr. Noer Laily during her presentation. This internship initiative aligns with SDG 17 as a form of partnership between BRIN and the Applied Science Department of FMIPA UM.

The registration process and various research focus areas at BRIN KST B.J. Habibie were also presented. Students actively asked questions regarding the selection process, internship duration, and career prospects after completing the program. This opportunity aligns with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 4 on quality education and Goal 9 on industry, innovation, and infrastructure.

The event continued with a Focus Group Discussion (FGD) involving Prof. Dr. Evi Susanti, S.Si., Dr. Muh. Ade Artasasta, a researcher from the Biotechnology Study Program of Universitas Negeri Malang, Dr. Noer Laily from BRIN KST B.J. Habibie, and Biotechnology students from the 2021 and 2022 cohorts. The FGD resulted in an agreement to continue studying the characterization of HPI from fish waste currently under research and to develop ready-to-eat functional food products that can help reduce and prevent tissue damage in osteoarthritis patients.

Pemahaman Morfologi Bakteri Melalui Kuliah Tamu Online Untuk Mendukung SDGs Poin 4, 9, dan 17

Pemahaman Morfologi Bakteri Melalui Kuliah Tamu Online Untuk Mendukung SDGs Poin 4, 9, dan 17

Program Studi Bioteknologi Departemen Sains Terapan FMIPA Universitas Negeri Malang menggelar Seri Kuliah Tamu Online yang diselenggarakan pada Senin, 24 Februari 2025 (Seri 1) dan Jumat, 28 Februari 2025 (Seri 2) dengan Dr. Nur Izzati Mohd Noh dari Universiti Teknologi Malasyia sebagai pemateri. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui platform zoom yang dihadiri oleh dosen pengampu mata kuliah mikrobiologi, serta mahasiswa Internasional Bioteknologi FMIPA UM Angkatan 2024.

 Kegiatan tersebut berlangsung dalam 2 seri di mana seri pertama membahas mengenai klasifikasi bakteri. Secara rinci, Dr. Izzati memaparkan berbagai hal terkait struktur umum dari bakteri. Kedua, Dr Izzati menjelaskan mengenai genetika bakteri yang dapat digunakan untuk mengetahui jenis dari materi genetika. Hal ini menjadi penting bagi mahasiswa dalam memahami proses replikasi DNA.

Pada seri 1 dan 2, Dr. Izzati juga memaparkan mengenai peranan mikrobiologi dalam realisasi setiap poin SDGs. Terangnya, bakteri tidak hanya dapat dimanfaatkan dalam industri pangan, juga dapat dimanfaatkan dalam dunia kesehatan (sebagai biomarker, sumber senyawa obat). Oleh karenanya, pemanfaatan bakteri secara masif dapat menjadi alternatif dalam menjaga eksosistem darat dan laut karena dapat mengurangi kebergantungan manusia dalam memanfaatkan tanaman ataupun biota-biota laut sebagai sumber kebutuhan penting dalam industri maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan kuliah tamu ini diharapakan kerjasama antara Universitas Negeri Malang dengan Universiti Teknologi Malaysia dalam mengembangkan riset-riset terkait diberbagai bidang bioteknologi terus berjalan. Oleh karen itu, kegiatan kuliah tamu online ini, seri 1-3, diharapkan mampu merealisasi poin-poin SDGs utamanya pada poin 4 (pendidikan berkualitas), poin 9 (infrastruktur, industri dan inovasi), dan poin 17 (kemitraan untuk mencapai tujuan).

Strategi Utama Penulisan Sains Melalui Kuliah Tamu Online Untuk Mendukung SDGs Poin 4, 9, dan 17

Strategi Utama Penulisan Sains Melalui Kuliah Tamu Online Untuk Mendukung SDGs Poin 4, 9, dan 17

Program Studi Bioteknologi Departemen Sains Terapan FMIPA Universitas Negeri Malang menggelar Seri Kuliah Tamu Online yang diselenggarakan pada Senin, 24 Februari 2025 (Seri 1), Rabu, 26 Februari 2025 (Seri 2), dan Senin, 3 Maret 2025 (Seri 3) dengan Assoc. Prof. ChM. Dr. Mohd Bakri Bakar sebagai pemateri dari Universiti Teknologi Malasyia (UTM). Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui platform zoom yang dihadiri oleh Bapak/Ibu pengampu mata kuliah komunikasi sains, serta mahasiswa Internasional Bioteknologi FMIPA UM Angkatan 2024.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam 3 seri di mana seri pertama membahas mengenai strategi utama di dalam penulisan sains. Secara rinci, Dr. Mohd Bakri memaparkan berbagai hal terkait penulisan paragraf terstruktur, tema dan gagasan utama di dalam penulisan sains termasuk contoh-contohnya. Kedua, Dr. Mohd Bakri menjelaskan mengenai penggunaan artificial intelligence (AI) di dalam penulisan artikel ilmiah. Ketiga, dijelaskan juga mengenai pentingnya komunikasi sains di Indonesia.

Pada seri ke pertama dan ketiga, Dr. Mohd Bakri juga memaparkan mengenai peranan sains dalam realisasi setiap poin SDGs. Terangnya, komunikasi sains tidak hanya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga merupakan bentuk komunikasi ilmiah antar peneliti atau mahasiswa. Oleh karenanya, komunikasi sains ini hendaknya dimiliki oleh setiap mahasiswa sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan kuliah tamu ini diharapakan kerjasama antara Universitas Negeri Malang dengan Universiti Teknologi Malaysia dalam mengembangkan riset-riset terkait diberbagai bidang bioteknologi terus berjalan. Oleh karen itu, kegiatan kuliah tamu online ini, seri 1-3, diharapkan mampu merealisasi poin-poin SDGs utamanya pada poin 4 (pendidikan berkualitas), poin 9 (infrastruktur, industri dan inovasi), dan poin 17 (kemitraan untuk mencapai tujuan).

Pembekalan Persiapan Magang Industri: Meningkatkan Profesionalisme Mahasiswa Bioteknologi Dalam Mendukung SDGs 4, 8, dan 9

Pembekalan Persiapan Magang Industri: Meningkatkan Profesionalisme Mahasiswa Bioteknologi Dalam Mendukung SDGs 4, 8, dan 9

Dalam rangka mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia industri, program studi Bioteknologi UM telah menyelenggarakan kegiatan “Pembekalan Persiapan Magang Industri” pada Jumat, 24 Januari 2025 secara daring. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa Bioteknologi UM terutama Angkatan 2022 dengan keterampilan yang diperlukan selama magang, meliputi persiapan magang, etika magang, profesionalisme dalam bekerja, serta evaluasi diri setelah magang. Dengan pembekalan yang disampaikan oleh Rendra Aji Sauptra, S.Si dari PT Nestle Indonesia ini, mahasiswa diharapkan mampu menjalani magang dengan optimal dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi industri. Workshop ini berperan penting dalam mendukung beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), dan SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure).

 Meningkatkan Mutu Pendidikan dan Kesiapan Kerja (SDG 4: Quality Education)

Pembekalan magang industri memberikan wawasan bagi mahasiswa tentang persiapan yang harus dilakukan sebelum memasuki dunia kerja. Mahasiswa mendapatkan informasi mengenai tata cara magang, pemahaman terhadap tugas yang akan dijalankan, serta keterampilan yang perlu dikuasai agar magang dapat berjalan dengan efektif. Dengan demikian, mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja dan industri.

Meningkatkan Etika dan Profesionalisme dalam Dunia Kerja (SDG 8: Decent Work and Economic Growth)

Etika dan profesionalisme merupakan aspek penting dalam lingkungan kerja. Melalui pembekalan ini, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga sikap profesional, berkomunikasi secara efektif, serta mematuhi peraturan perusahaan tempat magang. Selain itu, mereka juga dibekali keterampilan dalam bekerja secara tim dan menghadapi tantangan di lingkungan industri, yang akan meningkatkan kualitas tenaga kerja di masa depan.

Mendukung Inovasi dan Penguatan Industri (SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure)

Dengan mengikuti magang industri, mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam pengembangan inovasi di bidang bioteknologi. Pengalaman langsung di industri memberikan wawasan tentang bagaimana ilmu yang mereka pelajari di kampus diterapkan dalam skala yang lebih besar. Hal ini membantu membangun keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri dan mendorong pertumbuhan infrastruktur riset serta inovasi di bidang bioteknologi.

Evaluasi Diri untuk Pengembangan Karier

Salah satu aspek penting dari program ini adalah evaluasi diri setelah magang. Mahasiswa diajarkan bagaimana merefleksikan pengalaman magang mereka, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, serta menyusun strategi untuk pengembangan karier mereka di masa depan. Dengan evaluasi diri yang baik, mahasiswa dapat meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja yang kompetitif.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta yang merasa lebih siap menghadapi dunia industri. Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan mahasiswa Bioteknologi dapat menjalani magang dengan lebih percaya diri, memberikan kontribusi yang nyata bagi industri, serta turut mendukung pencapaian berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Chat