Tri Hapsari Utami-Pembelajaran Pembulatan dan Penaksiran di SD_seminarTEQIP_2013

Pembelajaran Pembulatan dan Penaksiran di Sekolah Dasar

Tri Hapsari Utami

Matematika FMIPA UM

 

Abstrak: Di lapangan masih banyak ditemukan pembelajaran pembulatan dan penaksiran yang membebani siswa dengan hanya menghafal, dan siswa belum tahu manfaat belajar materi tersebut. Kemampuan memecahkan masalah adalah muara tujuan pembelajaran matematika sekolah. Kemampuan berkomunikasi, kemampuan berpikir jernih dan kritis, senantiasa mempertimbangkan moral, dan memahami perbedaan pandangan/pendapat merupakan kemampuan yang menunjang tercapainya kompetensi masa depan agar siswa mampu menyesuaikan dan menyelesaikan masalah yang terjadi. Terkait dengan hal tersebut, akan dibahas soal atau masalah yang dapat mendukung proses pembelajaran agar tercapainya kompetensi terkait pembulatan dan penaksiran di kelas IV Sekolah Dasar.

Kata Kunci: Pembulatan dan Penaksiran

Tri Hapsari Utami-artikel perbandingan_J_TEQIP tahun III no.1.Mei 2014

PEMBELAJARAN KONSEP PERBANDINGAN
(suatu bahan diskusi)
Tri Hapsari Utami
Jurusan Matematika FMIPA Universitas Malang

Abstrak:  Salah  satu  yang  perlu  dipersiapkan  seorang  guru  dalam  proses pembelajaran  adalah  menyusun  Rencana  Pelaksanaan  Pembelajaran.  Menurut
Standar  Proses  untuk  Satuan  Pendidikan  Dasar  dan  Menengah,  Rencana Pelaksanaan  Pembelajaran  disusun  untuk  1  Kompetensi  Dasar.  Adapun  Standar
Kompetensi  dan  Kompetensi  Dasar  telah  ditetapkan  pada  Standar  Isi.  Sebagian besar  guru  menyusun  RPP  sesuai  hirarkis  SK,  KD  yang  telah  ditetapkan.  Sudah
tepatkah  susunan  SK/KD  yang  ada?  Tampaknya  kita  masih  perlu  untuk  mengkaji SK/KD  tersebut.  Pada  kajian  ini  akan  dibahas  SK/KD  yang  terkait  masalah
perbandingan. Diharapkan dengan kajian ini, kita akan lebih baik dalam menyusun suatu  Rencana  Pelaksanaan  Pembelajaran  sesuai  dengan  Kompetensi  yang
diharapkan.

Kata Kunci: Standar Proses, Kompetensi Dasar, RPP, Perbandingan.

FORM SKP 2014 dan 2015 OFFLINE

Yth. Bapak/Ibu Dosen FMIPA UM
 
Menindak lanjuti surat Wakil Rektor II Perihal Penyampaian Capaian SKP 2014 dan Penyusunan SKP 2015, Berikut kami sampaikan Form SKP Tahun 2014 untuk digunakan mengisi capaian SKP tahun 2014. Sedangkan Proses Entry perubahan data SKP on line untuk tahun 2015 pada laman http://ppkpns.um.ac.id  Namum jika terdapat kendala pada aplikasi on line, mohon dapat diproses secara offline menggunakan program exel (form sama dengan SKP 2014 terlampir), smabil terus melanjutann proses pada apilkasi on line.
 
Terima Kasih
 
Kabag TU FMIPA
 

Tri Hapsari Utami-SEMNASMIPA_2010

INDIKATOR DAN TUJUAN PEMBELAJARAN DALAM RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Tri Hapsari Utami 1)
Jurusan Matematika, FMIPA UM
Jl.Semarang 5 Malang
E-mail : [email protected]

Abstrak: Sejalan  dengan  perubahan  paradigma  pembelajaran,  ada  beberapa  perubahan  format  dan istilah dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dalam format RPP terdapat istilah Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, dan Tujuan pembelajaran. Menurut Standar Proses PERMEN no.41  tahun  2007,  indikator  kompetensi  adalah  perilaku  (pengetahuan,  sikap,  keterampilan)  yang  dapat diukur  untuk  menunjukkan  ketercapaian  kompetensi  dasar  dan  menjadi  acuan  penilaia n.  Adapun  tujuan pembelajaran adalah  menggambarkan proses dan hasil belajar yang  diharapkan  dicapai oleh peserta didik. Dalam  pelaksanaan  di  lapangan  terdapat  beberapa  pendapat,  pertama:  indikator  dan  tujuan pembelajaran  adalah  hal  yang  sama,  kedua:  ada  yang  membedakannya  dengan  hanya  menambahkan kata  siswa  dapat,  ketiga:  ada yang  menunjukkan  proses  belajarnya  dengan  menuliskan  model/strategi pembelajaran yang digunakan. Jika indikator dan tujuan pembelajaran sama, mengapa harus ada istilah yang berbeda? Jika hanya ditambah kata siswa dapat, apakah sudah cukup membuat perbedaan makna indikator dan tujuan? Jika proses belajar diartikan dengan model/strategi pembelajaran, mengapa ada metode  dalam  format  RPP?  Tulisan  ini  mencoba  mendiskusikan  ketiga  pendapat  tersebut,  untuk sekiranya  dapat  memberikan  sumbangan  pemikiran  terhadap  perbedaan  pendapat  terkait  istilah indikator dan tujuan pembelajaran.

Keywords: : indikator, tujuan pembelajaran.

Tri Hapsari Utami_KNPM V Himpunan Matematika Indonesia, Juni 2013

NALISIS KESESUAIAN SOAL-SOAL LATIHAN PADA BUKU TEKS MATEMATIKA SMA KELAS X DENGAN KOMPETENSI DASAR BERDASARKAN RANAH KOGNITIF
TAKSONOMI BLOOM

Rinawati dan Tri Hapsari Utami
Universitas Negeri Malang
E-mail : [email protected], [email protected]

ABSTRAK:  Tujuan  penelitian  ini  adalah  mendeskripsikan  kesesuaian  soalsoal latihan pada buku teks matematika SMA kelas X dengan kompetensi dasar yang  mengacu  pada  Kurikulum  Tingkat  Satuan  Pendidikan,  dan  dianalisis berdasarkan  ranah  kognitif  Taksonomi  Bloom.  Penelitian  ini  menggunakan metode  studi  kasus  dengan  rancangan  deskriptif.  Ada  141  soal  yang  dikaji, dengan rincian  136 soal dari  Chapter 1 Exponent, Root and Logarithm  dan 5 soal dari Chapter 2 Quadratic Functions, Equations and Inequalities. Soal-soal latihan  pada  Chapter  1  telah  mendukung  ketercapaian  kompetensi  dasar, sedangkan pada Chapter 2 belum mendukung ketercapaian kompetensi dasar.

Kata kunci:  kesesuaian  soal, kompetensi dasar, taksonomi bloom, buku teks matematika

Tri Hapsari Utami_artikel kajian RPP_jurn_pembelajmat_2011

KAJIAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA (HASIL TAHAPAN PLAN SUATU KEGIATAN LESSON STUDY MGMP SMA)

Tri Hapsari Utami

Abstract:  This article discusses a design of  mathematics learning at what stage in the activities of Lesson Plan Study from a group of MGMP teachers. The study focused on the  components  of  the  learning  activities  (introductory,  core,  cover)  with  respect  to standard process of mathematics learning (problem solving, communication reasoning, and  proof)  and  the  standard  process  of  elementary  and  secondary  education  units (exploration, elaboration, confirmation).

Keyword: learning implementation plan.

Tri Hapsari Utami-Seminar Nasional Matematika UNJ Tahun 2009

PEMBELAJARAN ALJABAR LINIER ELEMENTER DENGAN PROBLEM POSING

 

Tri Hapsari Utami

 

Abstrak: Pembelajaran matematika dengan problem posing memberi kesempatan mahasiswa untuk merumuskan pertanyaan/soal dari suatu situasi yang diberikan. Sekaligus dapat membantu mahasiswa dalam mengembangkan kecintaannya terhadap matematika, sebab ide-ide matematika yang muncul digunakan untuk memahami masalah yang sedang dikerjakan dan dapat meningkatkan kemampuan dalam memecahkan masalah. Pembelajaran dengan problem posing melalui 3 tahapan, tahap pemberian informasi oleh Pembina matakuliah, tahap tugas problem posing, dan tahap presentasi. Tugas problem posing dikerjakan secara berkelompok. Penilaian tugas problem posing memperhatikan tingkat kejelasan soal, tingkat kesulitan soal, baru/modifikasi/lama soal, kebenaran jawaban. Pembelajaran problem posing dalam matakuliah Aljabar Linier Elementer memberikan hasil yang positif, yaitu tingginya prosentase kelulusan mahasiswa yaitu 98% dan prosentase mahasiswa yang memperoleh nilai minimal B sebanyak 57%. Selain itu, hasil angket menunjukkan respon yang positif karena mahasiswa merasa keaktifan dan kemandirian mahasiswa lebih meningkat.

 

Kata kunci: problem posing, aljabar linier elementer

 

Chat