Hari ini, Rabu 10 Agustus 2022 FMIPA UM menyambut kunjungan dari FKIP Universitas Tadulako dalam rangka kunjungan kerja. Kegiatan tersebut disambut dan dibuka oleh Dekan FMIPA Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si. Tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk bencmarking kurikulum OBE dan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara FKIP Tadulako dengan FMIPA Universitas Negeri Malang. Tujuan benchmarking kurikulum adalah berdiskusi tentang Akreditasi Internasional, terkait teknis penyiapan Akreditasi Internasional. Dekan FMIPA UM menjelaskan “yang diperlukan dalam mendukung pengajuan Akreditasi Internasional adalah komitmen pimpinan Fakultas dengan pimpinan di Departemen”. yang Selain tujuan diatas, kinjungan tersebut juga mendiskusikan mengenai program PKKM. “Keberhasilan dari Program MBKM adalah bagaimana prodi membangun dan membuat komitmen. Seperti pepatah orang minang ‘alam takambang jadi guru’ yang beraarti semua dapat/bisa menjadi guru.” penjelasan dari Dekan FMIPA UM.
Sejak tahun 2019, manajemen FMIPA telah mendapatkan pengakuan memiliki sistem manajemen mutu yang berkualitas dengan diperolehnya Sertifikat ISO 9001:2015 untuk tahun 2019-2022. Saat ini untuk kedua kalinya FMIPA UM menerima Sertifikasi ISO 9001:2015 untuk tahun 2022-2025. ISO 9001:2015 merupakan suatu standar bertaraf internasional untuk Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu, atau bisa disebut juga sebagai Sertifikasi Sistem Manajemen Kualitas. Sertifikasi ini menetapkan berbagai persyaratan, pedoman, dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu Serifikasi Manajemen Kualitas. Dengan didapatkannya Sertifikat ISO 9001:2015 ini menunjukkan bahwa lulusan FMIPA UM memenuhi persyaratan yang ditetapkan badan standar dunia yaitu, ISO. Hal tersebut menunjukkan bahwa lulusan FMIPA UM telah melalui proses pendidikan bermutu dan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Selain itu, FMIPA UM menerapkan pembangunan sebagai institusi yang akuntabel dan transparan di semua level, termasuk memastikan pengambilan keputusan yang responsif, inklusif, partisipatif dan representatif di semua level. Hal ini merupakan salah satu tanggungjawab FMIPA UM terhadap jaminan kualitas pengelolaan FMIPA yang bermutu dan jaminan terhadap kualitas lulusan yang dihasilkan.
Pengelolaan lingkungan pertanian yang bertumpu pada insektisida dan pupuk buatan terbukti merusak lingkungan lahan pertanian. FMIPA UM sangat peduli pada pengelolaan lingungan pertanian secara berkelanjutan dan menghentikan kepunahan keanekaragaman hayati. Salah satu programnya adalah pengabdian kepada masyarakat yang mengajak masyarakat untuk mengelola pertanian secara berkelanjutan (sustainable farming).
Tim Pengabdian Masyarakat dari FMIPA Universitas Negeri Malang melakukan upaya untuk membantu masyarakat mitra Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Berlian Nusantara Farm yang berada di Kabupaten Madiun dalam pemanfaatan biofertilizer. Target yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatkan minat masyarakat terhadap penggunaan pupuk organik yang ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu program pengabdian untuk mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke 15: Mengelola lingkungan daratan secara berkelanjutan, menghentikan dan merehabilitasi kerusakan lahan, menghentikan kepunahan keanekaragaman hayati. Disisi lain, target kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan potensi komoditi mitra produsen bahan kelor di Kabupaten Sumenep dengan mendorong peluang perluasan pasar produk MOLP (Moringa oleifera Leaf Powder).
Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 dan berhasil berkolaborasi dengan Gapoktan khususnya di Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun untuk turut serta mensukseskan kegiatan ini. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu, 1) penggunaan biofertilizer dapat membantu restorasi lahan pertanian, 2) penerapan biofertilizer mengembalikan keanekaragaman hayati tanah, 3) pembuatan biofertilizer dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat baik mitra petani maupun mitra produsen MOLP.
Kondisi riil di petani Mitra (tempat sosialisasi) menunjukkan bahwa sampai saat ini masih belum ada petani organik terutama yang menggunakan dari produk dari kelor sebagai mix biofertilizer pada tanaman produksi di area mitra khususnya sayuran dan buah-buahan. Oleh karena itu, penting sekali dilakukan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan khasiat dari kelor yang selama ini hanya digunakan sebagai olahan sayur saja. Patut menjadi pertimbangan bahwa pemupukan merupakan salah satu faktor utama dalam produksi pertanian yang dapat meningkatkan hasil produksi. “Pemakaian pupuk kimia atau anorganik secara intensif tanpa penggunaan bahan organik diketahui dapat menurunkan kandungan bahan organik pada tanah yang berakibat pada penurunan produktivitas lahan” ujar Bapak Hendra Susanto, PhD sebagai ketua pelaksana kegiatan ini. Selain itu, menurut beberapa informasi dari publikasi artikel jurnal di bidang pertanian juga menyatakan bahwa penggunaan pupuk kimia menyebabkan berbagai masalah lingkungan seperti kontaminasi air tanah, erosi tanah, masalah degradasi, dan keberadaan sisa bahan kimia pada makanan. “Penggunaan pupuk organik dapat menjadi solusi dari permasalahan yang diakibatkan oleh pupuk kimia tersebut dan penggunaanya memiliki berbagai keuntungan seperti ramah lingkungan, menghasilkan produk pertanian dengan kadar nutrisi terbaik dan bebas dari sisa pestisida” sambut Bapak Endrianto, selaku ketua Gapoktan.
Hasil penelitian tim Bapak Hendra Susanto juga menunjukkan bahwa penggunaan bahan organik sebagai pupuk, seperti kelor, kompos, sisa tanaman yang melapuk, dan pupuk kandang dapat meningkatkan produktivitas tanah dan efisiensi pemupukan serta mengurangi kebutuhan pupuk kimia terutama pupuk K. Mengingat bahwa kandungan unsur makro dan mikronutrien dari kelor sendiri memang tinggi seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), sulfur atau belerang (S), besi (Fe), mangan (Mn), kuprum atau pembaga (Cu), zink atau seng (Zn), dan molibdenum (Mo)., dimana unsur tersebut memang dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Opening Speech Dean Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Negeri Malang Assalamualaikum Warahmatullahi wabarokatuhb Dear distinguished keynote speakers, invited speakers, excellent participants, committee members, ladies, and gentlemen.
On behalf of the Universitas Negeri Malang, I welcome you to the sixth International Conference on Mathematics and Science Education (ICoMSE) held on August 9th–10th, 2022, in Malang. This conference is also carried out in collaboration with the Faculty of Education, University Ljubljana, Slovenia, as the co-host.
The theme of the conference is: “Educational Diversity and The Future of Mathematics and Science Education Research.” Education plays a foundational role in the Sustainable Development Goals (SDGs). With a particular focus on improving life opportunities and outcomes for the most marginalized in society, the SDGs was formed to build on the successes of the Millennium Development Goals (MDGs). In addition to serving as the focus for SDG 4 (“ensure inclusive and equitable quality education and promote lifelong learning opportunities for all”), education directly contributes to the goals of addressing poverty reduction and reduced inequalities, health and nutrition, economic growth, and labor market opportunities, as well as peacebuilding and the promotion of democratic institutions. The question is, how mathematics and science education can contribute to the Sustainable Development Goals in a developing country? Science and mathematics are expected to contribute not only to the development of science and mathematics literacy but also revolve around the construction of new citizenship with a system of values aligned with sustainable development: cooperation, collaboration, solidarity, empathy, and connection with nature. Mathematics and science educators have become vital actors and fundamental pillars in transforming our world.
Ladies and gentlemen
Since 2017, ICoMSE has provided a forum for reporting the latest developments in mathematics and science education research. In this 6th episode, the conference is carried out on a hybrid basis (virtual and physical attendances). The conference’s main aim is to bring scholars, researchers, educators, students, professionals, and other groups interested in mathematics and science education to present their works on the developments in mathematics and educational sciences. This conference provides an opportunity for academicians and professionals from various mathematics and science education field to share their theoretical knowledge, research findings, and educational practices with their colleagues and the academic community.
This annual conference also serves to further the advancement and innovation in teaching and learning in the area. I do believe that these two days of meetings and discussions will facilitate a platform as an opportunity for researchers to meet academics and practitioners from different parts of the world and to enlarge their networks with a person to personal contacts in a high-quality academic convention.
Ladies and gentlemen
A successful conference is the sum of many important parts.
Please allow me to take this opportunity to give my sincere appreciation and gratitude to the excellent keynote speakers:
Iztok Devetak, Ph.D. from the University of Ljubljana, Slovenia;
Andrew Heckler, from Ohio State University, USA;
Justin Dillon from the University of Exeter, UK;
Prof. Angeliki Mali from the University of Groningen, The Netherlands;
Prof. Dr. Maurice M W Chen from The University of Waikato, New Zealand;
Tamara Rončević, Ph.D. from the University of Novi Sad, Serbia, and
Sri Rahayu, M.Ed., Ph.D. from Universitas Negeri Malang, Indonesia.
I would also like to express my gratitude to all the participants who have contributed to this conference.
I’d like to take the opportunity to say a big thank you to all the committee members that have worked hard to make this conference a success. I’m sure you will join me in sending a particularly big thanks to them.
To conclude, let me wish you an excellent discussion and a pleasant conference. I hope that you find it fruitful and insightful.
Pada hari sabtu tanggal 6 Agustus 2022 salahsatu dosen FMIPA UM Hendra Susanto, S.Pd, M.Kes, Ph.D melakukan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Dalam Kegiatan tersebut Hendra Susanto, S.Pd, M.Kes, Ph.D melakukan penerapan IPTEK. Dengan membuat inovasi serta berkolaborasi, turut mengedukasi dalam pendampingan. Berupa sistem pertanian padi polybag, untuk Gapoktan Berlian Nusantara Farm. Pengembangan pertanian padi menggunakan polybag, dengan media tanam sekam bakar, pupuk kandang dan pupuk organik moringa oleifera leaf powder (MOLP). Melalui penerapan hasil pengembangan Standar Operasional Prosedur bertani organik pada padi