FMIPA UM

MEDIA PEMBELAJARAN

MEDIA PEMBELAJARAN

Documents

Order by : Name | Date | Hits | [ Descendent ]

Edi Supriana Edi Supriana

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:475.44 kB
Downloads:199

Implementasi Prototipe Media Tepat Guna untuk Mengingkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa dalam Pembelajaran Fisika di SMA
EDI SUPRIANA1), MOHAMAD NUR2), IMAM SUPARDI2)
1)Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Jl. Semarang 5 Malang
2)Jurusan Pendidikan Sains, Pasca Sarjana Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
E-mail: chusnana.insjaf.fmipa@um.ac.id
TEL: 081252734417; FAX: -

ABSTRAK: Pelaksanaan pembelajaran fisika di SMA menghendaki penerapan pendekatan ilmiah (Scientific Approach), salah satu sarana yang diperlukan adalah media pembelajaran. Agar pendekatan ilmiah dapat terlaksana dengan baik diperlukan media pembelajaran yang tepat guna, yaitu media pembelajaran terintegrasi, sederhana dan mudah dioperasikan. Indikator keterampilan pemecahan masalah meliputi: merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, menentukan variabel pengamatan, menyelenggarakan pengumpulan data, menganalisis data dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata keterampilan pemecahan masalah siswa dengan mengimplementasikan Prototipe Media Tepat Guna adalah 83 - 95 dalam kategori baik - sangat baik dan menghasilkan gain score ternormalisasi rata-rata 0,79 - 0,94 dalam kategori tinggi, dengan ketuntasan 100%. Disimpulkan bahwa pembelajaran fisika menggunakan Prototipe Media Tepat Guna sangat efektif, yaitu dapat diterapkan dalam kondisi sesungguhnya (pembelajaran). memperoleh hasil yang diharapkan dan mempunyai dampak dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa dengan sangat baik.

Kata Kunci:    Keterampilan Pemecahan Masalah, Media Tepat Guna, Pembelajaran Fisika.

Winarto Winarto

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:588.96 kB
Downloads:212

Pengembangan Kolektor Energi Surya Dengan Pelat Gelombang sebagai Komponen Pemanas Air
WINARTO    
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Jl. Semarang 5 Malang
E-mail : winarto.fmipa@um.ac.id
TEL: - ; FAX: -

ABSTRAK: Pemanfaatan radiasi surya secara sederhana hingga saat ini belum menunjukkan perkembangan  yang berarti dalam meningkatkan produktifitas dan kualitas hidup masyarakat. Mahasiswa terlebih yang mengikuti PPG dan SM3T perlu mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan praktis dalam memanfaatkan radiasi surya sebagai sumber energi terbarukan (renewable) untuk menggantikan sumber energi konvensional (unrenewable) yang jumlahnya semakin berkurang. Agar radiasi surya dapat dimanfaatkan secara optimal, diperlukan peralatan yang dapat mengumpulkan dan menampung radiasi, salah satunya adalah kotak kolektor radiasi surya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model kolektor energi surya yang efektif dapat menjerat gelombang infra merah dari radiasi surya. Permukaan gelombang dalam kolektor berfungsi memantulkan radiasi ke fokus kelengkungan sehingga dapat memanaskan air di dalam pipa hitam yang dipasang sejajar sepanjang garis fokus pelat gelombang. Kemampuan kolektor pelat gelombang (KPG) dalam memanaskan air  dibandingkan dengan dengan kolektor pelat datar (KPD) dicatat setiap sela 10 menit mulai pukul 09.00 hingga pukul 15.00. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa KPG lebih efektif memanaskan air dibandingkan dengan KPD. Pada KPG dapat mencapai suhu air  750C sementara pada KPD hanya mencapai 470C, hal ini didukung oleh hasil Uji-t untuk efektifitas kedua kolektor dengan harga thitung : 7.316 > ttabel:1.67 dengan dk (36:5%).

Kata Kunci: Radiasi surya, kolektor  plat gelombang (KPG), pemanas air

Puji Hariati Winingsih Puji Hariati Winingsih

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:700.81 kB
Downloads:256

Rancang Bangun Laser untuk Pembelajaran Fisika Optik dalam Menentukan Indeks Bias dan Difraksi Kisi

PUJI HARIATI WININGSIH
Prodi Pendidikan Fisika JPMIPA Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Jl. Batikan UH III/ 1043 Yogyakarta,
E-mail: pujihw77@gmail.com atau jfisika_ust@yahoo.co.id

ABSTRAK: Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membuat laser berdaya sedang dari bahan bekas (DVD) yang akan digunakan untuk menentukan indeks bias dan difraksi kisi. Untuk itu, telah dibuat rangkaian alat diode laser yang digunakan untuk menentukan indeks bias prisma dan panjang gelombang laser melalui difraksi kisi. Pada penelitian ini digunakan analisis dengan mengkarakteristik indeks bias dan difraksi kisi. Diperoleh hasil bahwa besarnya indeks bias prisma pada variasi i2 (30o, 45o dan 60o sebesar (1.53   0.07), (1.45   0.07), (1.45   0.08), (1.53   0.08). Panjang gelombang laser hijau pada variasi N (100, 300 dan 600) garis/mm berturut-turut sebesar (500   0.03), (525   0.02) dan (541   0.07). Berdasarkan teori indeks bias prisma besarnya 1.5 dan panjang gelombang laser warna hijau berkisar antara 500 – 570 nm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini sudah sesuai dengan teori dan alat ini sudah dapat dikatakan baik untuk digunakan dalam pembelajaran optika.


Kata Kunci: Laser, indeks bias, panjang gelombang, difraksi

Betti Ses Eka Poliana Betti Ses Eka Poliana

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:488.18 kB
Downloads:279

Pemanfaatan Aplikasi Mobile Berbasis Android dalam Pembelajaran Fisika SMA
BETTI SES EKA POLONIA, LIA YULIATI, SITI ZULAIKAH
Pascasarjana Prodi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Jl. Semarang 5     
E-mail: betti.polonia@gmail.com
TEL: (0341) 551312; FAX: (0341) 551334

ABSTRAK: Pembelajaran fisika bertujuan untuk membuat siswa memperoleh bukan hanya fakta tetapi juga pemahaman konsep-konsep ilmiah. Dalam pembelajaran fisika, siswa juga harus memperoleh pengalaman berpikir melalui kebiasaan berpikir. Selain itu, pemahaman konsep fisika yang mendasar perlu dimiliki oleh siswa sebagai representasi hasil pembelajaran sains yang utuh. Melalui perangkat mobile-android yang dapat menampilkan gambar, video, maupun animasi diharapkan siswa memperoleh pemahaman konsep fisika yang utuh dan bermakna. Berdasarkan hasil penyebaran angket dengan subjek siswa SMA di Kota Malang diperoleh hasil bahwa 99% siswa menyatakan memiliki perangkat mobile-android (ponsel dan tablet). Hasil ini memperkuat gagasan bahwa teknologi serta fitur canggih yang terdapat dalam perangkat mobile-android dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran fisika.

Kata Kunci:    pembelajaran fisika, aplikasi mobile, android.

Kendit Mahmudi Kendit Mahmudi

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:462.95 kB
Downloads:290

Erupsi Raung Juli 2015 Sebagai Laboratorium Alam Fisika
KENDID MAHMUDI1), FIKROTURROFIAH SUWANDI PUTRI2) LILIK HENDRAJAYA3)
1) Pascasarjana Program Studi Pengajaran Fisika Institut Teknoogi Bandung.
Jl. Ganesha No. 10 Bandung
E-mail: kendidmahmudi@gmail.com
2) Pascasarjana Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Yogyakarta.
Jl. Colombo No.1 Sleman Yogyakarta
E-mail: fikrotur.rofiah@gmail.com
3) Fisika Institut Teknoogi Bandung. Jl. Ganesha No. 10 Bandung
E-mail: lilikhendrajaya2@gmail.com
TEL : - ; FAX : -

ABSTRAK: Indonesia merupakan negara yang terletak pada pertemuan ketiga lempeng benua. Pertemuan lempeng tersebut menyebabkan subduksi, sehingga timbul gunungapi. Indonesia memiliki sekitar 139 gunungapi aktif. Salah satu gunungapi aktif yaitu Gunung Raung. Gunungapi ini merupakan gunungapi yang memiliki kaldera. Gunungapi memiliki potensi pendidikan yang bagus dimana dalam perkembangan pendidikan akan dikolaborasikan sebagai laboratorium alam yang akan menunjang proses belajar mengajar yang lebih kontekstual terutama dalam Fisika. Erupsi yang terjadi pada bulan juli dapat teramati dengan seismograf. Data hasil perekaman getaran dianalisis menggunakan konsep-konsep fisika sehingga dapat tercipta pemanfaatan lingkungan dengan belajar fisika yang lebih aplikatif.

Kata Kunci:    Gunungapi, Erupsi Raung, Laboratorium Alam.

Wachidah Putri Ramadhani Wachidah Putri Ramadhani

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:427.28 kB
Downloads:296

Kegrafikaan Modul Pembelajaran Fisika  Berbasis Multirepresentasi
Wachidah Putri Ramadhani1, I Ketut Mahardika2
1Mahasiswa Magister Pendidikan IPA Pasca Sarjana FKIP Universitas Jember
2Dosen Magister Pendidikan IPA Pasca Sarjana FKIP Universitas Jember
Email: ramadhani.wachidah@gmail.com
TEL:- ;FAX: -

ABSTRAK: Kajian ini berjudul Kegrafikaan Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Multirepresentasi yang bertujuan untuk mendeskripsikan kegrafikaan modul yang meliputi ukuran atau format modul, desain bagian kulit, desain bagian isi, kualitas kertas, kualitas cetakan, dan kualitas jilidan modul. Metode yang digunakan adalah wawancara terbatas pada beberapa guru fisika dan kajian menggunakan studi  literatur yang relevan untuk kemudian di analisis secara deskriptif sehingga memperoleh standart kegrafikaan yang sesuai. Berdasarkan hasil kajian, diperoleh kesimpulan tentang komponen kegrafikaan yaitu, tentang ukuran/format buku ukuran modul yaitu B5 176 x 250 mm dengan kolom tunggal dan margin batas atas bawah, batas kiri kanan, header atau footer, visual signpost, penempatan tabel, gambar, dan diagram harus diatur serta konsisten dalam penomorannya. Desain bagian kulit tampilan tata letak modul pembelajaran pada sampul muka, belakang, dan punggung secara harmonis memiliki irama dan kesatuan serta konsistensi. Desain bagian isi yang harus diperhatikan adalah pengaturan tata letak pada isi, ilustrasi isi, jenis huruf yang digunakan, dan isi teks. Kualitas kertas yang digunakan adalah jenis kertas HVS dengan berat kertas 70-80 gram, memiliki mutu baik, warnanya bersih, dan tahan lama. Kualitas cetakan harus yang baik, serta kualitas jilidan hendaknya dijilid benang dan lem agar tidak mudah rusak.

Kata Kunci: kegrafikaan, modul pembelajaran, dan multirepresentasi.

Wahyu Ari Wijaya Wahyu Ari Wijaya

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:758.86 kB
Downloads:312

Analisis Lomba Robotika dalam Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Singosari

Wahyu Ari Wijaya1,2)
1)Pascasarjana Jurusan Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Jl. Semarang 5 Malang
2)Guru SMKN 2 Singosari Kabupaten Malang
Email: wariwijaya@yahoo.com
TEL: 081334735778

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dari kegiatan lomba robotika yang diikuti peserta didik di SMK Negeri 2 Singosari dalam meningkatkan minat belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatankuantitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 2Singosari. Responden penelitian adalah peserta didik kelas XI Mekatronika SMK Negeri 2 Singosari pada semester genap Tahun Ajaran 2014/2015 berjumlah 30 responden. Teknik pengambilan datamenggunakan metode angket dengan skala Likert dan menggunakan analisis statistik sederhanaberupa rerata.Hasil penelitian dalam meningkatkan minat belajar menunjukkan bahwa rerata pada aspek perhatian 2.88 (baik), aspek relevansi 3.37 (sangat baik), aspek  percaya diri 3.18 (baik), dan aspek kepuasan 3.32(sangat baik) dengan rerata total 3.20 kategori baik maka kesimpulan penelitian ini adalah dengan mengikuti lomba robotika dapat dengan baik meningkatkan minat belajarpeserta didikSMK Negeri 2 Singosari.

Kata Kunci: Lomba robotika, minat belajar

Aswin Hermanus Mondulang Aswin Hermanus Mondulang

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:1015.2 kB
Downloads:340

Pengembangan Media Pembelajaran Digital Sistem Offline Materi Fisika (Gelombang Bunyi)
Aswin Hermanus Mondolang1), Ignasius Bagus Asmarianto2)
1)Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Negeri Manado,
Kampus Tonsaru Tondano Sulawesi Utara
E-mail: aswinmondolang@yahoo.co.id
2)SMA Karitas, Jl. Siswa Paslaten 2 Tomohon, Sulawesi Utara
E-mail: fisikaignasius@yahoo.com
TEL:-0813 5602 4343; FAX;-
                                                              
ABSTRAK: Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang bertujuan menghasilkan produk media pembelajaran digital sistem offline materi gelombang bunyi. Proses pengembangannya melalui tahapan: analisis potensi dan masalah, mengumpulkan informasi, mendisain produk, validasi disain (melibatkan expert), revisi disain, ujicoba produk (dengan metode one to one, small group, dan real class), dan revisi produk. Instrumen dalam penelitian ini adalah Catatan anekdot dan Rating scale. Subyek yang dilibatkan dalam penelitian pengembangan ini adalah expert, teman sejawat, dan siswa. Produk yang dihasilkan adalah media pembelajaran digital sistem offline materi gelombang bunyi yang layak digunakan dalam pembelajaran fisika materi gelombang bunyi di kelas XII IPA semester ganjil.


Kata Kunci: media pembelajaran digital, sistem offline, gelombang bunyi.

Supeno Supeno

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:389.35 kB
Downloads:342

Pengembangan Lembar Kerja Siswa Untuk Memfasilitasi Siswa Dalam Belajar Fisika Dan Berargumentasi Ilmiah
SUPENO1), MOHAMAD NUR2), ENDANG SUSANTINI2)
1) Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember. Jl. Kalimantan 37 Jember
E-mail: supenoadi@yahoo.com
2) Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya. Kampus Unesa Ketintang Gedung K.9 Surabaya 60231
TEL/FAX: 0331-334988

ABSTRAK: Argumentasi ilmiah merupakan keterampilan kognitif yang diperlukan siswa untuk membangun pemahaman konseptual, mengembangkan kemampuan meneliti, memahami manfaat sains, dan memahami nilai-nilai interaksi sosial. Diperlukan berbagai upaya untuk memfasilitasi siswa dalam belajar fisika dan berargumentasi ilmiah pada suatu proses pembelajaran, salah satunya adalah dengan menyediakan lembar kerja siswa yang di dalamnya terdapat permasalahan argumentatif. Permasalahan yang diajukan bersifat kontroversi karena terdapat dua argumen yang saling bertentangan (competing theory) dan harus diselesaikan dengan melibatkan argumen yang disertai dengan bukti dan penjelasan terhadap argumen. Validasi oleh pakar menunjukkan bahwa lembar kerja siswa yang dikembangkan termasuk dalam kategori valid sehingga layak digunakan untuk memfasilitasi siswa dalam belajar fisika dan berargumentasi ilmiah.

Kata Kunci: lembar kerja siswa, belajar fisika, argumentasi ilmiah.

Hartatiek Hartatiek

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:631.77 kB
Downloads:383

Pengembangan Paket Tutorial Fisika Modern Materi Struktur Atom Berbasis Penyelesaian Eksplisit untuk Meningkatkan Kemampuan Problem Solving Mahasiswa
HARTATIEK, DWI HARYOTO, YUDYANTO
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang Jl, Semarang 5 Malang
E-mail: hartatiek.fmipa@um.ac.id
TEL : - ; FAX : -

ABSTRAK: Rendahnya kemampuan problem solving mahasiswa pada matakuliah Fisika Modern diatasi dengan memberikan tutorial di luar jam tatap muka, karena terbatasnya waktu perkuliahan tidak memungkinkan melatih keterampilan problem solving mahasiswa  secara memadai. Penelitian ini bertujuan mengembangkan paket tutorial Fisika Modern materi Struktur Atom yang berfungsi sebagai pemandu kegiatan tutorial. Paket tutorial berbasis penyelesaian eksplist ini menekankan cara penyelesaian menggunakan 5 langkah meliputi: memfokuskan masalah, menggambarkan keadaan fisis, merencanakan penyelesaian, penyelesaian, dan pengecekan hasil. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan (R&D) yang terdiri dari tiga tahap meliputi: studi pendahuluan, pengembangan draft produk, dan validasi produk. Draft produk yang telah dikembangkan divalidasi oleh ahli materi untuk menguji kelayakan materi dan prediksi dampak penggunaan  paket tutorial, menggunakan angket dengan 4 skala penilaian. Berdasarkan masukan dari ahli materi produk disempurnakan. Selanjutnya produk dimintakan penilaian dari pengguna (mahasiswa) untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap isi paket tutorial. Hasil peneltian ini menunjukkan paket tutorial Stuktur Atom yang dikembangkan memperoleh  kelayakan materi dengan nilai rata-rata 92,5 dan kualifikasi sangat layak. Prediksi dampak penggunaan paket tutorial ini berpeluang meningkatkan kemampuan problem solving mahasiswa dengan kualifikasi sangat memadai . Hasil respon  mahasiswa terhadap isi paket tutorial memperoleh nilai rata-rata  85 dengan kualifikasi sangat baik. Sedangkan prediksi dampak penggunaan paket tutorial dapat melatih keterampilan problem solving mahasiswa memperoleh respon sangat baik (87,5% setuju). Hal ini menunjukkan bahwa penilaian materi oleh ahli materi dan respon mahasiswa memiliki kualifikasi yang sama sehingga hasil penilaian bersifat realiabel. Hasil ini didukung oleh kemampuan problem solving mahasiswa pada materi memperoleh nilai rata-rata 87,8 dengan kualifikasi sangat baik.

Kata Kunci:    paket tutorial, stuktur atom, kemampuan problem solving.

Aulya Nanda Prafitasari Aulya Nanda Prafitasari

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:624.51 kB
Downloads:437

Heterogenitas Kemampuan Belajar Siswa sebagai
Dasar Pengembangan Model Pembelajaran
Leader-TRACE (Training, Action, Evaluation)
AULYA NANDA PRAFITASARI
Pascasarjana Jurusan Pendidikan IPA Universitas Jember
E-mail: a.n.prafitasari@gmail.com
TEL: 085204960246

ABSTRACT: The ability of students who are not homogeneous in a class is one of the problems in the learning process. This study describe the level of heterogeneity of students in a class and thus require the development of new learning models that can more focus to minimize it. Data of students' ability that heterogeneous collected by questionnaires and interviews in May 2015, which are consist of 10 teachers and 20 students from several secondary schools in Jember. As results, the teachers explain that most schools have difference students' learning ability significantly, so the students understanding is uneven. Most of students said that learning models of teachers was bored and less motivated to learn. They are also prefer to learn in groups rather than individuals because they can sharing opinions if experiencing difficulty in learning. Therefore, we need a new learning model development that is packaged in a Leader-TRACE (Training, Action, Evaluation) learning model with a syntax that is more focused to improve the students understanding and what the students need. From this research could be found the reason why the development of the Leader-TRACE (Training, Action, Evaluation) learning model with basic heterogeneity of students ability in the class is very required

Keywords:    “Heterogeneity Students Learning Ability”, “Leader-TRACE (Training, Action, and Evaluation)”, “Learning Model Development”.


Heterogenitas Kemampuan Belajar Siswa sebagai

Dasar Pengembangan Model Pembelajaran

Leader-TRACE (Training, Action, Evaluation)

Aulya nanda prafitasari

Pascasarjana Jurusan Pendidikan IPA Universitas Jember

E-mail: a.n.prafitasari@gmail.com

Tel: 085204960246

 

ABSTRACT: The ability of students who are not homogeneous in a class is one of the problems in the learning process. This study describe the level of heterogeneity of students in a class and thus require the development of new learning models that can more focus to minimize it. Data of students' ability that heterogeneous collected by questionnaires and interviews in May 2015, which are consist of 10 teachers and 20 students from several secondary schools in Jember. As results, the teachers explain that most schools have difference students' learning ability significantly, so the students understanding is uneven. Most of students said that learning models of teachers was bored and less motivated to learn. They are also prefer to learn in groups rather than individuals because they can sharing opinions if experiencing difficulty in learning. Therefore, we need a new learning model development that is packaged in a Leader-TRACE (Training, Action, Evaluation) learning model with a syntax that is more focused to improve the students understanding and what the students need. From this research could be found the reason why the development of the Leader-TRACE (Training, Action, Evaluation) learning model with basic heterogeneity of students ability in the class is very required

Keywords:

“Heterogeneity Students Learning Ability”, “Leader-TRACE (Training, Action, and Evaluation)”, “Learning Model Development”.

 

Fikroturrofiah Suwandi Putri Fikroturrofiah Suwandi Putri

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:730.13 kB
Downloads:476

Rebab Instrumen Gesek Gamelan: Analisis Hubungan Antara Posisi Gesekan dan Komponen Penyusun Sinyal Suara
FIKROTURROFIAH SUWANDI PUTRI1), AFFA ARDHI SAPUTRI2)
1) Pascasarjana Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Yogyakarta.
Jl. Colombo No.1 Sleman Yogyakarta
E-mail: fikrotur.rofiah@gmail.com
TEL : - ; FAX : -

ABSTRAK: Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara posisi kawat dan komponen penyusun sinyal suara. Komponen sinyal suara terdiri dari frekuensi fundamental, frekuensi harmonik, dan rasio amplitudo. Rebab adalah satu-satunya instrumen kawat gesek gamelan. Pada penelitian, posisi kawat diatur di nada 5 (limo) laras slendro. Suara rebab direkam dengan software bunyi yang dapat menampilkan bentuk gelombang dan spektrum frekuensi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa frekuensi fundamental dan frekuensi harmonik tidak tergantung pada posisi kawat. Frekuensi harmonik rebab memiliki deret harmonik di overtone. Pada sisi lain, kualitas bunyi ditentukan oleh amplitudo yang tergantung pada posisi kawat.

Kata Kunci:  Posisi Kawat Rebab, Frekuensi Fundamental, Frekuensi Harmonik, Rasio Amplitudo.

Usmeldi Usmeldi

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:680.46 kB
Downloads:478

Efektivitas Penerapan Media Pembelajaran Interaktif dengan Software Autorun untuk Meningkatkan Kompetensi Fisika Siswa SMK Negeri 1 Padang
USMELDI
Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, Jln. Hamka Air Tawar Padang
E-mail: usmeldy@yahoo.co.id
TEL: - ; FAX: -
 
ABSTRAK: Fisika merupakan salah satu mata pelajaran adaptif di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Survei awal menunjukkan bahwa banyak siswa kurang menguasai konsep fisika, sehingga sulit menerapkannya dalam mata pelajaran produktif yang relevan. Oleh karena itu dilaksanakan pembelajaran fisika dengan media pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan efektivitas media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan kompetensi fisika siswa. Penelitian  menggunakan metode eksperimen kuasi dengan desain pretest-posttest grup kontrol. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI program keahlian Teknik Ketenagalistrikan di SMK Negeri 1 Padang. Data dikumpulkan dengan menggunakan format observasi, tes penguasaan konsep fisika, dan angket tanggapan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fisika dengan media pembelajaran interaktif efektif dalam meningkatkan kompetensi fisika siswa, ditinjau dari: (1) ketuntasn belajar siswa secara klasikal sudah dicapai, (2) peningkatan penguasaan konsep fisika siswa kelas eksperimen yang termasuk kategori sedang, (3) rata-rata skor penguasaan konsep fisika siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, (4) sebagian besar siswa kelas eksperimen menganggap bahwa pelaksanaan pembelajaran fisika dengan media pembelajaran interaktif termasuk kategori baik. Saran diajukan pada guru Fisika supaya dapat melaksanakan pembelajaran berbantuan komputer dengan media interaktif.

Kata Kunci: media interaktif, kompetensi fisika.

Dalin Nadhifatuzzahro Dalin Nadhifatuzzahro

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:570.33 kB
Downloads:990

Kemampuan Literasi Sains Siswa Kelas VII-B SMP Negeri 1 Sumobito Melalui Pembuatan Jamu Tradisional
DALIN NADHIFATUZZAHRO, BENI SETIAWAN, ELOK SUDIBYO
Program Studi Pendidikan IPA UNESA. Jl. Ketintang Surabaya
E-mail: dalinnadhifatuzzahro@rocketmail.com
TEL: 085733522423

ABSTRAK: Rendahnya kemampuan literasi sains siswa diduga karena kurang diperhatikannya lingkungan sosial budaya masyarakat setempat. Kemampuan literasi sains siswa ditunjukkan dengan kemampuan menghubungkan konsep sains dengan kehidupan sehari-hari. Lembar kerja siswa (LKS) merupakan media pembelajaran yang dapat digunakan untuk memungkinkan interaksi siswa dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya. Jamu tradisional merupakan budaya lokal masyarakat yang masih dipertahankan di Sumobito. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan lembar kerja siswa yang digunakan di SMP Negeri 1 Sumobito dan mendeskripsikan kemampuan literasi sains siswa kelas VII-B di SMP Negeri 1 Sumobito. Metode pengumpulan data penelitian ini yaitu dengan observasi langsung di lapangan menggunakan lembar check list dan lembar tes. Hasil analisis lembar check list menunjukkan bahwa lembar kerja siswa yang digunakan belum mencakup keempat indikator literasi sains. Hasil pengukuran kemampuan literasi sains siswa menunjukkan bahwa rata-rata siswa berada pada kategori rendah. Rendahnya literasi sains siswa tersebut diduga karena lembar kerja siswa belum mengaitkan konsep sains dengan kehidupan sehari-hari dan budaya lokal masyarakat setempat.

Kata Kunci:    literasi, budaya, LKS.

Densys Arlianovita Densys Arlianovita

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:438.01 kB
Downloads:2138

Pendekatan Etnosains dalam Proses Pembuatan Tempe terhadap Kemampuan Literasi Sains
DENYS ARLIANOVITA1,), BENI SETIAWAN2,), ELOK SUDIBYO1)
1) Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Surabaya
E-mail: arlia.denys@gmail.com
2)Dosen Program Studi S1 Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Surabaya
E-mail: beni.dzaky@gmai.com
TEL: -; FAX: -

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh proses pembelajaran berbasis etnosains terhadap peningkatan literasi sains pada siswa. Penelitian ini diawali dengan mengumpulkan data terkait kemampuan literasi sains pada siswa. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII.  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Metode pada penelitian ini adalah dengan studi lapangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan literasi sains pada siswa yang dikaitkan dengan pembelajaran berbasis etnosains. Dari hasil penyebaran lembar angket didapatkan hasil bahwa dari 28 siswa, 89% menyatakan bahwa dalam proses pembuatan tempe tidak menggunakan prinsip-prinsip IPA. Para siswa berpendapat bahwa dalam proses pembuatan tempe tersebut berdasarkan pada ilmu yang telah diberikan oleh nenek moyang pada zaman dahulu. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam aspek konteks literasi sains, siswa masih kurang dapat menjelaskan pengaplikasian materi IPA dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terbukti dari hasil jawaban lembar angket dimana siswa kurang dapat menyebutkan materi IPA yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu dalam aspek kompetensi atau proses literasi sains, siswa juga masih kurang dapat menjelaskan fenomena ilmiah dan menggunakan bukti ilmiah. Hal ini juga terbukti berdasarkan hasil jawaban lembar angket dimana siswa kurang dapat menjelaskan fenomena ilmiah yaitu proses pembuatan tempe yang melibatkan pengetahuan IPA. Sedangkan 11% siswa menyatakan bahwa dalam proses pembuatan tempe merupakan pengaplikasian dari Ilmu Pengetahuan Alam. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, 66% siswa menginginkan pembelajaran pada sub materi fungi (jamur) ini dilakukan dengan mengunjungi secara langsung rumah produksi pembuatan tempe dan 34% siswa menginginkan melakukan percobaan dalam pembuatan tempe sebagai aplikasi materi IPA dalam kehidupan sehari-hari.

Kata Kunci:    Literasi Sains, Etnosains.

Iqbal Limatahu Iqbal Limatahu

hot!
Date added:05/27/2016
Date modified:05/27/2016
Filesize:472.92 kB
Downloads:6133

Pengembangan Model Perangkat Pembelajaran Fisika Menerapkan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (MPBM) untuk Mendukung Program PPL II Mahasiswa FKIP Unkhair Ternate
IQBAL LIMATAHU
FKIP Pendidikan Fisika Universitas Khairun Ternate
e-mail: ilimatahu@gamil.com
TEL: 082143394305

ABSTRAK: Telah dilakukan penelitian model Pengembangan Model Perangkat Pembelajaran Fisika Menerapkan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (MPBM) untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Kolaboratif Ilmiah Siswa SMA. Kelibihan model pembelajaran berbasis masalah (MPBM) yaitu lebih memberdayakan potensi mahasiswa (guru preservis) untuk terlibat secara aktif memberdayakan dan memahami konsep (materi) sebelum mereka terjun langsung ke sekolah menjadi guru sebenarnya. Untuk menguatkan pemahaman konsep siswa di sekolah, maka siswa harus mempersiapkan diri atau belajar lebih baik agar dapat menyelesaikan masalah Fisika baik berupa konsep maupun pemecahan masalah lain yang berhungan dengan Fisika. Berdasarkan hasil survai yang dilakukan pada Pebruari 2013 di SMA  Negeri 4 Kota Ternate, nilai rerata pretes kemampuan pemecahan masalah fisika siswa kelas X semester genap diperoleh hasil: a) Konsep Optik adalah 0.07; b) Suhu dan Temperatur adalah 0.01; c) Listrik Statik adalah 0.00; d) Induksi  Ektromagnetik adalah 0.02. Nilai rerata untuk keseluruhan konsep diperoleh 0.02. Berdasarkan rubrik problem solving  (Docktor, 2009) yang dimodifikasi diketahui bahwa nilai rerata siswa diperoleh hasil sebagai berikut: a) tidak menjawab pertanyaan (NA) sebanyak 79.98%; b) solusi tidak termasuk keterangan dan tidak diperlukan untuk pemecahan masalah (skala 0) sebanyak 10.22%; c) seluruh diskripsi tidak berguna dan/atau mengandung kesalahan (skala 1) sebanyak 8.03%; d) sebagian besar deskripsi tidak diperlukan, hilang, dan/atau mengandung kesalahan (skala 2) sebanyak 0.42%; e) sebagian deskripsi tidak diperlukan, hilang, dan/atau mengandung kesalahan (skala 3) sebanyak 0.12%; f) deskripsi diperlukan tetapi mengalami kesalahan atau kesalahan kecil (skala 4) sebanyak 1.21%; g) deskripsi diperlukan, tepat, dan lengkap (skala 5) sebanyak 0.02%.

Kata Kunci:    problem solving, guru preservis, kemampuan menyelesaikan masalah,  keterampilan proses sains, kolaboratif ilmiah.

Pengembangan Model Perangkat Pembelajaran Fisika Menerapkan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (MPBM) untuk Mendukung Program PPL II Mahasiswa FKIP Unkhair Ternate

 

IQBAL LIMATAHU

FKIP Pendidikan Fisika Universitas Khairun Ternate

e-mail: ilimatahu@gamil.com

Tel: 082143394305

 

ABSTRAK: Telah dilakukan penelitian model Pengembangan Model Perangkat Pembelajaran Fisika Menerapkan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (MPBM) untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Kolaboratif Ilmiah Siswa SMA. Kelibihan model pembelajaran berbasis masalah (MPBM) yaitu lebih memberdayakan potensi mahasiswa (guru preservis) untuk terlibat secara aktif memberdayakan dan memahami konsep (materi) sebelum mereka terjun langsung ke sekolah menjadi guru sebenarnya. Untuk menguatkan pemahaman konsep siswa di sekolah, maka siswa harus mempersiapkan diri atau belajar lebih baik agar dapat menyelesaikan masalah Fisika baik berupa konsep maupun pemecahan masalah lain yang berhungan dengan Fisika. Berdasarkan hasil survai yang dilakukan pada Pebruari 2013 di SMA  Negeri 4 Kota Ternate, nilai rerata pretes kemampuan pemecahan masalah fisika siswa kelas X semester genap diperoleh hasil: a) Konsep Optik adalah 0.07; b) Suhu dan Temperatur adalah 0.01; c) Listrik Statik adalah 0.00; d) Induksi  Ektromagnetik adalah 0.02. Nilai rerata untuk keseluruhan konsep diperoleh 0.02. Berdasarkan rubrik problem solving  (Docktor, 2009) yang dimodifikasi diketahui bahwa nilai rerata siswa diperoleh hasil sebagai berikut: a) tidak menjawab pertanyaan (NA) sebanyak 79.98%; b) solusi tidak termasuk keterangan dan tidak diperlukan untuk pemecahan masalah (skala 0) sebanyak 10.22%; c) seluruh diskripsi tidak berguna dan/atau mengandung kesalahan (skala 1) sebanyak 8.03%; d) sebagian besar deskripsi tidak diperlukan, hilang, dan/atau mengandung kesalahan (skala 2) sebanyak 0.42%; e) sebagian deskripsi tidak diperlukan, hilang, dan/atau mengandung kesalahan (skala 3) sebanyak 0.12%; f) deskripsi diperlukan tetapi mengalami kesalahan atau kesalahan kecil (skala 4) sebanyak 1.21%; g) deskripsi diperlukan, tepat, dan lengkap (skala 5) sebanyak 0.02%.

Kata Kunci:

problem solving, guru preservis, kemampuan menyelesaikan masalah,  keterampilan proses sains, kolaboratif ilmiah.