FMIPA UM

MODEL PEMBELAJARAN

  1. Integrasi Kearifan Lokal pada Tema Gunung Kelud terhadap Kemampuan Literasi Sains Siswa
    DIAN KURVAYANTI INNATESARI1), BENI SETIAWAN2), ELOK SUDIBYO2)
  2. Komplementasi Model Pembelajaran GIL (Guided Inquiry Learning) dan AIR (Auditory Intelectually and Repetition) Untuk Meningkatkan Self Regulated Learning Dalam Pembelajaran IPA
    SRI HARTATIK
  3. Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) dengan Strategi Mind Mapping terhadap Prestasi Belajar Siswa
    RIKA DAMAYANTI, PARNO, NURIL MUNFARIDAH, MUHARDJITO
  4. Implementasi Model Pembelajaran Guided Discovery Dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asia (MEA)
    ANA NURHAYATI 1), WAHONO WIDODO 2), EVIE RATNASARI3)
  5. Pengaruh Respon Siswa terhadap Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia
    RISMA MUSTIKAWENI1), WAHONO WIDODO2), MUJI SRI PRASTIWI3)
  6. IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI PENGUKURAN DI SMPN 5 SIDOARJO
    RIO BASKARA NUGRAHA
  7. Pengaruh Model Pembelajaran SSCS (Search, Solve, Create, and Share) dengan Strategi Mind Mapping terhadap Penguasaan Konsep Fisika Pokok Bahasan Teori Kinetik Gas Siswa
    ZAINUL MUSTOFA1)*), PARNO2, KADIM MASJKUR2)
  8. Studi Pendahuluan Model Learning Cycle 5 E dengan Strategi Question Student Have pada Materi Suhu dan Perubahannya
    ALFU LAELA MAZIDAH1), MARTINI2,
  9. Model Enhanced Direct Instruction Berorientasi ¬Mental–Modeling Ability Berbasis Kajian Physics Porblem Solving dan Representasi Eksternal
    DARSIKIN, JUSMAN MANSYUR
  10. Eksperimen Akuisisi Data Sederhana untuk Pembelajaran Fisika
    MIRZANUR HIDAYAT
  11. Pemanfaatan Technology Enabled Active Learning Sebagai Alat Bantu Pembelajaran Inkuiri Pada Topik Elektromagnetisme
    ISMI LAILA RAHMAH, ARIF HIDAYAT, SUTOPO
  12. Perlunya Program Deep Learning Question Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Kinematika Mahasiswa Fisika
    ISMI LAILI AFWA, SUTOPO, ENY LATIFAH
  13. Pembelajaran Fisika Berbasis Moodle Sebagai Upaya Inovatif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Psikomotor pada Pembelajaran Fisika
    HIDAYAH ZULIANA P., RIZKY MAULIDIYAH, PANDU J. SAMPURNO, SUPENO
  14. Studi Pendahuluan Pengaruh Model Brain Based Learning Berbantu Mind Map Terhadap Peguasaan Konsep Fisika Siswa Berpengetahuan Tinggi dan Rendah di SMA
    DINICEN VICLARA, MUHARDJITO, SUPRIYONO KOES H
  15. Penerapan Media Pembelajaran Berbasis Pendekatan Ilmiah pada Pokok Bahasan Hukum Newton untuk Siswa SMA Kelas X dengan Bantuan Macromedia Swishmax
    BAKHRUL RIZKY KURNIAWAN 1), AGUS SUYUDI 2)
  16. Pemahaman Mahasiswa Tahun Pertama Tentang Konsep-Konsep Dasar Gelombang Mekanik
    SUTOPO
  17. Pengaruh Pembelajaran Formulate-Share-Listen-Create (FSLC) Melalui Metode Scaffolding Konseptual Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Prestasi Belajar Fisika dari Kemampuan Awal Siswa SMA Kab. Malang
    WARTONO
  18. Peningkatan Prestasi Belajar Fisika Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah pada Siswa Kelas X SMAN 1 Paiton
    SUWARDI1,*), N. HIDAYAT2), S. RAHMAWATI2)
  19. Peran Mind Map dalam Model Brain Based Learning berkaitan dengan Penguasaan Konsep Fisika
    NURIL MUNFARIDAH1), *), LIA YULIATI, MARKUS DIANTORO
  20. Penerapan Praktikum PEER-Model Dalam Mata Kuliah Fisika Dasar Untuk Melatihkan Scientific Skills Mahasiswa Prodi Fisika Unesa
    RUDY KUSTIJONO
  21. Survey Proses Pembelajaran dan Penggunaan Lembar Kegiatan Siswa dalam Pembelajaran serta Tingkat Keterampilan Proses Sains Guna Membangun Generasi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA)
    WAHYU LAILATUL AZIZAH
  22. Brosur IPA Terpadu sebagai Bahan Ajar di SMP ditinjau dari Aspek Keterbacaannya
    MYCO HERSANDI
  23. Kajian Gerak Osilasi Sistem Pasangan Antara Pegas Dan Bandul
    wilda febi r1), euis sustini2

Documents

Order by : Name | Date | Hits [ Descendent ]

Alfu Laela Mazidah Alfu Laela Mazidah

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:639.34 kB
Downloads:223

Studi Pendahuluan Model Learning Cycle 5 E dengan Strategi Question Student Have pada Materi Suhu dan Perubahannya
ALFU LAELA MAZIDAH1), MARTINI2,
1) Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Surabaya.
E-mail: lelymazidah@gmail.com
2) Dosen Program Studi Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Surabaya.
E-mail: martini_fik@yahoo.com

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan pembelajaran IPA pada materi suhu dan perubahannya dan mendeskripsikan kecocokan model learning cycle 5 E dengan strategi Question Student Have pada materi suhu dan perubahannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Jenis pendekatan yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dengan salah satu guru IPA. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Paciran, Lamongan pada semester genap tahun ajaran 2014/2015. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas VII A  yang berjumlah 28 siswa. Berdasarkan hasil wawancara, guru tidak pernah menggunakan model pembelajaran learning cycle 5 E dan strategi Question Student Have. Dalam pembelajaran, siswa hanya menerima pengetahuan cenderung bersifat hafalan sehingga siswa cepat lupa dan pembelajaran menjadi kurang bermakna. Hal ini dibuktikan pada hasil belajar pada materi suhu dan kalor tergolong masih rendah, karena 43 % siswa tidak memenuhi nilai Kriteria Ketuntasan Minimal yaitu 75. Berdasarkan hal tersebut, maka penerapan model pembelajaran learning cycle 5 E dengan strategi Question Student Have  diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa yang meningkat dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga dapat bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Kata Kunci: learning cycle 5 E, Question Student Have, suhu dan perubahannya, hasil belajar.

Bakhrul Rizky Kurniawan Bakhrul Rizky Kurniawan

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:650.93 kB
Downloads:240

Penerapan Media Pembelajaran Berbasis Pendekatan Ilmiah pada Pokok Bahasan Hukum Newton untuk Siswa SMA Kelas X dengan Bantuan Macromedia Swishmax
BAKHRUL RIZKY KURNIAWAN 1), AGUS SUYUDI 2)
1) Pascasarjana Jurusan Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Jl. Semarang 5 Malang
E-mail: kurniawan25rizky@gmail.com
2) Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Jl. Semarang 5 Malang,
E-mail: agus.suyudi.fmipa@um.ac.id
TEL: 085736012197

ABSTRAK: Media pembelajaran animasi sudah banyak tersedia, namun cenderung menyajikan materi secara langsung. Hal ini bertolak belakang dengan Kurikulum 2013 yang menekankan peran aktif siswa. Penelitian ini menerapkan media pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah sehingga pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan Kurikulum 2013. Penerapan media pembelajaran dilakukan dengan tahapan pendekatan ilmiah di kelas X SMA N 9 Malang. Data respon siswa diperoleh dari angket yang diberikan pada akhir pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah memperoleh respon positif dari siswa.

Kata Kunci:    Media Pembelajaran Fisika, Pendekatan Ilmiah, Hukum Newton, Kurikulum 2013.

Ana Nurhayati Ana Nurhayati

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:687.85 kB
Downloads:155

Implementasi Model Pembelajaran Guided Discovery Dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asia (MEA)
ANA NURHAYATI 1), WAHONO WIDODO 2), EVIE RATNASARI3)
1) Mahasiswa S1 Pendidikan IPA, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya. Jl. Ketintang Surabaya,
E-mail: ana.nurhayati4046@gmail.com
2) Dosen S1 Pendidikan IPA, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya. Jl. Ketintang Surabaya,
E-mail: wahonow@gmail.com
3) Dosen S1 Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya. Jl. Ketintang Surabaya,
E-mail: evie.ratnasari@yahoo.com

ABSTRAK: Pendekatan yang mampu di optimalkan untuk menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) 2015 kedepan salah satunya adalah pendidikan. Untuk menyongsong MEA dari segi pendidikan maka ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan yaitu keterampilan/skill, ilmu dan pengalaman. Hal tersebut dapat dipersiapkan melalui proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran guided discovery dengan tujuan penelitian mendiskripsikan keterlaksanaan model pembelajaran guided discovery dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental design yaitu penelitian tanpa adanya kelas pembanding. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 21 Surabaya tahun ajaran 2014/2015. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-D, diambil dengan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan dalam menganalisis data keterlaksanaan pembelajaran adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung rerata skor setiap aspek pembelajaran berdasarkan kriteria keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan, keterlaksanaan model pembelajaran guided discovery berlangsung efektif, hal tersebut didasarkan pada peningkatan skor rata-rata penilaian keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan 1 sebesar 3,62 dan pada pertemuan 2 sebesar 3,83 dengan kriteria “sangat baik”. Berdasarkan peningkatan tersebut dapat dikatakan pada model pembelajaran guided discovery dapat memberikan dampak positif dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Dikarenakan dalam model pembelajaran guided discovery proses pembelajarannya memuat aspek keterampilan/skill, ilmu, dan pengalaman. Dimana aspek tersebut dibutuhkan dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) dari segi pendidikan

Kata Kunci:    Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), guided discovery, keterlaksanaan pembelajaran, pendidikan.

Darsikin Darsikin

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:766.84 kB
Downloads:159

Model Enhanced Direct Instruction Berorientasi ¬Mental–Modeling Ability Berbasis Kajian Physics Porblem Solving dan Representasi Eksternal  
DARSIKIN, JUSMAN MANSYUR
1) Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Tadulako. Jl. Soekarno-Hatta Km. 9 Palu
E-mail: jusmansyurfis@yahoo.com

ABSTRAK: Telah diperoleh model hipotetik desain instruksional untuk Matakuliah Fisika Dasar yang mengintegrasikan hasil-hasil penelitian terdahulu tentang physics problem solving dan penggunaan sistem representasi eksternal ke dalam direct instruction. Model tersebut merupakan bagian dari penelitian yang sedang berlangsung untuk menghasilkan desain instruksional yang dapat mendukung mental-modeling ability. Integrasi rekomendasi penelitian terdahulu dengan karakteristik direct instruction melalui sebagian tahapan dari model pengembangan formative research, diperoleh model hipotetik yang memuat strategi makro dan strategi mikro. Model hipotetik tersebut akan diuji lebih lanjut melalui eksperimentasi untuk menghasilkan model final.

Kata Kunci:    Enhanced direct instruction, mental-modeling ability, physics problem solving, representasi eksternal

Dian Kurvayanti Innatesari Dian Kurvayanti Innatesari

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:546.58 kB
Downloads:472

Integrasi Kearifan Lokal pada Tema Gunung Kelud terhadap Kemampuan Literasi Sains Siswa
DIAN KURVAYANTI INNATESARI1), BENI SETIAWAN2), ELOK SUDIBYO2)
1) Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan IPA Universitas Negeri Surabaya. Jl. Ketintang Surabaya
E-mail: innatesari@gmail.com
2) Dosen Program Studi S1 Pendidikan IPA Universitas Negeri Surabaya,
E-mail: beni.dzaky@gmail.com

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kemampuan literasi sains siswa pada materi gunung berapi, dan (2) mendeskripsikan kegiatan pembelajaran yang digunakan guru pada materi gunung berapi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, angket, dan wawancara. Lembar tes berbentuk uraian untuk mengetahui kemampuan literasi sains pada aspek konten dan konteks. Lembar angket berupa angket terbuka untuk mengetahui pembelajaran yang diinginkan siswa. Teknik analisis data dilakukan secara deksriptif kuantitatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah kelas VIII-G SMPN 1 Puncu yang terdiri dari 28 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  sebanyak 100% siswa pernah mengalami bencana erupsi Gunung Kelud, rata-rata nilai kemampuan literasi sains siswa pada aspek konten kurang dan aspek konteks cukup serta 43% siswa menginginkan pembelajaran yang dikaitkan kondisi dan situasi nyata disekitar siswa. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Dalam aspek konten dan konteks, siswa SMPN 1 Puncu memiliki kemampuan literasi sains yang kurang dan cukup mengenai materi gunung berapi (2) Kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada materi gunung berapi di SMPN 1 Puncu belum memaksimalkan kearifan lokal sebagai sumber belajar.

Kata Kunci:    Kearifan Lokal, Gunung Kelud, Literasi Sains.

Dinicen Viclara Dinicen Viclara

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:703.15 kB
Downloads:178

Studi Pendahuluan Pengaruh Model Brain Based Learning Berbantu Mind Map Terhadap Peguasaan Konsep Fisika Siswa Berpengetahuan Tinggi dan Rendah di SMA
DINICEN VICLARA, MUHARDJITO, SUPRIYONO KOES H
Pascasarjana Jurusan Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Jl. Semarang 5 Malang
E-mail: dinicen_viclara@yahoo.com
TELP: (0341) 522125; FAX: (0341) 559577

ABSTRAK: Model brain based learning merupakan model pembelajaran yang sesuai dengan dasar cara menstruktur dan memfungsikan otak agar bermakna pada ingatan siswa. Pembentukan penguasaan konsep fisika yang bermakna harus dapat mencari ciri utama, atribut, atau karakteristik konsep fisika yang akan dipelajari. Penggunaan alat bantu seperti mind map        merupakan langkah yang paling tepat untuk membantu mengembangkan potensi penguasaan konsep fisika. Dalam study ini, model brain based learning berbantu mind map digunakan untuk mengubah kecenderungan siswa yang sering tidak menggunakan pengetahuan secara terintegrasi antara pengetahuan awal dan pengetahuan baru pada penyelesaian permasalahan fisika sehari hari. Pengetahuan awal siswa baik tinggi dan rendah penting diperhatikan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran fisika.

Kata Kunci:    Model brain based learning, mind map, penguasaan konsep fisika, pengetahuan awal.

Hidayah Zuliana P Hidayah Zuliana P

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:587.72 kB
Downloads:316

Pembelajaran Fisika Berbasis Moodle Sebagai Upaya Inovatif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Psikomotor pada Pembelajaran Fisika

HIDAYAH ZULIANA P., RIZKY MAULIDIYAH, PANDU J. SAMPURNO, SUPENO
Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember
E-mail: rizkymaulidiyah@gmail.com

ABSTRAK: Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat di era globalisasi tidak bisa dihindari pengaruhnya terhadap dunia pendidikan. Pembelajaran berbasis web merupakan penerapan dari pembelajaran elektronik. Moodle merupakan perangkat lunak yang mendukung implementasi e-learning dengan paradigma terpadu di mana fitur penunjang pembelajaran dengan mudah dapat diakomodasi dalam suatu portal e-learning. Moodle berfungsi sebagai alat bantu yang efektif dalam menyediakan fasilitas pembelajaran. Fitur-fitur yang terdapat pada Moodle menyediakan tempat bagi siswa untuk mengeksplorasi materi lebih dalam. Penelitian dilaksanakan dengan memberikan perlakuan berupa pembelajaran fisika menggunakan Moodle pada materi alat-alat optik. Kurikulum 2013 menempatkan hasil belajar pada tiga aspek yang berbeda salah satunya psikomotor. Hasil belajar psikomotor siswa pada setiap pertemuan pembelajaran masing-masing sebesar 75.7, 78.8, dan 76.0. Penelitian ini didukung dengan adanya LKS dan buku materi alat-alat optik untuk menunjang sumber belajar siswa. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tertarik dengan penerapan Moodle dalam pembelajaran fisika pada materi alat-alat optik.

Kata Kunci:    Moodle, kurikulum 2013, psikomotor, e-learning.  

Ismi Laila Rahmah Ismi Laila Rahmah

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:398.44 kB
Downloads:164

Pemanfaatan Technology Enabled Active Learning Sebagai Alat Bantu Pembelajaran Inkuiri Pada Topik Elektromagnetisme
ISMI LAILA RAHMAH, ARIF HIDAYAT, SUTOPO
Pascasarjana Prodi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Jl. Semarang 5 Malang
E-mail:  rahmah.ismilaila@gmail.com
TEL: (0341) 552125; FAX: (0341) 559577

ABSTRAK: Inquiry merupakan salah satu model yang dapat mendorong mahasiswa untuk aktif membangun pengetahuan ilmiah, menerapkannya dalam pemecahan masalah, dan mengembangkan kemampuan bekerja ilmiah melalui penyelidikan. Untuk terselenggaranya pelatihan kemampuan tersebut diperlukan peralatan praktikum yang memungkinkan mahasiswa dapat mengamati fenomena, menggali data, dan menganalisisnya sampai dapat membuat kesimpulan atau klaim yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Karena banyaknya konsep-konsep abstrak dalam topik elektromagnetika (misalnya konsep garis-garis medan, interaksi medan dan muatan listrik, dan sebagainya) maka pembelajaran inkuiri dengan menggunakan benda nyata sulit dilakukan pada topik elektromagnetika. Oleh karena itu, untuk membelajarkan elektromagnetika secara inkuiri diperlukan alat bantu berupa program computer. Program Technology-Enabled Active learning (TEAL) yang telah dikembangkan oleh MIT dapat digunakan untuk keperluan ini. TEAL dapat menampilkan fenomena kelistrik-magnetan (electromagnetism) dalam bentuk visualisasi 3D, interactive video game dan interactive visualisasi java 3D yang dapat digunakan untuk melatih mahasiswa berinkuiri. Melalui TEAL diharapkan mahasiswa mampu memahami konsep-konsep dalam elektromagnetika, mampu menerapkannya untuk memecahkan masalah, dan mengembangkan kemampuan berinkuiri pada bidang elektromagnetika.

Kata Kunci:    Pemecahan masalah, TEAL, inkuiri, elektromagnetika

Pemanfaatan Technology Enabled Active Learning Sebagai Alat Bantu Pembelajaran Inkuiri Pada Topik Elektromagnetisme

ISMI LAILA RAHMAH, ARIF HIDAYAT, SUTOPO

Pascasarjana Prodi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Jl. Semarang 5 Malang

E-mail:  rahmah.ismilaila@gmail.com

Tel: (0341) 552125; Fax: (0341) 559577

 

ABSTRAK: Inquiry merupakan salah satu model yang dapat mendorong mahasiswa untuk aktif membangun pengetahuan ilmiah, menerapkannya dalam pemecahan masalah, dan mengembangkan kemampuan bekerja ilmiah melalui penyelidikan. Untuk terselenggaranya pelatihan kemampuan tersebut diperlukan peralatan praktikum yang memungkinkan mahasiswa dapat mengamati fenomena, menggali data, dan menganalisisnya sampai dapat membuat kesimpulan atau klaim yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Karena banyaknya konsep-konsep abstrak dalam topik elektromagnetika (misalnya konsep garis-garis medan, interaksi medan dan muatan listrik, dan sebagainya) maka pembelajaran inkuiri dengan menggunakan benda nyata sulit dilakukan pada topik elektromagnetika. Oleh karena itu, untuk membelajarkan elektromagnetika secara inkuiri diperlukan alat bantu berupa program computer. Program Technology-Enabled Active learning (TEAL) yang telah dikembangkan oleh MIT dapat digunakan untuk keperluan ini. TEAL dapat menampilkan fenomena kelistrik-magnetan (electromagnetism) dalam bentuk visualisasi 3D, interactive video game dan interactive visualisasi java 3D yang dapat digunakan untuk melatih mahasiswa berinkuiri. Melalui TEAL diharapkan mahasiswa mampu memahami konsep-konsep dalam elektromagnetika, mampu menerapkannya untuk memecahkan masalah, dan mengembangkan kemampuan berinkuiri pada bidang elektromagnetika.

Kata Kunci:

Pemecahan masalah, TEAL, inkuiri, elektromagnetika

Mirzanur Hidayat Mirzanur Hidayat

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:944.3 kB
Downloads:306

Eksperimen Akuisisi Data Sederhana untuk Pembelajaran Fisika
MIRZANUR HIDAYAT
Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
Jl. Tanah Merdeka, Pasar Rebo, Jakarta
E-mail: mierrza@gmail.com
TEL: 085714069911

ABSTRAK: Telah dilakukan eksperimen akuisisi data sederhana untuk pembelajaran fisika bidang elektronika dan instrumentasi. Sistem akuisisi data memanfaatkan software Scilab dan modul Arduino. Keduanya dipilih karena sifatnya yang open source. Scilab yang digunakan adalah versi 5.4.1 dan Arduino seri Uno R3. Objek eksperimen adalah sistem dinamis sirkuit resistor-kapasitor, dan tujuan eksperimen adalah penentuan pola transien voltase kapasitor pada sirkuit tersebut. Sirkuit terdiri atas resistor 10Kohm dan kapasitor 1mF disusun seri dengan sumber tegangan searah +5V. Eksperimen terdiri atas beberapa tahapan, yaitu pemodelan dan simulasi dengan SciNotes-Scilab, instalasi Serial Communication Toolbox pada Scilab, instalasi Arduino pada Scilab, desain sistem dinamis sirkuit resistor-kapasitor pada Xcos-Scilab, kalibrasi, serta pengukuran atau proses akuisisi data. Hasil akuisisi data dianalisis dan dibandingkan dengan hasil pemodelan dan simulasi. Pola transien hasil akuisisi data menunjukkan pola yang sama dengan hasil pemodelan dan simulasi, yaitu membentuk kurva naik eksponensial (exponential growth curve), namun dengan waktu transien yang berbeda. Waktu transien hasil akuisisi data selama 17,2s, sedangkan hasil pemodelan dan simulasi selama 49,6s.

Kata Kunci:    Eksperimen akuisisi data, Scilab, Arduino, pola transien.

Myco Hesandi Myco Hesandi

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:559.26 kB
Downloads:244

Brosur IPA Terpadu sebagai Bahan Ajar di SMP ditinjau dari Aspek Keterbacaannya
MYCO HERSANDI
Pascasarjana Jurusan Pendidikan IPA Universitas Negeri Jember. Jl. Kalimantan 37 Tegal Boto
E-mail: myco.hersandi41@gmail.com
TELP: 089690927181

ABSTRAK: Brosur IPA terpadu sebagai bahan ajar di SMP ditinjau dari aspek kelayakan bahasa. Adapun tujuan dari kajian tersebut ialah untuk mendeskripsikan kelayakan bahasa (keterbacaan, kejelasan informasi, kesesuaian dengan kaidah bahasa indonesia, penggunaan bahasa secara efektif dan efisien) pada bahan ajar brosur IPA terpadu. Tulisan ini merupakan hasil kajian yang dilakukan melalui kajian pustaka dan literatur yang relevan untuk kemudian di analisis secara deskriptif sehingga memperoleh standar kelayakan bahasa yang sesuai dalam mengembangkan suatu bahan ajar IPA Terpadu. Dari hasil kajian dapat disimpulkan bahwa kelayakan bahasa meliputi keterbacaan  yang meliputi kesesuaian dalam pemilihan huruf, warna huruf, ilustrasi/gambar dan format yang digunakan dalam bahan ajar harus sesuai agar memudahkan pemahaman siswa dalam membaca materi bahan ajar tersebut. Kejelasan informasi yang disampaikan dalam bahan ajar harus menggunakan bahasa yang menarik dan lazim dalam komunikasi tulis Bahasa Indonesia sehingga peserta didik tidak kesulitan memahami informasi yang disampaikan. Kesesuaian dengan kaidah bahasa indonesia artinya tata kalimat yang digunakan untuk menyampaikan pesan mengacu kepada kaidah tata Bahasa Indonesia yang baik dan benar, ejaan yang digunakan mengacu kepada pedoman Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan penggunaan istilah atau simbol yang menggambarkan suatu konsep harus konsisten antar-bagian dalam bahan ajar. Penggunaan bahasa secara efektif dan efisien pada bahan ajar artinya kalimat yang digunakan sederhana, lugas dan langsung ke sasaran serta mewakili isi pesan atau informasi yang ingin disampaikan dengan tetap mengikuti tata kalimat Bahasa Indonesia sehingga dapat membangkitkan rasa senang ketika peserta didik membacanya dan mendorong mereka untuk mempelajari bahan ajar tersebut secara tuntas.

Kata Kunci:    Bahan ajar, brosur IPA terpadu,  kelayakan bahasa.

Nuril Munfaridah Nuril Munfaridah

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:819.07 kB
Downloads:335

Peran Mind Map dalam Model Brain Based Learning berkaitan dengan Penguasaan Konsep Fisika
NURIL MUNFARIDAH1,), LIA YULIATI1), MARKUS DIANTORO1)
1) Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Jl. Semarang 5 Malang
E-mail: nuril.munfaridah.fmipa@um.ac.id
TEL: 085648607432

ABSTRAK: Pembelajaran fisika melibatkan proses berpikir yang tidak terlepas dari organ utama manusia yaitu otak. Salah satu model pembelajaran yang dapat memaksimalkan fungsi otak adalah Brain Based Learning (BBL). BBL lebih optimal jika digunakan mind map dalam tahapannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana peranan mind map dalam BBL berkaitan dengan penguasaan konsep fisika. Penelitian ini menggunakan quasy-experiment posttest only design, di mana terdapat satu kelas kontrol dan dua kelas eksperimen yang masing-masing terdiri dari 60 peserta didik kelas X. Kelas kontrol menggunakan pembelajaran seperti yang digunakan biasanya, kelas eksperimen yang pertama menggunakan BBL, dan kelas eksperimen yang kedua menggunakan BBL dengan ditambahkan mind map dalam tahapan pembelajarannya. Skor penguasaan konsep siswa diperoleh dari tes berupa 25 soal plihan ganda materi suhu dan kalor yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data penguasaan konsep peserta didik dianalisis dengan one way Anova. Hasil penelitian menunjukkan kelas eksperimen memiliki rata-rata penguasaan konsep yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mind map memberikan dampak positif pada penggunaan BBL. Hasil ini memberikan rekomendasi untuk melakukan kajian peran mind map pada penggunaan BBL berkaitan dengan kompetensi lain dalam pembelajaran fisika dan dengan materi yang lebih luas, tidak terbatas pada suhu dan kalor.  

Kata Kunci:    mind map, brain based learning, penguasaan konsep fisika.

Rika Damayanti Rika Damayanti

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:707.88 kB
Downloads:624

Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) dengan Strategi Mind Mapping terhadap Prestasi Belajar Siswa
RIKA DAMAYANTI, PARNO, NURIL MUNFARIDAH, MUHARDJITO
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Jl. Semarang 5 Malang,
E-mail: ree_chaone@yahoo.co.id
TEL: 085755319121

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan model Problem Based Learning (PBL) dengan strategi mind mapping terhadap prestasi belajar siswa kelas X pada materi suhu dan kalor. Jenis penelitian ini adalah quasy experimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas X semester II di SMAN 8 Malang. Intrumen penelitian ini adalah 25 butir Tes Prestasi Belajar bentuk pilihan ganda dengan reliabilitas internal Spearman Brown 0,944. Data prestasi belajar dianalisis dengan one tailed t-test dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, yang ditandai oleh prestasi belajar siswa yang belajar dengan model PBL dengan strategi mind mapping lebih tinggi secara signifikan bila dibandingkan dengan yang belajar secara konvensional. Di samping itu, hasil penelitian ini menghasilkan effect size 0,74 kategori “biasa.”
Kata Kunci:    Model Problem Based Learning, mind mapping, prestasi belajar.

Risma Mustikaweni Risma Mustikaweni

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:698.4 kB
Downloads:873

Pengaruh Respon Siswa Terhadap Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia
RISMA MUSTIKAWENI1), WAHONO WIDODO2), MUJI SRI PRASTIWI3)
1) Mahasiswa S1 Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Surabaya,
E-mail: risma.rismo@ymail.com
2) Dosen S1 Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Surabaya,
E-mail: wahonow@gmail.com
3) Dosen S1 Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Surabaya,
E-mail: mujiprastiwi@unesa.ac.id

ABSTRAK: Penelitian ini dilatarbelakangi dari kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di SMP Negeri 21 Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan respon siswa setelah diterapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi perpindahan kalor dalam mengahadapi masyarakat ekonomi asia. Dalam proses pembelajaran siswa dibekali dengan keterampilan yang bersifat soft skill dan hard skill agar kedepan mereka mampu menghadapi masyarakat ekonomi asia (MEA). Sasaran penelitian ini yaitu kelas VII-C yang berjumlah 39 siswa. Jenis penelitian ini menggunakan pre experimental design yang dilaksanakan untuk mengetahui dampak dari suatu perlakuan yang dikenakan pada suatu penelitian tanpa adanya kelas pembanding. Teknik analisis data respon siswa adalah deskriptif kuantitatif dengan menghitung rata-rata setiap aspek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon siswa selama kegiatan pembelajaran setelah diterapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi perpindahan kalor sangat positif dan diterima baik oleh siswa.

Kata Kunci:    Model pembelajaran inkuiri terbimbing, masyarakat ekonomi asia, perpindahan kalor, respon siswa.

Rudy Kustijono Rudy Kustijono

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:933.22 kB
Downloads:198

Penerapan Praktikum PEER-Model Dalam Mata Kuliah Fisika Dasar Untuk Melatihkan Scientific Skills Mahasiswa Prodi Fisika Unesa

RUDY KUSTIJONO1
1) Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya. Jl. Ketintang Surabaya
E-mail: rudyunesa@gmail.com
Penulis Koresponden
Tel: +628121729727; Fax: +6231-8296427

ABSTRAK: Telah dilakukan penelitian penerapan praktikum PEER-Model dalam mata kuliah fisika dasar untuk melatihkan scientific skills mahasiswa prodi fisika Unesa. Tujuan penelitian adalah mengujicoba praktikum PEER-Model untuk mengetahui kepraktisan dan efektivitasnya. Kepraktisan ditinjau dari keterlaksanaan dan kendala, sedangkan efektivitas ditinjau dari pengembangan hard skills dan soft skills, serta scientific skills mahasiswa dibandingkan menggunakan praktikum konvensional. Praktikum PEER-Model adalah model praktikum yang mengintegrasikan hard skills dan soft skills dalam kegiatan praktikum. Sintaks dari PEER-Model meliputi: Planning (perencanaan), Experiment (percobaan). Evaluate (penilaian), dan Reporting (pelaporan). Jenis penelitian adalah eksperimen dengan desain the one-goup pretest posttest. Perlakuan menggunakan PEER-Model dibandingkan dengan praktikum konvensional. Subyek penelitian adalah dosen pembimbing praktikum fisika dasar berjumlah 5 orang dan mahasiswa prodi fisika unesa tahun 2014 berjumlah 44 orang. Penerapan praktikum PEER-Model dilaksanakan untuk lima topik (Hukum Ohm, Azas Lentz, Hukum Snellius, Tetapan Pegas, dan Massa Jenis Zat Cair). Teknik pengambilan data menggunakan angket, wawancara, dan observasi. Instrumen yang digunakan adalah angket dosen, angket mahasiswa, dan lembar penilaian kinerja mahasiswa, Data angket dosen dan angket mahasiswa diolah dengan menghitung persentase tiap butir pertanyaan yang diajukan, sedangkan nilai kinerja mahasiswa ketika praktikum PEER-Model dibandingkan dengan nilai kinerja mahasiswa ketika praktikum konvensional menggunakan uji-t. Hasil penelitian menyimpulkan: 1) 100% dosen pembimbing praktikum fisika dasar menyatakan bahwa praktikum PEER-Model dapat dilaksanakan dengan baik tanpa ditemukan kendala yang berarti, 2) Praktikum PEER-Model menghasilkan hard skills dan soft skills dengan nilai rata-rata sangat baik (3,9 – 5), 3) Hubungan antara hard skills dengan soft skills dari tiap-tiap topik praktikum berkolerasi positip dengan nilai sedang sampai baik (0,4 – 0,85), 4) Rata-rata Scientific skills mahasiswa dari tiap-tiap topik antara praktikum PEER-Model dengan praktikum konvensional menunjukkan perbedaan yang sangat berarti, dan praktikum PEER-Model memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan praktikum konvensional, 5) 99% mahasiswa menyatakan bahwa praktikum PEER-Model efektif dapat melatihkan hard skills, soft skills, dan scientific skills mahasiswa.

Kata Kunci: PEER-Model, Scientific Skills

Wahyu Lailatul Azizah Wahyu Lailatul Azizah

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:729.02 kB
Downloads:168

Survey Proses Pembelajaran dan Penggunaan Lembar Kegiatan Siswa dalam Pembelajaran serta Tingkat Keterampilan Proses Sains Guna Membangun Generasi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA)
WAHYU LAILATUL AZIZAH
Jurusan Pendidikan IPA Universitas Negeri Surabaya. Jl. Ketintang, Surabaya 60231
E-mail: wahyulailatulazizah@gmail.com
TEL: 085745518192

ABSTRAK: Pembelajaran IPA diberikan dengan harapan agar pembelajaran tersebut dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. Pembelajaran akan lebih bermakna jika siswa mencoba atau bereksperimen sehingga siswa mampu menemukan (discovery) pengetahuan melalui refleksi pengalamannya. Proses penemuan terbentuk dan berkembang melalui suatu proses ilmiah yang sering disebut dengan keterampilan proses sains. Materi-materi IPA banyak yang bersifat abstrak, sehingga perlu adanya bahan ajar  bagi siswa untuk membantu memahami konsep IPA dan melatih keterampilan proses sains berupa lembar kegiatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dan penggunaan LKS serta mendeskripsikan tingkat keterampilan proses sains siswa SMP N 2 Taman, Sidoarjo. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14 April 2015 di SMP N 2 Taman. Subjek penelitian ini adalah 36 siswa kelas VII-H. Teknik pengambilan data dilakukan dengan pemberian angket kepada siswa. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kuantitatif dan selanjutnya dikualitatifkan. Berdasarkan data yang diperoleh menunujukkan bahwa sebanyak 94,3% siswa merasa tertarik dengan pembelajaran IPA dan 69,44% memilih kegiatan praktikum sebagai alasan mereka menyukai pembelajaran IPA. Siswa selalu melakukan praktikum pada pembelajaran IPA dan selalu digunakan LKS. Namun sebanyak 80% siswa menyatakan bahwa mereka belum memahami tujuan dan prosedur dari praktikum. Tingkat keterampilan proses  sains siswa dari 35 siswa yang dapat merumuskan hipotesis 37,1%, membuat rumusan masalah 57,1%, membuat kesimpulan dari grafik data sebesar 60%, dan yang mampu menganalisis data hanya sebanyak 25,7%. Sehingga diperlukan lembar kegiatan siswa sebagai bahanajar untuk mengembangkan keterampilan proses sains melalui kegiatan praktikum.

Kata Kunci:    guided discovery, lembar kegiatan siswa, keterampilan proses sains.

Survey Proses Pembelajaran dan Penggunaan Lembar Kegiatan Siswa dalam Pembelajaran serta Tingkat Keterampilan Proses Sains Guna Membangun Generasi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA)

Wahyu Lailatul Azizah

Jurusan Pendidikan IPA Universitas Negeri Surabaya. Jl. Ketintang, Surabaya 60231

E-mail: wahyulailatulazizah@gmail.com

TEL: 085745518192

 

ABSTRAK: Pembelajaran IPA diberikan dengan harapan agar pembelajaran tersebut dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. Pembelajaran akan lebih bermakna jika siswa mencoba atau bereksperimen sehingga siswa mampu menemukan (discovery) pengetahuan melalui refleksi pengalamannya. Proses penemuan terbentuk dan berkembang melalui suatu proses ilmiah yang sering disebut dengan keterampilan proses sains. Materi-materi IPA banyak yang bersifat abstrak, sehingga perlu adanya bahan ajar  bagi siswa untuk membantu memahami konsep IPA dan melatih keterampilan proses sains berupa lembar kegiatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dan penggunaan LKS serta mendeskripsikan tingkat keterampilan proses sains siswa SMP N 2 Taman, Sidoarjo. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14 April 2015 di SMP N 2 Taman. Subjek penelitian ini adalah 36 siswa kelas VII-H. Teknik pengambilan data dilakukan dengan pemberian angket kepada siswa. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kuantitatif dan selanjutnya dikualitatifkan. Berdasarkan data yang diperoleh menunujukkan bahwa sebanyak 94,3% siswa merasa tertarik dengan pembelajaran IPA dan 69,44% memilih kegiatan praktikum sebagai alasan mereka menyukai pembelajaran IPA. Siswa selalu melakukan praktikum pada pembelajaran IPA dan selalu digunakan LKS. Namun sebanyak 80% siswa menyatakan bahwa mereka belum memahami tujuan dan prosedur dari praktikum. Tingkat keterampilan proses  sains siswa dari 35 siswa yang dapat merumuskan hipotesis 37,1%, membuat rumusan masalah 57,1%, membuat kesimpulan dari grafik data sebesar 60%, dan yang mampu menganalisis data hanya sebanyak 25,7%. Sehingga diperlukan lembar kegiatan siswa sebagai bahanajar untuk mengembangkan keterampilan proses sains melalui kegiatan praktikum.

Kata Kunci:

guided discovery, lembar kegiatan siswa, keterampilan proses sains.

Sri Hartatik Sri Hartatik

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:698.9 kB
Downloads:188

Komplementasi Model Pembelajaran GIL (Guided Inquiry Learning) dan AIR (Auditory Intelectually and Repetition) Untuk Meningkatkan Self Regulated Learning Dalam Pembelajaran IPA
SRI HARTATIK
Pascasarjana Magister Pendidikan IPA Universitas Jember.
E-mail: srihartatik800@yahoo.co.id

ABSTRAK: Proses pembelajaran dan keberhasilan pembelajaran di kelas tidak terlepas dari model pembelajaran yang digunakan oleh guru, sehingga guru perlu untuk memahami dan mengetahui karakteristik peserta didik untuk dapat meningkatkan kemampuan peserta didiknya. Keberhasilan guru dalam pembelajaran adalah mengubah pola pikir siswa dan dapat menggali kemampuan diri siswa sehingga siswa dapat siap terjun di masyarakat dengan kemampuan yang dimilikinya. Ketidak pahaman guru terhadap karakateristik peserta didik menyebabkan guru mengalami kesulitan di dalam menerapkan model pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas. Model pembelajaran yang cenderung ceramah menyebabkan peserta didik bosan dan sulit meningkatkan kemampuan yang terdapat di dalam diri peserta didik. Oleh sebab itu di dalm artikel ini akan dipaparkan tentang gabungan antara dua model pembelajaran yaitu GIL (Guided Inquiry Learning) dan AIR (Auditory, Intelectually and Repetition) yang bertujuan untuk meningkatkan Self Regulated Learning sehingga nantinya peserta didik dapat lebih memahami tentang IPA dan dapat mengatasi permasalahan yang terjadi baik dalam pembelajaran atau di dalam kehidupan nyata, sehingga nantinya dapat berperan aktif di masyarakat dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kata Kunci:    GIL, AIR, Self Regulated Learning, IPA.

Sutopo Sutopo

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:1.15 MB
Downloads:663

Pemahaman Mahasiswa Tahun Pertama Tentang Konsep-Konsep Dasar Gelombang Mekanik
SUTOPO
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Jl. Semarang 5 Malang
E-mail: sutopo.fisika@um.ac.id

ABSTRAK: Kontras dengan topik gaya dan gerak, kesulitan siswa terkait konsep-konsep yang melandasi fenomena perambatan gelombang masih kurang mendapatkan perhatian para peneliti pendidikan fisika. Artikel ini mengangkat kesulitan umum yang dialami mahasiswa dalam memecahkan masalah konseptual terkait fenomena perambatan gelombang. Subjek penelitian terdiri atas 128 mahasiswa tahun pertama jurusan fisika UM yang mengikuti perkuliahan Fisika Dasar II tahun akademik 2013/2014. Analisis dilakukan berdasarkan jawaban mahasiswa terhadap soal pilihan ganda dan tingkat keyakinan mahasiswa terhadap ketepatan jawabannya. Penelitian menyimpulkan bahwa konsep-konsep fundamental yang meliputi representasi matematis tentang karakteristik umum gelombang berjalan, gerakan partikel medium saat dilewati gelombang, dan hubungan v=?f, belum dipahami dengan baik oleh sebagian besar mahasiswa; bahkan banyak mahasiswa yang terindikasi mengalami miskonsepsi. Disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi lebih dalam dan lebih outentik penyebab kesulitan tersebut, misalnya menggunakan teknik think aloud atau interview klinis.


Kata Kunci:    miskonsepsi, pemahaman konseptual, perambatan gelombang mekanik

Swardi Swardi

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:539.55 kB
Downloads:215

Peningkatan Prestasi Belajar Fisika Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah pada Siswa Kelas X SMAN 1 Paiton
SUWARDI1,), N. HIDAYAT2), S. RAHMAWATI2)
1)Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN 1) 1 Paiton
Jl. Pakuniran Paiton 67291 Probolinggo
E-mail: suwardi.sman1paiton@gmail.com
2)Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Jl. Semarang 5 Malang
) PENULIS KORESPONDEN
TEL: 0335 - 771054

ABSTRAK: Makalah ini memaparkan peningkatan prestasi belajar fisika siswa kelas X SMAN 1 Paiton tahun pelajaran 2014/2015. Di banyak sekolah, khususnya di SMAN 1 Paiton, fisika masih menjadi salah satu pelajaran yang paling “ditakuti” siswa, padahal pelajaran ini teramat penting, bukan hanya sebagai syarat kenaikan kelas atau kelulusan siswa, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan berpikir mereka. Oleh karena itu, pemilihan model pembelajaran yang tepat merupakan hal krusial yang harus diperhatikan agar tujuan pembelajaran tercapai secara maksimal. Salah satu model pembelajaran yang dinilai efektif dan mampu memberikan dampak positif terhadap prestasi belajar fisika siswa adalah melalui pembelajaran berbasis masalah. Dari dua siklus pembelajaran yang telah diterapkan, peningkatan prestasi belajar fisika siswa secara signifikan sebesar 11,53% teramati pada setiap siklus dengan persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I dan II secara berturut-turut sebesar 84,62% dan 92,31%. Dengan demikian, model pembelajaran berbasis masalah menjadi salah satu model yang efektif dalam meningkatkan prestasi belajar fisika siswa.


Kata Kunci:    Pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran fisika, dan prestasi belajar fisika.

Peningkatan Prestasi Belajar Fisika Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah pada Siswa Kelas X SMAN 1 Paiton

Suwardi1,*), N. Hidayat2), S. Rahmawati2)

1)Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN 1) 1 Paiton

Jl. Pakuniran Paiton 67291 Probolinggo

E-mail: suwardi.sman1paiton@gmail.com

2)Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Jl. Semarang 5 Malang

*) Penulis Koresponden

Tel: 0335 - 771054

 

ABSTRAK: Makalah ini memaparkan peningkatan prestasi belajar fisika siswa kelas X SMAN 1 Paiton tahun pelajaran 2014/2015. Di banyak sekolah, khususnya di SMAN 1 Paiton, fisika masih menjadi salah satu pelajaran yang paling “ditakuti” siswa, padahal pelajaran ini teramat penting, bukan hanya sebagai syarat kenaikan kelas atau kelulusan siswa, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan berpikir mereka. Oleh karena itu, pemilihan model pembelajaran yang tepat merupakan hal krusial yang harus diperhatikan agar tujuan pembelajaran tercapai secara maksimal. Salah satu model pembelajaran yang dinilai efektif dan mampu memberikan dampak positif terhadap prestasi belajar fisika siswa adalah melalui pembelajaran berbasis masalah. Dari dua siklus pembelajaran yang telah diterapkan, peningkatan prestasi belajar fisika siswa secara signifikan sebesar 11,53% teramati pada setiap siklus dengan persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I dan II secara berturut-turut sebesar 84,62% dan 92,31%. Dengan demikian, model pembelajaran berbasis masalah menjadi salah satu model yang efektif dalam meningkatkan prestasi belajar fisika siswa.

Kata Kunci:

Pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran fisika, dan prestasi belajar fisika.

Wartono Wartono

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:750.76 kB
Downloads:745

Pengaruh Pembelajaran Formulate-Share-Listen-Create (FSLC) Melalui Metode Scaffolding Konseptual Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Prestasi Belajar Fisika dari Kemampuan Awal Siswa SMA Kab. Malang
WARTONO
Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang
Email: wartonoum@yahoo.co.id

ABSTRAK : Pembelajaran fisika di lapangan saat ini, guru lebih dominan daripada siswa dimana siswa cenderung pasif.  Hal ini mengakibatkan pemahaman konsep siswa rendah. Pembelajaran yang mampu mengatasi permasalahan ini adalah pembelajaran kooperatif Formulate-Share-Listen-Create (FSLC). FSLC menjadikan siswa dapat memberdayakan kemampuan awal mereka secara optimal, aktif, serta melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif (Johnson, Johnson, dan Smith 1991). Langkah Formulate dan create menurut teori Vygotsky (Janneke, dkk, 2010), sangat dibutuhkan tuntunan guru (Scaffolding) untuk membantu siswa dalam mengatasi kesulitan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kemampuan berpikir kritis siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi dan rendah, yang belajar dengan pembelajaran FSLC melalui metode scaffolding konseptual lebih tinggi daripada yang belajar dengan pembelajaran konvensional; (2) prestasi belajar fisika siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi dan rendah, yang belajar dengan pembelajaran FSLC melalui metode scaffolding konseptual lebih tinggi daripada yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan rancangan posttest only control group design. Data yang diperoleh dari tes kemampuan berpikir kritis dan tes prestasi belajar fisika dianalisis dengan uji MANOVA pada taraf signifikansi 5% dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil sebagai berikut. (1) Kemampuan berpikir kritis siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi dan rendah, yang belajar dengan pembelajaran FSLC melalui metode scaffolding konseptual lebih tinggi daripada yang belajar fisika dengan pembelajaran konvensional (F = 161,010; 0,000 < 0,05); (2) Prestasi belajar fisika siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi dan rendah, yang belajar dengan pembelajaran FSLC melalui metode scaffolding konseptual, lebih tinggi daripada yang belajar fisika dengan pembelajaran konvensional (F = 133,286; 0,000 < 0,05).

Kata Kunci:    Pembelajaran FSLC, metode scaffolding konseptual, berpikir kritis, prestasi belajar fisika

Pengaruh Pembelajaran Formulate-Share-Listen-Create (FSLC) Melalui Metode Scaffolding Konseptual Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Prestasi Belajar Fisika dari Kemampuan Awal Siswa SMA Kab. Malang

Wartono

Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang

Email: wartonoum@yahoo.co.id

 

ABSTRAK : Pembelajaran fisika di lapangan saat ini, guru lebih dominan daripada siswa dimana siswa cenderung pasif.  Hal ini mengakibatkan pemahaman konsep siswa rendah. Pembelajaran yang mampu mengatasi permasalahan ini adalah pembelajaran kooperatif Formulate-Share-Listen-Create (FSLC). FSLC menjadikan siswa dapat memberdayakan kemampuan awal mereka secara optimal, aktif, serta melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif (Johnson, Johnson, dan Smith 1991). Langkah Formulate dan create menurut teori Vygotsky (Janneke, dkk, 2010), sangat dibutuhkan tuntunan guru (Scaffolding) untuk membantu siswa dalam mengatasi kesulitan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kemampuan berpikir kritis siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi dan rendah, yang belajar dengan pembelajaran FSLC melalui metode scaffolding konseptual lebih tinggi daripada yang belajar dengan pembelajaran konvensional; (2) prestasi belajar fisika siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi dan rendah, yang belajar dengan pembelajaran FSLC melalui metode scaffolding konseptual lebih tinggi daripada yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan rancangan posttest only control group design. Data yang diperoleh dari tes kemampuan berpikir kritis dan tes prestasi belajar fisika dianalisis dengan uji MANOVA pada taraf signifikansi 5% dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil sebagai berikut. (1) Kemampuan berpikir kritis siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi dan rendah, yang belajar dengan pembelajaran FSLC melalui metode scaffolding konseptual lebih tinggi daripada yang belajar fisika dengan pembelajaran konvensional (F = 161,010; 0,000 < 0,05); (2) Prestasi belajar fisika siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi dan rendah, yang belajar dengan pembelajaran FSLC melalui metode scaffolding konseptual, lebih tinggi daripada yang belajar fisika dengan pembelajaran konvensional (F = 133,286; 0,000 < 0,05).

Kata Kunci:

Pembelajaran FSLC, metode scaffolding konseptual, berpikir kritis, prestasi belajar fisika

Wilda Febi Wilda Febi

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:750.14 kB
Downloads:577

Kajian Gerak Osilasi Sistem Pasangan Antara Pegas Dan Bandul
WILDA FEBI R1), EUIS SUSTINI2,
1) Pascasarjana Jurusan Pengajaran Fisika Institut Teknologi Bandung. Jl. Ganesha 10 Bandung
E-mail: wilda.febi@gmail.com
2) Jurusan Fisika FMIPA Institut Teknologi Bandung. Jl. Ganesha 10 Bandung
E-mail: euis@fi.itb.ac.id

ABSTRAK: Gerak osilasi merupakan salah satu kajian fisika yang penting untuk dipahami. Dalam memahami kajian-kajian fisika dibutuhkan pemahaman mengenai teori dan pembuktian melalui eksperimen. Penelitian ini membahas gerak osilasi sistem pasangan antara pegas dan bandul secara teori dan eksperimen. Nilai periode dan frekuensi osilasi sistem pasangan yang diperoleh dari hasil perhitungan teoritik dibandingkan dengan nilai periode dan frekuensi yang diperoleh dari hasil eksperimen. Eksperimen dilakukan menggunakan alat osilasi pasangan pegas bandul, dengan posisi pegas pada pusat massa sistem. Melalui kajian sebelumnya dengan sistem pegas dan bandul yang terpisah, diperoleh nilai konstanta pegas 9.71 N/m, dan nilai percepatan gravitasi ditempat eksperimen adalah 9.63 m/s2. Simpangan terkecil dan terbesar dari alat osilasi pasangan yang masih mengalami gerak harmonik adalah 2.7 cm dan 6.7 cm. Nilai periode osilasi pasangan dari hasil eksperimen untuk 30 kali osilasi dengan simpangan 2.7 cm, 3.7 cm, 4.7 cm, 5.7 cm, dan 6.7 cm berturut-turut adalah 1.276 s, 1.275 s, 1.269, 1.275, 1.280. Sedangkan nilai periode osilasi pasangan berdasarkan perhitungan teoritik dengan mengabaikan gesekan udara, gesekan pada poros sistem, dan massa pegas adalah 1.31 s. Hasil eksperimen hampir mendekati, hanya berbeda dalam batas ketelitian alat.

Kata Kunci:    Osilasi pasangan, pegas, bandul.

Kajian Gerak Osilasi Sistem Pasangan Antara Pegas Dan Bandul

wilda febi r1), euis sustini2,

1) Pascasarjana Jurusan Pengajaran Fisika Institut Teknologi Bandung. Jl. Ganesha 10 Bandung

E-mail: wilda.febi@gmail.com

2) Jurusan Fisika FMIPA Institut Teknologi Bandung. Jl. Ganesha 10 Bandung

E-mail: euis@fi.itb.ac.id

 

ABSTRAK: Gerak osilasi merupakan salah satu kajian fisika yang penting untuk dipahami. Dalam memahami kajian-kajian fisika dibutuhkan pemahaman mengenai teori dan pembuktian melalui eksperimen. Penelitian ini membahas gerak osilasi sistem pasangan antara pegas dan bandul secara teori dan eksperimen. Nilai periode dan frekuensi osilasi sistem pasangan yang diperoleh dari hasil perhitungan teoritik dibandingkan dengan nilai periode dan frekuensi yang diperoleh dari hasil eksperimen. Eksperimen dilakukan menggunakan alat osilasi pasangan pegas bandul, dengan posisi pegas pada pusat massa sistem. Melalui kajian sebelumnya dengan sistem pegas dan bandul yang terpisah, diperoleh nilai konstanta pegas 9.71 N/m, dan nilai percepatan gravitasi ditempat eksperimen adalah 9.63 m/s2. Simpangan terkecil dan terbesar dari alat osilasi pasangan yang masih mengalami gerak harmonik adalah 2.7 cm dan 6.7 cm. Nilai periode osilasi pasangan dari hasil eksperimen untuk 30 kali osilasi dengan simpangan 2.7 cm, 3.7 cm, 4.7 cm, 5.7 cm, dan 6.7 cm berturut-turut adalah 1.276 s, 1.275 s, 1.269, 1.275, 1.280. Sedangkan nilai periode osilasi pasangan berdasarkan perhitungan teoritik dengan mengabaikan gesekan udara, gesekan pada poros sistem, dan massa pegas adalah 1.31 s. Hasil eksperimen hampir mendekati, hanya berbeda dalam batas ketelitian alat.

Kata Kunci:

Osilasi pasangan, pegas, bandul.

Zainul Mustofa Zainul Mustofa

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:722.22 kB
Downloads:287

Pengaruh Model Pembelajaran SSCS (Search, Solve, Create, and Share) dengan Strategi Mind Mapping terhadap Penguasaan Konsep Fisika Pokok Bahasan Teori Kinetik Gas Siswa
ZAINUL MUSTOFA1), PARNO2, KADIM MASJKUR2)
1) Pascasarjana Jurusan Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Jl. Semarang 5 Malang
E-mail: zainulmustofa1993@yahoo.com
2) Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Jl. Semarang 5 Malang,
E-mail: parno.fmipa@um.ac.id
TEL: 085749626306

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh model pembelajaran SSCS dengan strategi mind mapping terhadap penguasaan konsep fisika pokok bahasan teori kinetik gas. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimen tipe nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA SMAN 1 Kertosono. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI-MIA3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-MIA2 sebagai kelas kontrol. Hasil posttest menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen  77,9 lebih tinggi daripada kelas kontrol  66,8. Hasil uji t penguasaan konsep didapat + ttabel =+1.983 < 4.432 = thitung, menunjukkan bahwa penguasaan konsep siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran SSCS dengan strategi mind mapping lebih baik daripada siswa yang belajar secara konvensional. Hasil effect size didapat 0,93, menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran SSCS dengan strategi mind mapping memiliki pengaruh besar terhadap pengusaan konsep fisika siswa.

Kata Kunci:     Model pembelajaran SSCS, strategi mind mapping, penguasaan konsep fisika

Ismi Laili Afwa Ismi Laili Afwa

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:827.46 kB
Downloads:205

Perlunya Program Deep Learning Question Untuk
Meningkatkan Penguasaan Konsep Kinematika Mahasiswa Fisika

ISMI LAILI AFWA, SUTOPO, ENY LATIFAH
Pascasarjana Prodi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Jl. Semarang 5 Malang
E-mail: lailiafwa@gmail.com

ABSTRAK: Banyak penelitian yang mengungkapkan banyaknya siswa yang mengalami kesulitan memahami konsep-konsep kinematika dan menerapkannya pada pemecahan masalah. Kesulitan umum yang dialami siswa berkaitan dengan konsep percepatan, kecepatan, dan penggunaan representasi (grafik, simbol, dan verbal). Penyebab kesulitan tersebut antara lain kurang dipahaminya dengan baik konsep-konsep tersebut, kurang mendalamnya konsep-konsep tersebut terekam dalam struktur memori jangka panjang siswa sehingga sulit teraktivasi ke memori kerja saat diperlukan, serta keterbatasan wawasan siswa tentang ragam konteks persoalan terhadap mana konsep-konsep tersebut dapat diterapkan. Untuk memfasilitasi siswa memahami dengan baik konsep-konsep kinematika, merekam konsep-konsep tersebut secara mendalam dalam memori jangka panjang, dan dapat menggunakan konsep-konsep tersebut dalam memecahkan berbagai permasalahan fisika, diusulkan program pendalaman materi yang dinamai Program Deep Learning Questions (DPQs). Program berisi soal-soal konseptual beserta balikan (feedback) dan pembahasan, dikemas secara interaktif berbantuan komputer offline, dan dapat digunakan secara mandiri. Soal-soal kinematika dihadirkan dalam berbagai konteks dan dikemas dalam berbagai format representasi.
Kata Kunci:    Pemahaman konsep, Kinematika, Program Deep Learning Questions, representasi

Rio Baskara Nugraha Rio Baskara Nugraha

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:355.99 kB
Downloads:373

Implementasi Model Pembelajaran Guided Discovery untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Materi Pengukuran Di SMPN 5 Sidoarjo
RIO BASKARA NUGRAHA
Pascasarjana Jurusan Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Jl. Semarang 5 Malang
E-mail: rio.bzkaraa@gmail.com
TEL: 085732241100

ABSTRAK: Tujuan Penelitian adalah untuk meningkatkan hasil belajar materi pokok pengukuran menggunakan model pembelajaran guided discovery pada siswa VII SMPN 5 Sidoarjo. Penelitian ini berupa penelitian pre-experimental dengan menggunakan satu kelas perlakuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 5 Sidoarjo yang berjumlah 35 yang terdiri dari 20 siswa dan 15 siswi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, tes, dan angket. Penelitian yang akan dilakukan didasarkan pada hasil penelitian sebelumnya oleh Muin (2014) tentang implementasi model discovery learning bahwa terjadi peningkatan keaktifan sebesar 76,52% dan hasil belajar siswa sebesar 69,70%. Penelitian lain yang relevan dilakukan oleh Nur (2014) diperoleh bahwa analisis menggunakan uji N-Gain menunjukkan adanya peningkatan keterampilan proses sains dan hasil belajar yang signifikan, dibuktikan dengan uji-t diperoleh nilai bahwa thitung (15,35) > ttabel (1,69) dengan taraf signifikan ? = 0,05.

Kata Kunci:  Guided Discovery, Hasil Belajar.