0341-552180 [email protected]

Yogyakarta, 18 Oktober 2024 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang (FMIPA UM) berpartisipasi aktif dalam Jogja Innovator Summit 2024. Delegasi ini dipimpin oleh Wakil Dekan III, Prof. Dr. Sentot Kusairi, bersama Dr. Sujito. Acara ini diselenggarakan oleh FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperkuat inovasi dan hilirisasi hasil riset di perguruan tinggi.

Summit ini mengumpulkan akademisi, peneliti, inovator, dan pengusaha dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini dibuka oleh Prof. Dr. Eng. Kawat Triyono, M.Si, Dekan FMIPA UGM. Ia menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan sebagai dasar masa depan perguruan tinggi.

Benchmarking Inovasi dan Hilirisasi Hasil Riset

FMIPA UM melihat summit ini sebagai langkah strategis. Mereka ingin belajar dari kesuksesan FMIPA UGM dalam mengembangkan ekosistem bisnis berbasis inovasi. Kerja sama UGM dengan Volantis Technology membantu mempercepat hilirisasi hasil inovasi ke industri.

Prof. Dr. Sentot Kusairi mengatakan, “Kegiatan ini penting bagi FMIPA UM untuk belajar bagaimana inovasi dapat menjangkau masyarakat lebih cepat. Kami akan mendorong riset yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.”

Ekosistem Inovasi dan Kerja Sama dengan Industri

Diskusi panel di acara ini membahas topik penting. Ada pembicara dari berbagai bidang ilmu, termasuk optimalisasi teknologi Artificial Intelligence (AI) dan material science. Mr. Djoko Hartanto, CEO PT. Waleta Asia Jaya, menekankan pentingnya kerjasama antara industri dan perguruan tinggi.

“Perguruan tinggi harus berani membawa inovasi keluar dari laboratorium,” ungkap Djoko.

Peluang Besar untuk FMIPA UM

Delegasi FMIPA UM melihat peluang untuk membangun ekosistem bisnis inovasi di fakultas mereka. Prof. Dr. Sentot Kusairi menambahkan bahwa mereka akan menjalin kerjasama lebih erat dengan industri. “Kami akan mengembangkan akselerator inovasi dan berkolaborasi dengan industri untuk mempercepat hilirisasi produk riset,” ujarnya.

Melalui acara ini, FMIPA UM berharap dapat menciptakan lebih banyak start-up dan spin-off dari hasil riset.

Membangun Masa Depan dengan Inovasi

Dengan tema “From Science to Industry: Innovation Driven Enterprise (IDE),” summit ini membuka wawasan baru. Inovasi harus menjadi tulang punggung pendanaan perguruan tinggi. Adopsi teknologi, layanan konsultan, dan penciptaan start-up berbasis riset merupakan beberapa strategi yang diusulkan.

FMIPA UM berkomitmen menerapkan hasil pembelajaran dari summit ini. Mereka ingin mendorong sivitas akademika untuk terus berinovasi, memberikan solusi nyata bagi tantangan masyarakat.

Networking dan Kolaborasi Lebih Lanjut

Acara ditutup dengan sesi ramah tamah. Ini mempertemukan inovator, pengusaha, dan investor dalam suasana networking yang hangat. Diharapkan, kolaborasi yang terjalin akan menjadi fondasi untuk inovasi yang lebih terintegrasi dan berdampak besar.

FMIPA UM optimis bahwa inisiatif ini akan membawa fakultas ke arah yang lebih baik. Visi mereka adalah menjadi fakultas terkemuka di Asia pada tahun 2030.

Chat