Sofia Ery Rahayu-Prosiding Seminar Nasional MIPA-13 November 2010

POTENSI PEMANTAUAN INDEKS LALAT SEBAGAI UPAYA
PENCEGAHAN PENYAKIT DESENTRI AMOEBIASIS DI
LINGKUNGAN MASYARAKAT
Endang Suarsini1), Sofia Ery Rahayu1)
Biologi, FMIPA, UM
Jl. Semarang 5, Malang, 65145
Telp : (0341) 588077, Fax : (0341) 588077
E-mail : suarsini2001@yahoo.com1)

Abstract

Penyakit desenteri dapat terjadi jika tubuh seseorang terinfeksi jenis bakteri atau protozoa parasit. Lalat adalah salah satu vektor yang dapat menularkan penyakit desenteri dari kotoran penderita ke orang lain. Indeks lalat dapat digunakan sebagai parameter untuk melakukan analisis mengenai dampak kesehatan lingkungan. Lingkungan yang sehat memiliki indeks lalat rendah. Metode yang digunakan untuk menghitung jumlah rerata jenis lalat yang hinggap atau beterbangan di atas alat perangkap pada waktu tertentu adalah indeks lalat menggunakan fly grill. Beberapa penelitian mengenai pemantauan indeks lalat telah dilakukan mahasiswa jurusan Biologi FMIPA UM tahun 2009 – 2010 di tiga kota yang berbeda di Jawa Timur, dengan pemilihan sampel berdasarkan riwayat prevalensi kasus desenteri amoebiasis sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks lalat yang tinggi dapat dilacak dari penyakit desenteri amoebiasis yang prevalensinya tinggi di masyarakat. Oleh karena itu disarankan kepada masyarakat untuk mencegah kejadian luar biasa penyakit desenteri dengan mengupayakan pemantauan indeks lalat secara berkelanjutan agar indeksnya rendah.

Keywords: indeks lalat, desenteri amoebiasis

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat