Rapat Satgas Asosiasi MIPA LPTK Indonesia (AMLI)  DI FMIPA UM, 18-20 Mei 2017

Rapat Satgas Asosiasi MIPA LPTK Indonesia (AMLI) DI FMIPA UM, 18-20 Mei 2017

lptkmipa2017 edit

Asosiasi MIPA LPTK Indonesia dengan nama sebut AMLI adalah suatu organisasi yang awalnya merupakan sebuah Forum Pertemuan Para Dekan FMIPA atau FPMIPA dari 12 LPTK negeri ex IKIP. Forum yang dimulai sekitar awal tahun 2000-an telah berubah nama dan dilegal formalkan dengan nama baru yang dipendekkan menjadi AMLI pada periode 2015-2019 diketuai oleh Dekan FMIPA UM, dan secara ex officio sekretaris dan bendahara AMLI adalah Wakil Dekan I dan Wakil Dekan II FMIPA UM. AMLI memiliki 4 satgas yang mendukung pencapaian fungsi Tridarma di masing-masing lembaga, yakni: 1) Satgas Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran; 2) Satgas Pengembangan Penelitian dan Publikasi; 3) Satgas Pengembangan Pengabdian dan Kerjasama; dan 4) Satgas Pengembangan Kelembagaan dan Akreditasi Internasional. AMLI mengadakan rapat-rapat satgas secara periodik 2-3 kali sesuai dengan isu-isu yang berkembang, dan juga rapat pleno tahunan yang diselenggarakan bersamaan dengan seminar interasional secara bergantian di masing-masing LPTK. Tahun 2015 rapat pleno dan seminar internasional (International Conference on Mathematics, Natural Sciences, and Education; ICoMANSED) diseleggarakan di UNIMA Manado, tahun 2016 rapat pleno bersama seminar internasioal (The Third Annual International Seminar on Trends in Science and Science Education; 3rd AISTSSE 2016) dislenggarakan di Medan, dan tahun 2017 Rapat Pleno bersama seminar internasional The International Conference On Mathematics and Natural Sciences 2017; IConMNS).

Rapat satgas tahun 2017 yang diselengarakan selama 3 hari tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 12 LPTK anggota AMLI, 24 orang. Rapat berhasil membahas isu-isu penting antara lain: 1)gagasan penghapusan PPL dalam kuriklum S1 kependidikan, dan AMLI memandang tetap perlu adanya pemberian pengalaman ke sekolah bagi mahasiswa S1 Kependidkan dalam bentuk-bentuk magang maupun PPL dengan nama lain, seperti KPL, KPM, PLK, dan sejenisnya. Hal ini karena pada praktiknya para lulusan S1 kependidikan saat melamar jadi guru di daerah masih di tes kemampuan mengajar; 2) telah membahas draf panduan pertukaran mahasiswa antar anggota AMLI; 3) telah membahas draf panduan penelitian bersama terkait tema pengembangan pendidikan profesi guru (PPG); 4) membahas rencana penerbitan jurnal ilmiah bersama dengan membuat semacam HUB di UNNES Semarang; 5) mempertukarkan pengalaman mengembangan pedoman KPT tingkat prodi dan pengusulan SAR-AUN QA.

Penulis :Ibrohim

ABDUL GOFUR-PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 2016-UNESA

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL),
READING QUESTIONING AND ANSWERING (RQA), PBL DIPADU RQA DAN GENDER
TERHADAP MOTIVASI PRIA DAN WANITA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI
Putri Octa Hadiyanti, Aloysius Duran Corebima, dan Abdul Ghofur
Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang
[email protected]


ABSTRAK
Pendidikan adalah salah satu sarana mentransfer ilmu pengetahuan, hendaknya mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi utuh, tidak hanya kompetensi kognitif, namun memiliki motivasi yang tinggi untuk menjawab permasalahan dan menghadapi tantangan masa depan. Pendidikan menumbuhkan potensi diri dan membangun motivasi siswa untuk berkontribusi, bersaing dan sukses dalam dunia global. Namun hasil observasi data dilapangan menunjukkan rendahnya tingkat motivasi siswa dalam proses pembelajaran pada pendidikan yang mereka jalani. Permasalahan tersebut perlu diatasi, salah satunya dengan menerapkan strategi pembelajaran problem based learning (PBL), reading questioning and answering (RQA), dan problem based learning (PBL) dipadu reading questioning and answering (RQA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji: 1) pengaruh strategi pembelajaran biologi terhadap motivasi siswa, 2) pengaruh gender terhadap motivasi siswa, dan 3) pengaruh interaksi strategi pembelajaran biologi dan gender terhadap motivasi siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimen dengan Pretest-Postest Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA di kota Malang. Sekolah yang dijadikan sampel dalam penelitian ini yaitu SMAN 5 Malang dan SMAN 8 Malang. Uji hipotesis menggunakan anakova dengan taraf signifikansi 0,05 (P < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan hal-hal berikut. 1) ada pengaruh strategi pembelajaran biologi terhadap motivasi siswa SMA di kota Malang, 2) tidak ada pengaruh gender terhadap motivasi siswa SMA di kota Malang, dan 3) tidak ada pengaruh interaksi strategi pembelajaran biologi dan gender terhadap motivasi siswa SMA di kota Malang.

Kata Kunci: motivasi, pria, wanita

ABDUL GOFUR-PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 2016-UNESA

PENGARUH TAHU BERFORMALIN TERHADAP BERAT BADAN DAN DIAMETER
TUBULUS SEMINIFERUS MENCIT JANTAN
GALUR BALB/C
Abdul Gofur1), Egi Qory Imamah2)
1)Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang
2)Program Pascasarjana, Jurusan Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang
[email protected]


ABSTRAK
Formalin merupakan zat yang dilarang digunakan sebagai bahan pengawet makanan karena sangat berbahaya bagi tubuh. Formalin merupakan senyawa toksik yang bersifat sebagai karsinogen. Tahu merupakan bahan pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat baik sebagai camilan maupun lauk dalam keseharian. Tahu banyak diminati masyarakat dari semua kalangan dan dipilih sebagai bahan pangan karena harganya murah, diperjualbelikan baik mentah maupun yang telah diolah, dan mengandung protein tinggi. Tahu seringkali ditambahkan formalin agar dapat disimpan lebih lama dan tidak mudah hancur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek formalin terhadap berat badan dan diameter tubulus seminiferus mencit jantan. Mencit yang digunakan adalah mencit jantan galur Balb/C umur 4 minggu dengan berat 20-22 gram. Sari tahu berformalin diberikan secara oral per hari dengan konsentrasi 0%, 0,1%, 1,68%, 3,35%, 5,1%, dan 6,7% secara berurutan selama 12 minggu. Berat badan mencit ditimbang setiap seminggu sekali. Pada akhir minggu ke-12 mencit dibedah, testis diambil dan dibuat preparat irisan melintang dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan paparan formalin secara oral tidak memiliki perbedaan signifikan terhadap berat testis, indeks testis, dan diameter tubulus seminiferus, namun berbeda nyata terhadap berat badan mencit jantan galur Balb/C. Perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut mengenai efek paparan formalin pada sistem reproduksi jantan seperti uji fertilitas, kadar hormon testosteron, dan pengamatan konsentrasi, viabilitas, motilitas, dan abnormalitas spermatozoa.
Kata kunci: tahu, formalin, berat badan, diameter tubulus seminiferus


ABDUL GOFUR-PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 2016-UNESA

PENGARUH TAHU BERFORMALIN TERHADAP KADAR HORMON TESTOSTERON
MENCIT JANTAN GALUR Balb/C
Egi Qory Imamah1), Abdul Gofur2), Umie Lestari2)
1 )Program Pascasarjana, Jurusan Pendidikan Biologi
2Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Malang
[email protected]

ABSTRAK
Tahu merupakan makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dimana harganya relatif murah, mudah didapat, dan mengandung protein yang tinggi. Namun, Tahu tidak dapat bertahan lama dan seringkali ditambahkan bahan pengawet makanan seperti formalin agar dapat disimpan lebih lama dan tidak mudah hancur. Formalin merupakan bahan pengawet makanan berbahaya yang dilarang untuk digunakan sebagai pengawet makanan. Formalin sering digunakan karena harganya yang relatif murah dan penggunaannya yang relatif sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek formalin terhadap kadar testosteron mencit jantan. Mencit yang digunakan adalah mencit jantan galur Balb/C umur 4 minggu dengan berat 20-22 gram. Sari tahu berformalin diberikan secara oral per hari dengan konsentrasi 0,1%, 1 ,68%, 3,35%, 5,1%, dan 6,7% secara berurutan selama 12 minggu. Pada akhir minggu ke-12, mencit dibedah dan serum di ambil dari jantung untuk analisis testosteron. Analisis testosteron dilakukan dengan menggunakan teknik ELISA. Hasil penelitian menunjukkan paparan formalin secara oral dapat meningkatkan kadar hormon testosteron secara signifikan pada mencit jantan galur Balb/C. Perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut mengenai kadar testosteron yang mengalami peningkatan akibat paparan formalin seperti uji fertilitas, kadar hormon FSH dan LH, pengukuran diameter tubulus seminiferus, dan pengamatan konsentrasi, viabilitas, motilitas, dan abnormalitas spermatozoa.
Kata kunci: tahu, formalin, mencit jantan, testosteron



Pelatihan Pengelolaan Laboratorium Bagi Calon Kepala Laboratorium IPA SMP Kab. Manggarai Barat

Pelatihan Pengelolaan Laboratorium Bagi Calon Kepala Laboratorium IPA SMP Kab. Manggarai Barat

pelatihan lab

Atas dasar permintaan dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kab. Manggarai Barat Provinsi NTT, FMIPA menyelenggarakan Pelatihan Pegelolaan Laboratorium bagi Calon Kepala Laboratorium IPA SMP. Acara yang diselenggrakan di Hotel Pelangi dan SMPN 1 Komodo Kota Labuan Bajo yang diikuti oleh 14 orang guru dari 15 yang diundang tersebut dibuka oleh sekretaris Dispora Manggarai Barat. Pelatihan yang diberikan oleh 4 orang narasumber dari FMIPA UM memberikan bekal materi manajemen pengelolaan laboratorium (60%) dan keterampilan dasar laboratorium IPA (40%). Kegiatan dilakukan mulai tanggal 17 sampai dengan 22 April 2017 mulai dari jam 07.30 – 16.30 setiap harinya atau secara keseluruhan berbobot 60 jam pelatihan. Dengan kurikulum dan silabus pelatihan yang disusun dengan memperhatikan permendiknas nomor 26 tahun 2008 tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah dan Permendiknas nomor 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Sekolah/Madrasah diharapkan dapat memberikan bekal yang memadai bagi para calon kepala lab IPA untuk mengelola laboratorium IPA di SMP-nya masing-masing guna mendukung pembelajaran IPA yang sesuai dengan pendekatan saintifik (Kurikulum 2013).

Penulis: Ibrohim

Round Table Discussion – PPG Antara Asosiasi Mipa LPTK Indonesia, Kemristekdikti, Kemendikbud, Kemenag Dan World Bank

Round Table Discussion – PPG Antara Asosiasi Mipa LPTK Indonesia, Kemristekdikti, Kemendikbud, Kemenag Dan World Bank

RTD PPG

Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), Aosiasi MIPA LPTK Indonesia (AMLI) bekerjasama dengan World Bank telah melakukan Round Table Discusson (RTD) dengan beberapa stake holders pendidikan, dalam hal ini adalah Ditjen Belamawa dan Ditjen Kelembagaan Kemristekdikti, Ditjen GTK Kemendikbud, Ditjen Pendidikan Islam – Kemenag, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan P4TK IPA Bandung. RTD yang diikuti oleh sekitar 60 perwakilan masing lembaga ini dilakukan pada tanggal 30 Maret 2017 di Hotel Century Atlet Jakarta, dari jam 09.00 sampai 16.45 WIB. Hadir memberikan pengarahan dalam diskusi ini Dirjen Belmawa, Prof. Intan Ahmad, Ph.D, dilanjutkan paparan dari Ketua AMLI (Dr, Markus Diantoro, M.Si) ttentang hasil reviu pelaksanaan PPG di 12 LPTK anggota AMLI, paparan Direktur Kelembagaan (Dr. Ridwan) tentang status kelembagaan PPG kedepan yang hanya akan diberikan berupa satu prodi di tingkat universitas, dan diakhiri dengan paparan konsultasn World Bank (Prof. Ritchie) tentang International good practices of teacher professional education/program. Sesi siang dianjutkan diskusi umum yang dipimpin oleh konsultan dari Ditjen GTK (Prof. Dr. Muchlas Samani). RTD berhasil merumuskan beberapa rekomendasi yang akan ditindak lanjuti dengan kegiatan studi lapangan terkait pelaksanaan PPG saat ini untuk perbaikan sistem penyelenggranaan PPG yang akan datang.

 

penulis: ibrohim

Kunjungan Sut Thailand Ke FMIPA UM

Kunjungan Sut Thailand Ke FMIPA UM

kunjungan thailand

Pada tanggal 14 Maret 2017, FMIPA UM menerima kunjungan dari Institute of Science Suranaree University of Technology (SUT) Thailand, sebanyak 14 orang perwakilan SUT Thailand. Perwakilan SUT tersebut antara lain Dean of Institute of Science, Prof. Dr. Santi Maensiri, Vice Dean of Institute of Science SUT, Dr. Khanchai Khosonthongkee, Assoc. Prof. Dr. Sirichok Jungthawan, Research Department of the Institute of Science, Head of School of Biology Dr. Pongrit Krubphachaya, Head School of Mathematics Asst. Prof. Dr. Jessada Tantanuch.

Kunjungan Institute of Science SUT Thailand ke FMIPA UM adalah untuk melakukan diskusi bersama jajaran pimpinan FMIPA UM terkait pelaksanaan sistem akademik, Research Collaboration, Kurikulum, Student Exchange, sekalaigus melaksanakan penandatanganan MoU dengan UM, yang dilanjtkan dengan kunjungan ke Laboratorium Mineral dan Material Maju FMIPA UM.

Wakil Rektor IV UM Dr. I Wayan Dasna, memberikan sambutan dan memutarkan profil UM serta menjelaskan secara garis besar mengenai UM, dilnajutkan sambutan oleh Dekan FMIPA UM yang sekaligus memperkenalkan profil FMIPA UM secara Umum, mulai dari Jumlah profesor yang ada di FMIPA UM serta bidang displin ilmu yang ada di FMIPA UM. Harapan dari Dekan FMIPA UM dengan kunjungan dari SUT Thailand adalah dapat mempererat kerjasama untuk memajukan universitas, seperti dengan UTM Malaysia yang telah membentuk kerjasama dengan mendatangkan beberapa narasumber untuk mengisi kegiatan Kuliah Tamu, seminar nasional, maupun inetrnasional. Dean Institute of Science SUT Thailand juga Mengungkapkan bahwa dengan kunjungan ini dapat melaksanakan kerjasama penelitian, mahasiswa, dan kerjasama akademik lainnya, dan berharap kunjugan dari UM ke SUT. Akhir Pertemuan ditutup dengan kunjungan para delegasi SUT Thailand ke Laboratorium Mineral dan Material Maju FMIPA UM,

 

Chat