0341-552180 [email protected]

Dosen Berprestasi Tahun 2013

Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Dikti Kemdikbud pada Tahun 2013 kembali akan menyelenggarakan Pemilihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Diktendik) Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2013. Informasi lebih lanjut Diktentik Berprestasi dapat di unduh melalui Website: http://www.dikti.go.id

WORKSHOP KURIKULUM BERBASIS KBK DAN KKNI

Dalam upaya melakukan kualifikasi terhadap lulusan perguruan tinggi di Indonesia, pemerintah telah menerbitkan Perpres No. 8 Tahun 2012 tentang Karangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang merupakan acuan dalam penyusunan pencapaian pembelajaran lulusan dari setiap jenjang pendidikan secara nasional.

Menyikapi hal tersebut, pada tanggal 18-21 Maret 2013 FMIPA Universitas Negeri Malang menyelenggarakan “Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis KBK dan KKNI” bertempat di Ruang Rapat FMIPA UM. Peserta workshop tersebut terdiri dari Para Wakil Dekan, Para Ketua Jurusan, Para Sekertaris Jurusan,  Koprodi Pendidikan IPA, Para Tim Kurikulum, Kabag TU, dan Kasubag Pendidikan. Pembicara Utama yaitu H. Sulur, S.Pd, M.Si (Dosen Jurusan Fisika-FMIPA UM) menjelaskan tentang “Penyusuna Kurikulum Berbasis Kompetensi KBK dan KKNI Prodi di FMIPA UM”, dimana beliau menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan KKNI melalui 8 tahapan yaitu Menetapkan Profil Kelulusan, Merumuskan Learning Outcomes, Merumuskan Kompetensi Bahan Kajian, Pemetaan LO Bahan Kajian, Pengemasan Matakuliah, Penyusunan Kerangka kurikulum, Penyusuan Rencana Perkuliahan. Setelah penyampaian bahan workshop oleh H. Sulur, S.Pd, M.Si dilanjutkan dengan diskusi kelompok penyusunan kurikulum berbasis KBK dan KKNI per jurusan  dan per kelompok program studi. 

Pada hari Kamis 21 Maret 2013, dilaksanakan presentasi hasil penyusunan kurikulum prodi berbasis KBK dan KKNI dari hasil diskusi kelompok per program studi yang di sampaikan oleh Wakil Dekan I FMIPA UM (Prof. Dr. Subandi, M.Si). (Pra)

DSC 0009

Kuliah Tamu Dr. K.H. Hasyim Muzadi

Senin (04/03/2012), FMIPA Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kuliah tamu dengan tema “Membangun Ilmuwan dan Guru Berkarakter dalam Perspektif Agama”. Namun yang spesial, kuliah tamu kali ini mendatangkan sosok istimewa. Tak pelak, acara yang dilangsungkan di Aula Utama FMIPA· sampai dipadati oleh sekitar 500 orang dari kalangan mahasiswa S1, S2, dosen sampai pejabat fakultas. Suasana pun begitu khidmat dan antusias. Beliau adalah Dr. (HC) K.H. Hasyim Muzadi, mantan Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU), organisasi keagamaan terbesar di Indonesia. Beliau juga pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang, Jawa Timur.

Dr. (HC) Hasyim Muzadi

Kegiatan yang digagas oleh Jurusan Fisika UM ini bertujuan untuk memberikan pendidikan secara utuh kepada mahasiswa, dari segi perspektif lain, bukan hanya ilmu Fisika saja. Menurut Sekretaris Jurusan Fisika, Dr. Markus Diantoro, M.Si, mahasiswa perlu penyegaran, motivasi dan pembangunan karakter. “Mahasiswa tidak hanya dituntut untu belajar Fisika terus-menerus, tetapi juga ada nilai-nilai lain yang harus diimplementasikan” ungkapnya.

Selain itu masih menurut Markus, kegiatan ini juga merupakan ungkapan syukur atas capaian prestasi Program Studi (Prodi) Fisika yang tahun ini memperoleh akreditasi A. Lebih membanggakan, Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) mendapatkan hibah terbanyak di seluruh UM dengan jumlah 57 orang.

Dalam sesi kuliah tamu, Hasyim Muzadi memaparkan tentang pengembangan karakter. Menurutnya, karakter harus didiskusikan dan dicontohkan. Dosen harus memberikan tanggung jawab terhadap keilmuannya agar mampu diimplementasikan dalam hukum dan pemerintahan. “Banyak orang pinter tapi yang baik masih sedikit” tuturnya.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa membangun karakter itu ada dua, yaitu sosiohumanistik dan keagamaan. “Sosiohumanistik dapat diimplemetasikan dengan semisal membangun taman siswa. Sementara keagamaan bisa melalui ceramah, keseharian. Tapi yang terpenting adalah nurani dan rasa. Hal ini perlu agar seorang guru mampu mengejawantahkan pengajaran, pemahaman atau penghayatan dan tanggung jawab. Orang berilmu itu ya harus bertanggung jawab pada keilmuannya” tegas pria kelahiran Tuban, 68 tahun yang lalu itu

Untuk foto kegiatan, silahkan lihat disini

Chat