by admin01 | Jun 10, 2012 | Sarana |
Gedung B20 (FMIPA), dikenal sebagai gedung administrasi umum; terdiri dari dua lantai dengan luasan total 1.600 m2. Lantai satu dimanfaatkan untuk layanan administrasi akademik, administrasi umum dan barang mililik negara, administrasi keuangan dan kepegawaian serta administrasi akademik. Lantai dua digunakan untuk kantor pejabat fakultas (Dekan, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, dan Wakil Dekan III), ruang rapat, serta aula yang memiliki daya tampung 300 kursi.
Gedung B19 (KIMIA) merupakan gedung Jurusan Kimia; terdiri dari tiga lantai dengan luasan total 2.400 m2. Lantai satu dimanfaatkan untuk layanan administrasi Jurusan Kimia (kantor Ketua dan Sekretaris Jurusan, kantor Kepala Laboratorium, dan labor-an). Juga terdapat ruang kerja dosen, ruang rapat dengan kapasitas 150 kursi dan laboratorium penelitian mahasiswa tahun terakhir. Lantai dua dan tiga dimanfatkan untuk laboratorium dan ruang peralatan khusus. Laboratorium yang terdapat di gedung B19 adalah laboratorium kimia dasar, laboratorium kimia anorganik, laboratorium kimia organik, laboratorium kimia fisik, laboratorium kimia analitik dan instrumentasi, dan laboratorium biokimia. Tiap laboratorium dapat menampung 30-40 orang mahasiswa, dan didukung peralatan lengkap. Ruang peralatan khusus terdiri dari ruang spek-trofotometer UV-Vis, ruang spektrofotometer infra merah (FTIR) ruang spektrofotometer serapan atom (AAS).
Gedung B23 (GKB) dikenal sebagai gedung kuliah bersama; terdiri dari tiga lantai dengan luasan total 2.400 m2. Lantai satu digunakan sebagai kantor Ketua Program Studi, Ketua Laboratorium , Ruang Baca, dan layanan adminidtrasi Program Studi Pendidikan IPA dan Laboratorium IPA dan Ruang Kuliah . Lantai satu, dua, dan tiga sebanyak 18 ruang dimanfatkan untuk kuliah teori untuk semua jurusan yang ada di lingkungan FMIPA UM. Tiap ruangan kuliah dapat menampung 30–90 Mahasiswa.
Gedung B18 (GLB) Laboratorium Sentral Mineral dan Material Maju FMIPA Universitas Negeri Malang adalah laboratorium Riset Terpadu yang bekerja secara Multidisipliner khususnya bidang ilmu-ilmu dasar dan terapan. Laboratorium Sentral Mineral dan Material Maju FMIPA memiliki kemampuan riset dibidang Microscopy, Spectroscopy, Structural Analysis, Metalurgical Analysis, Bio-Material, Bio-Chemical, Advance Ceramics, Geophysics. Laboratorium ini mendukung pencapaian Visi UM, yaitu menjadikan UM sebagai perguruan tinggi unggul yang peduli terhadap nilai kemanusiaan dan menjadi rujukan dalam pengembangan bidang kependidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Hal ini ditunjukkan dengan kecanggihan peralatan yang dimiliki dan berstandart Internasional.
Gedung B21 (BIO) dikenal sebagai gedung Jurusan Biologi; terdiri dari tiga lantai de-ngan luasan total 2.400 m2. Lantai satu dimanfaatkan untuk layanan administrasi Ju-rusan Biologi (kantor Ketua dan Sekretaris Jurusan, kantor Kepala Laboratorium dan laboran), ruang kerja dosen dan ruang komputer. Lantai dua dan tiga dimanfatkan untuk laboratorium dan ruang peralatan khusus. Laboratorium yang terdapat di gedung O-5 adalah Laboratorium Ekologi, Laboratorium Botani, Laboratorium Zoologi, Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Genetika, Fisiologi Tumbuhan dan Laboratorium Kultur Jaringan, Laboratorium Hewan, dan Laboratorium Anatomi Fisiologi Manusia, Anatomi, Kultur Jaringan Tumbuhan dan Hewan dan lab PBM Biologi yang didukung peralatan pembelajaran.
Gedung B22 (FISIKA) dikenal sebagai gedung Jurusan Fisika; terdiri dari tiga lantai dengan luasan total 2.400 m2. Lantai satu dimanfaatkan untuk layanan administrasi Jurusan Fisika (kantor Ketua dan Sekretaris Jurusan, kantor kepala laboratorium dan laboran), ruang kerja dosen dan bengkel. Lantai dua dan tiga dimanfatkan untuk laboratorium dan ruang peralatan khusus. Laboratorium yang terdapat di gedung B22 adalah. Laboratorium Material, Laboratorium Instrumentasi dan Elektronika, Laboratorium Fisi-ka Teori dan Komputasi, serta Laboratorium Pembelajaran Fisika yang didukung dengan peralatan pembelajaran. Juga terdapat ruang referensi, dan ruang multimedia.
Gedung B24 (MATEMATA) dikenal sebagai gedung Jurusan Matematika; terdiri dari tiga lantai dengan luasan total 2.400 m2. Ketiga lantai dimanfaatkan untuk layanan administrasi Jurusan Matematika (kantor Ketua dan Sekretaris Jurusan, kantor Kepala Laboratori-um dan laboran), ruang kerja dosen laboratorium dan bengkel. Laboratorium dan bengkel dilengkapi perangkat pembelajaran, termasuk OHP, LCD Projector, VCD Pla-yer, berbagai jenis Software, 60 komputer multimedia.
Gedung B25 (SPA) dikenal sebagai gedung perkuliahan dan kegiatan mahasiswa, terdiri dari tiga lantai dengan luas total 2.400 m2. Lantai satu dipakai kegiatan kemahasiswaan, dan kantor Organisasi dan Unit Kegiatan Mahasiswa. Lantai dua dan tiga dimanfaatkan untuk kegiatan perkuliahan.


by admin01 | May 16, 2012 | Data Akademik FMIPA |
- Jalur Seleksi Sendiri.
Jalur seleksi sendiri antara lain Jalur Seleksi Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK), Penelusuran Minat dan Kesempatan Belajar (PMKB), Seleksi Masuk Program Sarjana (SMPS), Seleksi Beasiswa Bidik Misi (SBBM), dan Sistem Penerimaan Alih Jenjang (SPAJ). Proses seleksi mahasiswa FMIPA ini melibatkan berbagai unsur terkait dengan tugas dan kewenangan yang berbeda-beda. Unsur administratif me¬la¬ku¬kan tabulasi data skor sekolah dan nilai raport, mengolahnya berdasarkan bobot yang sudah ditetapkan oleh rapat pimpinan berdasarkan usulan Ketua Jurusan, serta membuat rang-king nilai akhir peserta. Daftar rangking kemudian dibawa kerapat yang dihadiri oleh Ke¬tua Jurusan, pimpinan staf administrasi terkait, dan pimpinan universitas. Pada rapat tersebut disediakan dokumen asli (raport, piagam, daftar, skor sekolah) agar peserta rapat dapat mengadakan penelitian ulang jika diperlukan. Berdasarkan hasil ra¬pat itu disusun draft akhir yang selanjutnya dibahas di tingkat rapat pimpinan yang dihadiri oleh para Dekan. Dengan demikian, proses seleksi ini diyakini telah bebas dari unsur KKN. Begitu pula untuk jalur seleksi yang lain. Khusus untuk penerimaan mahasiswa baru lewat jalur Sistem Penerimaan Alih Jenjang (SPAJ), input mahasiswanya berasal dari non-SLTA yaitu lulusan Diploma atau Sarjana Muda dalam rumpun bidang studi yang sama.
- Jalur SNMPTN.
Dalam sistem penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN, Universitas Negeri Malang bergabung di wilayah C/Regional 3. Mulai tahun akademik 2005/2006, penerimaan ma¬hasiswa baru melalui SNMPTN dilaksanakan oleh badan independen yang dibentuk oleh Paguyupan Rektor PTN di Indonesia, badan tersebut bernama Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru. Tingkat persaingan masuk ke program studi di FMIPA Universitas Negeri Malang melalui jalur SNMPTN tergolong ketat (lihat Tabel 9). Tingginya jumlah peminat tersebut merupakan suatu kekuatan yang memungkinkan keberlangsungan penyelenggaraan semua program studi yang ada di FMIPA Universitas Negeri Malang. Dilihat dari nilai ujian sebagai indikator, rekruitmen mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN dapat menghasilkan masukan mahasiswa yang cukup berkualitas. Namun demikian, dalam rangka menghasilkan lulusan yang lebih baik lagi, masih perlu kerja keras untuk meningkatkan promosi dan metode perekrutan.

by admin01 | Sep 20, 2010 | Jurusan |
A. VISI, MISI, DAN TUJUAN
Visi: Menjadi Jurusan unggul dan menjadi rujukan dalam penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi bidang Fisika dan Pembelajarannya.
Misi:
- Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran Fisika yang berpusat pada peserta didik, menggunakan pendekatan pembelajaran yang efektif, dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi;
- Menyelenggarakan penelitian dalam bidang Fisika dan Pendidikan Fisika yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat;
- Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan bidang Fisika dan Pendidikan Fisika yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Tujuan:
-
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk menghasilkan sarjana pendidikan fisika dan sarjana fisika yang berkualitas serta menghasilkan karya akademik yang berbobot dalam bidang kependidikan fisika dan fisika serta terapannya.
-
Meningkatkan dan mengembangkan fasilitas dan sarana-prasarana terutama peralatan laboratorium untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat bagi segenap sivitas akademika Jurusan Fisika FMIPA UM.
-
Menciptakan iklim akademik yang kondusif bagi peningkatan produktivitas, kreativitas, dan semangat berkarya bagi segenap sivitas akademika Jurusan Fisika FMIPA UM.
-
Meningkatkan intensitas kegiatan Jurusan Fisika FMIPA UM di lingkup pendidikan dasar dan menengah dalam bentuk layanan informasi ilmiah, penerapan hasil-hasil penelitian, kursus, pelatihan, program-program pendidikan keahlian, dan program pendidikan berkelanjutan.
-
Terjalinnya hubungan kerjasama dengan berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri sebagai upaya untuk peningkatan kualitas tri dharma perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh Jurusan Fisika FMIPA UM.
-
Meningkatkan peran alumni sebagai partner Jurusan Fisika FMIPA UM dalam upaya meningkatkan kinerja dan citra Jurusan Fisika FMIPA UM
VISI MISI PROGRAM STUDI
Prodi Pendidikan Fisika
Visi :Menjadi Prodi unggul dan menjadi rujukan dalam bidang pendidikan dan pengajaran Fisika, serta dalam bidang penelitian pendidikan fisika.Misi
- Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran melalui peningkatan kualitas pembelajaran, sarana prasarana, dan dosen secara berkesinambungan dengan memperhatikan aspek pemerataan pendidikan bagi masyarakat untuk menghasilkan Sarjana Pendidikan Fisika;
- Menyelenggarakan penelitian dalam bidang pendidikan fisika yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat;
- Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan bidang Pendidikan Fisika yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Prodi Fisika
Visi : Menjadi Prodi unggulan dan menjadi rujukan dalam ilmu, penelitian dan penerapan fisika.
Misi
- Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran melalui Peningkatan kualitas pembelajaran, sarana prasarana, dan dosen secara berkesinambungan dengan memperhatikan aspek pemerataan pendidikan bagi masyarakat untuk menghasilkan Sarjana Fisika;
- Menyelenggarakan penelitian dalam bidang fisika yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat;
- Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan bidang Fisika yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
LABORATORIUMLaboratorium yang ada di lingkungan Lab. Fisika Jurusan Fisika FMIPA UM adalah:
- Sub Laboratorium Fisika Dasar
- Sub Laboratorium Elektronika Dasar
- Sub Laboratorium Elektromagnetik
- Sub Laboratorium Fisika Modern
- Sub Laboratorium Pembelajaran Fisika
- Sub Laboratorium Komputer
- Sub Laboratorium Fisika Bumi
- Sub Laboratorium Fisika Astronomi
- Sub Laboratorium Fisika Karakterisasi Material
- Sub Laboratorium Fisika Sintesis Material
- Sub Laboratorium Fisika Teori
- Sub Laboratorium Elektronika Lanjut
Untuk Kurikulum, SKS, Data Dosen dan Laboran serta info lainnya, silahkan langsung kunjungi web Jurusan Fisika


Pengamatan Matahari dengan Teropong di Fisika UM

by admin01 | Apr 7, 2010 | Lesson Study |
Anang Dwi Ujianto
SMA Negeri 2 Lumajang
ABSTRAK
Penelitian dengan judul Metode Proyek Pembuatan Alat Sederhana Berbasis Lesson Study pada Materi Pelajaran Gerak Parabola untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI.IPA-3 SMA Negeri 2 lumajang talah dilakukan mulai bulan Agustus sampai dengan Oktober 2008. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi pembelajaran metode proyek, meningkatkan kualitas pembelajaran agar menjadi lebih bermakna, pembelajaran lebih inovatif, meningkatkan efektifitas pencapaian KD, dan meningkatkan kualitas KBM agar menjadi lebih menarik. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI.IPA-3 SMA Negeri 2 Lumajang. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah metode berbasis lesson study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan metode proyek berbasis lesson study mampu meningkatkan penguasaan konsep gerak parabola, minat siswa berdasarkan hasil wawancara bertambah baik, respon siswa dalam mengikuti pembelajaran baik, aktivitas siswa dalam pembelajaran dan kegiatan diskusi secara keseluruhan baik, dapat menghasilkan produk yang bernilai serta memberikan pengalaman belajar yang komplek di kelas XI.IPA-3 SMA Negeri 2 Lumajang. Sedangkan hasil penelitian berdasarkan data kuantitatif yakni melalui evaluasi produk dan portofolio dapat dikatakan berhasil dan sangat baik. Saran: Pembelajaran dengan metode proyek berbasis lesson study dapat dipergunakan oleh guru matapelajaran fisika serta yang lainnya sebagai alternatif dalam proses pembelajaran dan dapat diperluas untuk bahasan-bahasan lainnya.
Kata kunci: pembelajaran metode proyek, konsep gerak parabola
by admin01 | Apr 7, 2010 | Lesson Study |
Aman Santoso
Sumari
Triana Yustianingsih
Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang
ABSTRAK
Pemberlakuan KTSP menekankan penggunaan pembelajaran konstruktivistik, salah satu model pembelajaran konstruktivistik adalah Learning Cycle 5 Fase (LC 5-E). Sejauh ini belum ada bahan ajar untuk materi Laju Reaksi yang dikembangkan menggunakan model LC 5-E untuk mendukung kegiatan pembelajaran LC 5-E. Oleh karena itu, pada penelitian ini dikembangkan modul pembelajaran untuk materi Laju Reaksi model LC 5-E. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul Laju Reaksi model LC 5-E serta menguji tingkat kelayakannya.
Ada beberapa tahapan pada pengembangan modul ini, yaitu mengkaji kurikulum, menentukan materi, menyusun modul, melakukan validasi, menganalisis data, melakukan revisi, dan memproduksi modul. Desain validasi pada pengembangan modul ini hanya sampai pada validasi isi saja. Validator terdiri dari 2 dosen Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang dan 3 guru SMA/MA. Ketiga SMA/MA tersebut telah menerapkan KTSP. Instrumen pengumpulan data berupa angket dan teknik analisis data menggunakan analisis rata-rata.
Hasil pengembangan dari penelitian ini adalah: (1) Modul pembelajaran yang terdiri dari beberapa komponen yaitu, cover, kata pengantar, petunjuk penggunaan modul, daftar isi, daftar gambar, kompetensi dasar, indikator pencapaian hasil belajar, kegiatan belajar siswa (kegiatan belajar 1 sampai kegiatan belajar 5), soal pendalaman, umpan balik, kunci jawaban, dan daftar pustaka. Hasil validasi menunjukkan bahwa bentuk modul yang dikembangkan sudah sesuai dengan model LC 5-E dengan nilai rata-rata untuk penilaian tiap fase-fase dalam LC 5-E sebesar 3,36 yang menunjukkan kriteria valid, (2) Hasil validasi secara keseluruhan menunjukkan nilai rata-rata sebesar 3,53 dengan kriteria valid, hal tersebut menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan sudah sesuai dan layak digunakan sebagai salah satu alternatif bahan ajar di SMA/MA. Saran yang dapat diberikan adalah modul laju reaksi yang dikembangkan tidak hanya divalidasi isi saja tetapi hendaknya diujicobakan di lapangan agar diketahui efektivitasnya untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
Kata kunci: modul, laju reaksi, learning cycle 5-E, KTSP
by admin01 | Apr 7, 2010 | Lesson Study |
Aman Santoso
Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang
ABSTRAK
Perubahan paradigma behavioristik menjadi konstruktivistik berpengaruh pada perbaikan kurikulum. Kurikulum yang dipakai saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang menekankan penggunaan pembelajaran konstruktivistik. Salah satu model pembelajaran konstruktivistik adalah learning cycle 5 Fase (LC 5-E). Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul Struktur Atom, Sistem Periodik, dan Ikatan Kimia model LC 5-E serta menguji tingkat kelayakannya. Prosedur pengembangan yang digunakan mengacu pada 10 langkah penelitian dan pengembangan menurut Gall dan Borg. Akan tetapi, karena keterbatasan waktu dan biaya, maka penelitian dan pengembangan ini dibatasi sampai langkah ketiga. Langkah-langkah pengembangan modul ini adalah: penelitian dan pengumpulan data, perencanaan pengembangan produk, dan pengembangan produk awal. Instrumen pengumpulan data berupa angket dengan skala Likert dan lembar saran. Data yang diperoleh berupa penilaian dan tanggapan dari validator yang digunakan untuk menentukan kelayakan atau validitas modul yang dikembangkan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis nilai rata-rata.
Hasil penelitian pengembangan ini: (1) Modul Struktur Atom, Sistem periodik, dan Ikatan Kimia model learning cycle 5-E terdiri dari beberapa komponen yaitu, cover, kata pengantar, petunjuk penggunaan modul, daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, kompetensi dasar, indikator pencapaian hasil belajar, kegiatan belajar siswa (Kegiatan belajar 1 sampai 6), soal pendalaman, umpan balik, kunci jawaban, dan daftar pustaka. Tiap kegiatan belajar terdiri dari 5 fase. (2) Hasil validasi secara keseluruhan menunjukkan nilai rata-rata sebesar 3,47 dengan kriteria valid, hal ini menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan sudah sesuai dan layak digunakan sebagai salah satu alternatif bahan ajar di SMA/MA. Saran-saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah Perlu adanya pengembangan modul dengan materi lain atau metode baru untuk mendukung pembelajaran konstruktivistik sehingga dapat memperkaya sumber belajar siswa.
Kata kunci: Pengembangan modul, struktur atom, learning cycle 5-E