Institut Français Indonesia – Kedutaan Besar Prancis di Indonesia menyelenggarakan Joint Working Group (JWG) Prancis-Indonesia ke-12 di bidang pendidikan tinggi, riset, inovasi dan kewirausahaan. JWG ke-12 diselenggarakan pada 28-29 Juni di Valenciennes, Prancis, tepatnya di Université Polytechnique Hauts-de-France. Dekan FMIPA UM hadir dalam kapasitasnya sebagai dekan FMIPA UM dan sebagai Sekretaris Jenderal MIPAnet.
Joint Working Group ini menjadi medium pertemuan dan pertukaran mengenai kolaborasi berbagai lembaga, baik universitas maupun riset center dari kedua negara yang sedang berjalan dan atau yang akan datang. Dalam kesempatan tersebut juga diselenggarakan lokakarya tematik, presentasi berbagai lembaga penelitian Indonesia dan Prancis, sesi informasi (pendanaan, jejaring, inovasi) dan diskusi untuk membangun jejaring dan program (universitas, pelaku riset, perusahaan).
Dekan FMIPA Universitas Negeri Malang telah bertemu dengan perwakilan dari berbagai universitas di Prancis. Pertemuan singkat tersebut akan ditindaklanjuti dengan Zoom Meeting untuk membahas kerjasama yang lebih operasional. Pertemuan ini menjadi tantangan bagi FMIPA UM untuk membangun kerjasama dalam berbagai bidang dengan universitas di Prancis untuk menuju FMIPA UM sebagai fakultas rujukan dalam riset dan inovasi di Asia Tenggara.
Station F memiliki lebih dari 30 startup programs, 35 public administrations, 150 VC funds, 4 mentorship offices and 600 events per year. Gedung ini merupakan tempat terbaik di mana para mahasiswa dan/atau fresh graduate dapat mengembangkan perusahaan berdasarkan temuan-temuan ilmiah selama mereka belajar di kampus. Di Station F mereka dapat belajar berbisnis, mendirikan perusahaan baru, promosi, mencari pelanggan, merawat pelanggan, dan meningkatkan kinerja perusahaan dengan dipandu oleh mentor-mentor pelaku bisnis dari perusahaan-perusahaan besar. Di Station F juga terdapat bank yang akan membantu pembiayaan perusahaan baru. Bahkan tersedia juga kantor legal yang akan membantu perjanjian-perjanjian kerjasama antara perusahaan dan pelanggan.
Bagi sarjana/master/doktor lulusan bidang sains yang tidak memiliki pengetahuan bisnis, mereka dapat mengambil master dalam bidang MBA yang juga tersedia di Station F.
Paul Floury, Ph.D bidang chemical engineering memiliki pengalaman bagaimana mendirikan perusahaan yang difasilitasi oleh Station F. Perusahaannya, ExtraLab [www.extralab-system.com] memberikan layanan monitoring limbah dan pencemaran serta analisis dan rekomendasinya. Perusahaan tersebut juga menyediakan peralatan monitoring limbah yang didesain sesuai dengan kebutuhan pelanggan dari seluruh dunia. Perusahaan ini merupakan salah satu bukti, bagaimana mahasiswa dapat difasilitasi menjadi pengusaha oleh sebuah sistem yang terencana dan terpogram dengan baik.
Dalam rangka menjalin kerjasama pengembangan riset dan inovasi sains, Dekan FMIPA melakukan kunjungan kerja ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris [https://kemlu.go.id/paris/id] serta ke beberapa universitas dan Station F [https://stationf.co/], 27-30 Juni 2022.
Dekan diterima oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris, Prof. Dr. Warsito. Dalam sambutannya Prof. Warsito menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini akan ditindaklanjuti dengan kegiatan yang riel, terutama kolaborasi riset.
Dalam kesempatan kunjungan ini Dekan FMIPA UM juga melakukan diskusi tentang bagaimana membangun startup bagi para mahasiswa atau lulusan baru [fresh graduate] perguruan tinggi. Sebagai narasumber dalam diskusi tersebut adalah Prof. Jean-Louis RAOUBATY, guru besar bidang environmental engineering dari dari Universite Paris-Diderot. Prof, Roubaty menjelaskan tentang pentingnya para saintis/lulusan master atau doktor bidang sains untuk menguasai bisnis dan enterpreneurship. Para lulusan ini dapat mengambil pendidikan formal dalam bisnis administration jika ingin mendirikan perusahaan baru/startup. Di Paris mereka dapat belajar di Station F yang memfasilitasi secara formal bagi mereka yang akan mendirikan startup baru. Mengintegrasikan sains dan inovasi/temuan sains dengan bisnis memiliki arti penting untuk membangun ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Pada tanggal 23 Mei 2022, Dekan FMIPA UM, Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si dan Dekan Faculty of Education Ljubljana University, Prof. Janez Vogrinc, D.Ed, menandatangani kerjasama penelitian bidang pendidikan kimia. Kerjasama penelitian ini telah diimplementasikan, salah satunya adalah kolaborasi riset dan publikasi antara Habiddin, Ph.D dan Prof. Iztok, Ph.D.
Penandatanganan kerjasama dilakukan di Ruang Dekan Faculty of Education Ljubljana University dengan dihadiri oleh para wakil dekan dari kedua fakultas.
Dalam diskusi tersebut disepakati tindak lanjut kerjasama dalam program lainnya, antara lain student mobility, workshop penulisan artikel, dan Seminar Pendidikan STEM.
Dekan FMIPA UM, Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si yang sekaligus juga Sekretaris Jenderal Jaringan Kerjasama fakultas-Fakultas MIPA dan FST se Indonesia (MIPAnet) memimpin MIPAnet dan MDSM Annual Meeting, di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Bali, 4 Juni 2022. MDSM atau Majelis Dekan Matematika dan Sains Malaysia merupakan asosiasi dekan-dekan sains dan matematika se Malaysia.
Pertemuan tersebut menyepakati, 1) meningkatkan kerjasama riset, publikasi, students mobility, visiting profesor, dan upaya-upaya untuk meningkatkan Key Performance Indikator dari fakultas matematika dan sains Indonesia dan Malaysia, 2) mengaktifkan kembali Indonesia-Malaysia Research Consortia (IMRC) yang sempat terhenti selama pandemi, 3) menjadikan IMRC sebagai platform meningkatkan kontribusi riset bidang sains dan matematika di kancah industri dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut MDSM dan MIPAnet juga menyepakati pertemuan MIPAnet dan MDSM secara offline di Kuala Lumpur, bulan September untuk mendekatkan dan mempererat kerjasama antar universitas di Indonesia dan Malaysia.