0341-552180 [email protected]

Malang, 28 Januari 2025 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang (FMIPA UM), melalui Departemen Pendidikan IPA dan Departemen Biologi, menjalin sinergi strategis dengan Pusat Riset Ekologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta PT Marga Harjasa Infrastructure (MHI) yang merupakan BUJT pengelola ruas tol Mojokerto-Jombang. Kolaborasi ini diwujudkan dalam kegiatan pemasangan seed net (jaring benih) berlapis (multi strata) di sepanjang lereng curam yang rentan erosi dan longsor akibat pembangunan infrastruktur jalan. Kegiatan berlangsung intensif dari tanggal 20 hingga 27 Januari 2025.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pusat Riset Ekologi BRIN (PREE BRIN) yaitu Dr. Enny Widyati, Sugeng Budiharta, Ph.D., Sri Een Hartatik, Ph.D., Dr. Titut Yulistyarini, dan Dr. Helbert. Penelitian ini memperoleh dukungan pendanaan dari program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) dengan FMIPA UM yang diwakili oleh Indra Fardhani, S.Pd. M.Sc., M.I.L., Ph.D. (Departemen Pendidikan IPA) dan Prof. Dr. Fatchur Rohman, M.Si. (Departemen Biologi). Kegiatan ini bertujuan untuk mengendalikan erosi permukaan, mempercepat proses revegetasi alami (natural regeneration), serta meningkatkan stabilitas tanah pada lereng-lereng kritis. Lokasi pemasangan dipilih secara khusus pada area yang terdampak aktivitas pembangunan jalan, di mana struktur tanahnya telah terganggu dan rawan mengalami pergerakan massa. PT MHI memberikan dukungan penuh dan harapan akan luarak kegiatan ini dapat menjadi solusi bagi permasalahan terkait erosi di lereng.

Metode multi strata seed net dinilai lebih efektif dan berkelanjutan dibanding metode konvensional seperti hydroseeding atau penanaman manual di lereng curam, karena lebih tahan terhadap pencucian benih oleh hujan dan mampu menciptakan struktur vegetasi bertingkat yang menyerupai hutan alami.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya mampu menstabilkan lereng dan mencegah bencana tanah longsor, tetapi juga menjadi model percontohan bagi restorasi ekosistem di lokasi-lokasi pembangunan infrastruktur lainnya di Indonesia, serta memperkuat tridharma perguruan tinggi dalam bidang penelitian, pengabdian masyarakat, dan pendidikan lingkungan. Riset ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG’s), khususnya tujuan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 15 (Menjaga Ekosistem Darat). Inovasi ini diharapkan dapat menjadi model implementasi teknologi ekologis dalam pembangunan infrastruktur yang adaptif terhadap perubahan iklim serta berdampak positif bagi konservasi lingkungan.

Chat